Pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ) mengguncang komunitas kripto global pekan ini setelah mengusulkan pembekuan sekitar 1,1 juta Bitcoin milik pencipta misteriusnya, Satoshi Nakamoto. Usulan yang dilontarkan dalam sebuah podcast bersama Galaxy Digital ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa komputer kuantum suatu hari nanti mampu memecahkan kriptografi yang mengamankan jaringan Bitcoin.
Latar Belakang: Harta Karun Satoshi Senilai $68 Miliar
Satoshi Nakamoto, sosok anonim yang menciptakan Bitcoin pada 2009, diyakini menyimpan lebih dari 1 juta BTC di alamat awal yang tidak pernah tersentuh sejak era awal blockchain. Dengan harga Bitcoin saat ini sekitar $62.000, nilai kepemilikan tersebut setara dengan hampir $68 miliar. CZ berargumen bahwa jika Satoshi tidak memindahkan koin tersebut dalam waktu 6 hingga 12 bulan setelah ancaman kuantum menjadi nyata, komunitas seharusnya mempertimbangkan untuk membekukan alamat-alamat itu.
"Jika kita tidak melakukan apa-apa terhadapnya, maka pada dasarnya kita memberikannya kepada seseorang yang akan meretasnya," tegas CZ dalam podcast tersebut. Ia menekankan pentingnya tindakan proaktif sebelum peretas kuantum dapat mencuri dana dalam jumlah masif tersebut.
Kubu Penolak: Melanggar Prinsip Permissionless
Proposal CZ langsung menuai respons beragam dari para tokoh paling berpengaruh di industri kripto. Michael Terpin, pendiri dan CEO Transform Ventures yang dikenal sebagai "godfather kripto," dengan tegas menolak ide tersebut. Menurutnya, membekukan koin Satoshi akan menciptakan preseden berbahaya yang melanggar prinsip fundamental Bitcoin sebagai sistem tanpa izin (permissionless).
"Meskipun saya menghargai proaktivitas dalam proposal CZ, ini membuka lereng licin yang menciptakan izin dalam sistem tanpa izin, terutama terkait properti pribadi," ujar Terpin. Ia juga meragukan komunitas Bitcoin yang terdesentralisasi dapat mencapai konsensus tentang perubahan semacam itu, mengingat butuh bertahun-tahun hanya untuk mengimplementasikan SegWit.
Solusi Teknis: Migrasi ke Kriptografi Tahan Kuantum
Sementara itu, Jameson Lopp, co-founder dan chief security officer Casa serta pengembang Bitcoin terkemuka, melihat isu ini dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, perdebatan sebenarnya bukan tentang koin Satoshi, melainkan tentang bagaimana mempersiapkan Bitcoin untuk era pasca-kuantum. Lopp adalah penulis Bitcoin Improvement Proposal 361 (BIP-361) yang menguraikan migrasi bertahap ke kriptografi tahan kuantum.
"Tujuannya adalah menciptakan insentif dan tenggat waktu agar pengguna, bursa, kustodian, dompet, dan institusi benar-benar bermigrasi tepat waktu," jelas Lopp. Ia sebelumnya juga menyatakan lebih baik membekukan kepemilikan Satoshi dan jutaan Bitcoin dorman lainnya daripada membiarkan peretas mencurinya.
Jalan Tengah: Perwalian Hukum ala Nic Carter
Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise, menawarkan jalan tengah yang menarik. Ia menolak baik membiarkan koin dicuri maupun membekukannya, dan justru mendukung proposal Nic Carter dari Castle Island Ventures yang menempatkan Bitcoin Satoshi ke dalam perwalian hukum (legal trust) hingga kepemilikan dapat dibuktikan melalui catatan elektronik historis.
"Saya sebenarnya menyukai proposal Nic Carter. Ini menghindari tantangan filosofis baik dari saran CZ maupun perspektif 'biarkan apa pun yang terjadi'," kata Hougan. Ia juga mencatat bahwa pasar sudah memperlakukan kepemilikan Satoshi sebagai tidak tersedia secara efektif, sehingga hampir setiap perkembangan seputar koin tersebut justru menciptakan lebih banyak risiko daripada peluang.
Kesimpulan: Debat Teoretis dengan Implikasi Besar
Untuk saat ini, perdebatan ini masih bersifat teoretis. Para peneliti masih bekerja pada kriptografi pasca-kuantum praktis untuk Bitcoin, dan belum ada konsensus tentang bagaimana jaringan harus merespons jika enkripsinya benar-benar menjadi rentan. Namun, proposal CZ telah berhasil membuka diskusi penting tentang masa depan keamanan Bitcoin di era komputasi kuantum.
Sumber: CoinDesk - "Bitcoin experts split over plan to freeze Satoshi's 1.1 million bitcoin as quantum threat grows" (4 Juli 2026)



