Perusahaan tokenisasi yang didukung oleh raksasa investasi BlackRock dan ARK Invest, Securitize (SECZ), resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek New York (NYSE) pada Kamis, 2 Juli 2026. Namun yang membuat debut ini istimewa bukan hanya pencatatan sahamnya โ melainkan langkah perusahaan untuk secara bersamaan menerbitkan versi tokenisasi dari saham yang sama di blockchain Solana dan Avalanche.
Debut Bersejarah di NYSE dan Blockchain
Langkah ini menjadikan Securitize sebagai perusahaan publik pertama di dunia yang melakukan tokenisasi sahamnya sendiri pada hari pertama perdagangan. Dengan nilai tokenisasi mencapai sekitar $295 juta (sekitar Rp4,8 triliun) menurut data dari platform pelacakan RWA.xyz, ini adalah peluncuran saham tokenisasi terbesar yang pernah dilakukan oleh penerbit saham itu sendiri.
Saham SECZ mengalami kenaikan sekitar 10% pada sesi perdagangan perdananya di NYSE, mengikuti penyelesaian merger SPAC dengan Cantor Equity Partners II. Bagi investor kripto dan tradisional, ini adalah sinyal kuat bahwa konvergensi antara pasar modal konvensional dan infrastruktur blockchain semakin nyata dan tak terelakkan.
Model Issuer-Sponsored: Bukan Tokenisasi Pihak Ketiga
Yang membedakan pendekatan Securitize dari produk saham tokenisasi yang sudah ada adalah model "issuer-sponsored" atau yang disponsori langsung oleh penerbit. Berbeda dengan produk tokenisasi pihak ketiga yang seringkali beroperasi di luar yurisdiksi Amerika Serikat melalui entitas luar negeri, saham tokenisasi SECZ diterbitkan langsung oleh perusahaan dan tersedia bagi investor AS yang memenuhi syarat melalui platform teregulasi milik Securitize.
Dalam pernyataan resminya, CEO Securitize Carlos Domingo menegaskan, "Kami telah lama mengatakan bahwa saham publik akan berpindah ke onchain, dan tidak ada validasi yang lebih kuat atas keyakinan itu selain mentokenisasi saham publik kami sendiri pada hari pertama." Domingo juga menekankan bahwa perusahaannya ingin memimpin dengan contoh dan menunjukkan bahwa menerbitkan saham nyata โ bukan saham tiruan atau produk sintetis โ adalah sesuatu yang bisa dilakukan sekarang.
Infrastruktur dan Kemitraan Strategis
Securitize sendiri bukanlah pendatang baru di dunia tokenisasi. Didirikan pada tahun 2017, perusahaan ini telah membangun infrastruktur tokenisasi untuk institusi keuangan besar termasuk BlackRock, Apollo, KKR, Hamilton Lane, dan VanEck. Mereka menyediakan layanan penerbitan, agen transfer, dan administrasi dana untuk sekuritas berbasis blockchain.
Baru-baru ini, perusahaan induk NYSE, Intercontinental Exchange (ICE), bermitra dengan Securitize untuk mengembangkan infrastruktur bagi saham tokenisasi. Securitize juga bekerja sama dengan Computershare dan Continental โ dua agen transfer terbesar di dunia โ untuk membantu perusahaan publik menerbitkan saham mereka dalam bentuk token di jaringan blockchain.
Pasar Tokenisasi Menuju Triliunan Dolar
Langkah Securitize ini hadir di tengah gelombang besar tokenisasi aset dunia nyata (RWA) yang diprediksi akan menjadi pasar bernilai triliunan dolar. Citi memproyeksikan pasar sekuritas tokenisasi akan mencapai $5,5 triliun pada tahun 2030, sementara Boston Consulting Group dan Ripple memperkirakan pasar ini bisa tumbuh hingga $18,9 triliun pada tahun 2033.
Dengan memilih Solana dan Avalanche sebagai jaringan untuk saham tokenisasinya, Securitize juga menunjukkan preferensi terhadap blockchain dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah yang semakin menjadi pilihan utama untuk aplikasi keuangan institusional. Keputusan ini memberikan legitimasi lebih bagi kedua ekosistem blockchain tersebut di mata investor tradisional dan regulator.
Penutup: Sinyal bagi Masa Depan Pasar Modal
Debut Securitize di NYSE dengan saham tokenisasi adalah babak baru dalam evolusi pasar modal global. Ini menandai pergeseran dari eksperimen menjadi implementasi nyata di mana saham perusahaan publik bisa diperdagangkan 24/7, diselesaikan hampir secara instan, dan interoperabel dengan aplikasi keuangan berbasis blockchain. Bagi Indonesia, ini adalah pengingat bahwa revolusi tokenisasi aset sedang berlangsung dan regulator serta pelaku pasar lokal perlu bersiap menghadapi gelombang perubahan ini.
Sumber: CoinDesk



