Di tengah tekanan bearish yang menghantam pasar kripto sepanjang kuartal kedua tahun 2026, satu sektor justru mencatatkan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah: prediction markets. Menurut laporan terbaru CoinGecko yang dirilis Kamis (16/7), volume nosional pasar prediksi melonjak ke rekor $113,8 miliar pada Q2 2026, bertolak belakang dengan hampir semua metrik utama pasar kripto yang mengalami kontraksi signifikan.
Pasar Kripto Tradisional Merosot Tajam
Laporan CoinGecko 2026 Q2 Crypto Industry Report mengungkapkan bahwa volume perdagangan spot di 10 bursa terpusat (CEX) teratas anjlok 27,9% menjadi $1,95 triliun, turun dari $2,7 triliun pada kuartal pertama. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat investor ritel dan institusi terhadap aset kripto di tengah tekanan makroekonomi global yang belum mereda.
Tidak hanya pasar spot, volume perpetual futures di CEX juga mencatat penurunan 10% menjadi $12,7 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar stablecoin menyusut 1,6% menjadi $305,1 miliar, menandakan likuiditas yang mulai mengering dari ekosistem kripto secara keseluruhan.
Aktivitas di bursa terdesentralisasi (DEX) juga ikut melemah. Sepuluh DEX teratas hanya memproses volume sebesar $408,9 miliar, turun signifikan dari $556,4 miliar di Q1. Uniswap tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa 41,2% meskipun volumenya sendiri turun 21,4% menjadi $168,5 miliar. Tekanan ini diperparah oleh total kapitalisasi pasar kripto yang turun 12,6% menjadi $2,1 triliun, serta rekor peretasan DeFi pada bulan April yang menimbulkan kekhawatiran keamanan di seluruh platform terdesentralisasi.
Prediction Markets Justru Meledak: Rekor $113,8 Miliar
Namun di luar gejolak pasar kripto tradisional, sektor prediction markets justru menunjukkan pertumbuhan eksplosif. Puncak aktivitas terjadi pada bulan Juni, bertepatan dengan dimulainya Piala Dunia FIFA 2026, di mana volume nosional bulanan mencapai rekor tertinggi $50,7 miliar — naik 91,9% dari rata-rata lima bulan sebelumnya. Pasar taruhan pemenang Piala Dunia di Polymarket sendiri telah menarik lebih dari $3,3 miliar volume perdagangan, menjadikannya salah satu kontrak terbesar yang pernah ada di platform tersebut.
Pergeseran Dominasi Platform: Kalshi vs Polymarket
Kalshi mempertahankan posisinya sebagai platform prediction market terbesar dengan pangsa pasar 58,9%, sementara Polymarket mengalami penurunan pangsa dari 35,8% menjadi 30,2%. Menariknya, Rothera Markets yang didukung Robinhood naik ke posisi keempat, menandakan masuknya pemain-pemain besar dari industri keuangan tradisional ke arena pasar prediksi berbasis blockchain.
Fenomena ini menegaskan bahwa pasar prediksi kini memiliki dua mesin pertumbuhan utama: olahraga dan politik. Selain Piala Dunia, kontrak-kontrak yang terkait dengan pemilihan presiden AS 2028 juga menduduki peringkat teratas di antara pasar terbesar Polymarket. Kombinasi keduanya menciptakan ekosistem taruhan berbasis informasi yang semakin matang dan menarik minat lintas demografi.
Regulasi Jadi Batu Sandungan Utama
Pertumbuhan pesat ini juga menarik perhatian regulator. Di Amerika Serikat, terjadi ketegangan antara regulator federal dan pemerintah negara bagian mengenai apakah prediction markets seharusnya diperlakukan sebagai pasar keuangan atau platform perjudian. Gugatan hukum terhadap platform seperti Kalshi meningkat sepanjang 2026, menciptakan ketidakpastian regulasi yang dapat membayangi pertumbuhan sektor ini ke depan. Otoritas di yurisdiksi lain, termasuk Republik Ceko, juga mulai bergerak membatasi akses ke platform seperti Polymarket dengan alasan aturan perjudian dan integritas pasar.
Kesimpulan: Momentum Tahan Krisis, Tapi Regulasi Menanti
Performa divergen antara prediction markets dan pasar kripto konvensional di Q2 2026 memberikan gambaran menarik tentang arah industri. Sementara aset kripto masih bergulat dengan sentimen bearish dan arus keluar likuiditas, sektor prediction markets membuktikan bahwa utilitas blockchain dalam bentuk pasar informasi terdesentralisasi memiliki daya tarik yang tahan terhadap siklus pasar. Pertanyaan besarnya kini: dapatkah momentum ini berlanjut setelah Piala Dunia usai, dan bagaimana lanskap regulasi akan membentuk masa depan prediction markets?
Sumber: CoinGecko 2026 Q2 Crypto Industry Report, CoinTelegraph.



