Paradigm, salah satu perusahaan modal ventura terbesar di industri kripto, secara resmi mengumumkan penggalangan dana ventura ketiga senilai $1,2 miliar yang akan difokuskan pada sektor kecerdasan buatan (AI) dan robotik. Langkah ini menandai ekspansi strategis Paradigm di luar ranah aset digital, meskipun perusahaan menegaskan tetap berkomitmen penuh pada investasi kripto.
Dari Kripto ke AI: Jejak Investasi Paradigm
Paradigm didirikan pada tahun 2018 oleh Matt Huang bersama Fred Ehrsam, salah satu pendiri bursa kripto Coinbase. Sejak awal, firma ini membangun reputasi sebagai salah satu investor ventura paling berpengaruh di sektor blockchain dan aset digital. Pada November 2021, Paradigm mencetak sejarah dengan meluncurkan dana kripto andalan senilai $2,5 miliar โ yang saat itu menjadi dana kripto terbesar yang pernah ada. Kemudian pada 2024, firma ini kembali menggalang dana sebesar $850 juta yang ditujukan khusus untuk startup blockchain tahap awal.
Kali ini, Paradigm mengambil langkah berbeda. Dana ketiga mereka tidak lagi terbatas pada kripto. Menurut laporan Bloomberg pada Rabu (8/7), firma tersebut telah menggalang $1,2 miliar untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan dan robotik. Managing partner Alana Palmedo menjelaskan alasan di balik keputusan ini. "Kripto adalah frontier pertama bagi kami, dan tetap menjadi area yang sangat menarik, tetapi terlalu banyak hal lain yang terjadi saat ini dan sulit untuk diabaikan," ujar Palmedo kepada Bloomberg.
Bukan Pivot, Tapi Ekspansi Strategis
Meski tampak seperti pivot, Palmedo menegaskan bahwa langkah ini bukan sinyal bahwa Paradigm akan meninggalkan kripto. Justru sebaliknya, perusahaan masih melihat kripto sebagai sektor fundamental dan berencana terus berinvestasi di seluruh tahapan pasar kripto.
Dana baru ini telah mulai disebarkan ke beberapa perusahaan. Bloomberg melaporkan bahwa Paradigm telah mengalokasikan modal ke Zipline International, perusahaan pengiriman drone otonom yang mencapai valuasi $7,6 miliar pada Januari lalu, serta True Anomaly, startup pertahanan ruang angkasa yang meraih valuasi $2,2 miliar pada April 2026. Kedua perusahaan ini menunjukkan ketertarikan Paradigm pada teknologi mutakhir di luar ekosistem kripto, terutama di sektor yang memiliki tumpang tindih dengan keamanan nasional dan logistik masa depan.
Visi Jangka Panjang: Konvergensi Blockchain dan AI
Ketertarikan Paradigm pada AI sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Pada Juni 2023, Matt Huang melalui cuitannya di platform X menyatakan bahwa firma tersebut "tidak pernah lebih berdedikasi pada kripto," namun juga mengakui bahwa kemajuan di bidang kecerdasan buatan "terlalu menarik untuk diabaikan." Huang secara eksplisit menolak narasi bahwa kripto dan AI adalah dua sektor yang saling bersaing. "Kami tidak memandang ini sebagai kompetisi zero-sum dan kami memperkirakan akan ada banyak tumpang tindih antara kedua teknologi ini," tulisnya.
Pandangan Huang ini cukup visioner. Dalam beberapa tahun terakhir, konvergensi antara blockchain dan AI semakin nyata โ mulai dari agen AI otonom yang beroperasi di jaringan terdesentralisasi, model ekonomi berbasis token untuk layanan AI, hingga infrastruktur komputasi terdistribusi yang didukung insentif kripto. Dengan dana barunya yang menjangkau kedua sektor, Paradigm berada dalam posisi unik untuk menjadi jembatan antara dua revolusi teknologi ini.
Dampak bagi Ekosistem Kripto dan Investor
Dampak dari langkah Paradigm ini terhadap ekosistem kripto patut dicermati. Di satu sisi, diversifikasi ke AI menunjukkan bahwa para pemodal ventura kelas atas melihat peluang yang sama besarnya โ bahkan mungkin lebih besar โ di luar kripto. Ini bisa berarti persaingan alokasi modal yang lebih ketat bagi startup blockchain. Namun di sisi lain, keterlibatan Paradigm di kedua sektor dapat mempercepat integrasi AI-blockchain yang selama ini masih dalam tahap eksperimental.
Bagi investor kripto ritel, perkembangan ini adalah pengingat bahwa narasi investasi teknologi terus berevolusi. Jika firma sekaliber Paradigm yang telah meraup total lebih dari $4,5 miliar dana kelolaan mulai melebarkan sayap, itu bisa menjadi sinyal bahwa siklus hype kripto berikutnya akan semakin terkait erat dengan AI. Konvergensi ini mungkin akan melahirkan proyek-proyek hybrid yang sulit dikategorikan secara tradisional โ dan berpotensi membentuk lanskap investasi teknologi untuk satu dekade ke depan.
Terlepas dari arah baru ini, satu hal yang pasti: Paradigm tetap menjadi salah satu penentu arah utama di industri kripto. Dengan dana baru sebesar $1,2 miliar yang siap digelontorkan, baik startup AI maupun blockchain akan berebut mendapatkan restu dari firma legendaris yang pernah mendanai unicorn seperti Uniswap, Optimism, dan Flashbots ini.
Sumber: CoinDesk / Bloomberg (8 Juli 2026)



