Paradigm, salah satu perusahaan modal ventura terbesar di industri kripto, resmi mengumumkan penggalangan dana sebesar $1,2 miliar untuk dana keempat mereka. Menariknya, dana terbaru ini tidak lagi terbatas pada aset digital—Paradigm kini memperluas cakupan investasinya ke kecerdasan buatan (AI), robotik, dan berbagai teknologi frontier lainnya.
Dari Kripto ke Frontier Teknologi
Didirikan pada tahun 2018 oleh Matt Huang dan salah satu pendiri Coinbase, Fred Ehrsam, Paradigm telah membangun reputasi sebagai salah satu investor terpenting di ekosistem kripto. Perusahaan ini sebelumnya menggalang dana kripto sebesar $2,5 miliar pada November 2021—saat itu menjadi dana kripto khusus terbesar—dan kemudian menghimpun $850 juta pada 2024 untuk startup blockchain tahap awal.
Kini Paradigm mengambil langkah berani. "Kripto adalah frontier pertama bagi kami, dan terus menjadi hal yang sangat menarik, tetapi ada begitu banyak hal lain yang terjadi saat ini yang sulit untuk diabaikan," ujar Managing Partner Alana Palmedo kepada Bloomberg. Langkah ini sebenarnya sudah disinyalir sejak awal 2026, ketika Wall Street Journal melaporkan bahwa Paradigm tengah mencari $1,5 miliar untuk dana baru di luar kripto.
Co-founder Matt Huang sendiri telah memberi isyarat sejak Juni 2023, menulis di X bahwa kemajuan AI "terlalu menarik untuk diabaikan" sambil menegaskan bahwa kripto dan AI bukanlah "kompetisi zero-sum." Huang memperkirakan akan ada "banyak tumpang tindih" antara kedua teknologi tersebut.
Investasi Awal: Zipline dan True Anomaly
Dana baru Paradigm tidak diam di tempat. Perusahaan telah mulai mengalokasikan modal ke beberapa startup non-kripto, termasuk Zipline—perusahaan pengiriman drone otonom yang bernilai $7,6 miliar pada Januari—dan True Anomaly, startup pertahanan luar angkasa yang mencapai valuasi $2,2 miliar pada April. Investasi lain mencakup SendCutSend, platform fabrikasi logam robotik, dan Nous Research, pengembang model AI open-source Hermes Agent.
Dalam pengumuman resminya di blog perusahaan, Paradigm menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen pada investasi kripto—"pertama di kripto, dan kini di AI, robotik, dan frontier lainnya." Mereka menyoroti portofolio kripto yang sudah ada, termasuk bursa perpetual Hyperliquid dan platform pasar prediksi Kalshi.
Tren VC Kripto Menuju AI
Ekspansi Paradigm bukanlah kasus terisolasi. Framework Ventures menggalang $400 juta bulan lalu untuk dana keempat mereka yang mencakup kripto, AI, robotik, dan energi. Haun Ventures juga menghimpun $1 miliar pada Mei untuk mendukung startup kripto sambil memperluas ke AI untuk pertama kalinya. Fenomena ini mencerminkan konvergensi yang semakin nyata antara kripto dan AI—dua sektor teknologi yang kini saling terkait erat, terutama dengan kemunculan agen AI otonom di blockchain.
Konteks pasar mendukung keputusan ini. Data Crunchbase menunjukkan pendanaan ventura global mencapai rekor $510 miliar di paruh pertama 2026, melampaui $440 miliar sepanjang 2025. Perusahaan AI mendominasi, dengan OpenAI dan Anthropic menyumbang lebih dari 40% total pendanaan. Sementara itu, pendanaan kripto hanya mencapai $10,8 miliar di periode yang sama menurut Cryptorank—menunjukkan adanya ruang pertumbuhan yang besar di luar sektor kripto.
Paradigm Tetap di Blockchain
Di sisi blockchain, Paradigm tetap mengembangkan alat infrastruktur penting seperti Foundry dan Reth, serta proyek AI seperti EVMbench dan Centaur. Perusahaan menegaskan akan "terus meneliti dan membangun di mana hal itu mengakselerasi" industri kripto.
Ekspansi Paradigm ke AI dan robotik menandai babak baru bagi lanskap modal ventura teknologi. Di era di mana agen AI otonom mulai beroperasi di blockchain dan robotika membutuhkan sistem terdesentralisasi, batas antara kripto dan AI semakin kabur. Pertanyaannya bukan lagi apakah VC kripto akan berinvestasi di AI, tetapi seberapa cepat mereka bisa menangkap peluang di persimpangan dua revolusi teknologi ini.
Sumber: CoinDesk, Cointelegraph, Paradigm Blog



