Pasar saham tokenisasi (tokenized stocks) mencatatkan tonggak sejarah baru. Kapitalisasi pasar global saham berbasis blockchain resmi menembus rekor $2,3 miliar pada Rabu (15/7), menandai All-Time High (ATH) pertama sejak produk ekuitas onchain mulai diperdagangkan. Pencapaian bersejarah ini menjadi bukti nyata bahwa minat investor terhadap produk keuangan tradisional di jalur blockchain terus melonjak meskipun pasar kripto secara umum masih dalam fase koreksi.
Dominasi Ethereum, BNB Chain, dan Solana
Data dari agregator Token Terminal yang dirilis melalui platform X pada Rabu malam menunjukkan bahwa jaringan Ethereum memimpin pangsa pasar sebesar 34%, disusul oleh BNB Chain dengan 30% dan Solana dengan 23%. Tiga blockchain raksasa ini secara kolektif mendominasi 87% dari total kapitalisasi pasar saham tokenisasi global, menegaskan posisi mereka sebagai infrastruktur utama bagi aset keuangan onchain.
Siapa Pendorong Utama ATH Ini?
Pendorong utama lonjakan ini datang dari produk xStocks milik bursa kripto Kraken yang berkontribusi $507 juta dan bStocks Binance sebesar $334 juta. Sementara itu, Ondo Finance tetap kokoh sebagai penerbit saham tokenisasi terbesar dengan $955 juta dalam ekuitas onchain, menurut data Token Terminal. Dominasi ketiga pemain ini menunjukkan bahwa investor institusional semakin nyaman dengan infrastruktur perdagangan saham berbasis blockchain.
Platform Kripto Berlomba Bawa Saham ke Blockchain
Semakin banyak platform kripto yang membawa produk investasi tradisional ke jaringan blockchain, secara efektif membuka akses bagi investor global di luar Amerika Serikat yang sebelumnya sulit menjangkau pasar saham AS. Saham tokenisasi juga menawarkan keunggulan signifikan berupa kepemilikan fraksional dan perdagangan 24/7 yang tidak tersedia di bursa saham konvensional.
Binance, bursa kripto terbesar di dunia, membuka perdagangan bebas komisi untuk lebih dari 7.000 saham AS dalam bentuk token pada 1 Juni lalu sebagai bagian dari strateginya menjadi platform multi-aset. Langkah ini mengikuti jejak Coinbase yang meluncurkan perdagangan saham dan ETF AS bebas komisi dengan ketersediaan 24/5 pada Desember 2025.
Ekspansi dan Diversifikasi Produk Onchain
Dalam perkembangan terpisah, Bitget meluncurkan penawaran proxy yang terkait dengan fase pra-IPO SpaceX milik Elon Musk pada April, menunjukkan semakin beragamnya produk investasi onchain. Sementara Bitpanda, bursa kripto yang berbasis di Wina, mengumumkan rencana ekspansi ambisius untuk menawarkan sekitar 10.000 saham dan ETF pada Januari mendatang.
Kraken sendiri menjadi pelopor dengan meluncurkan akses ke 11.000 saham dan ETF terdaftar di AS melalui produk xStocks pada April 2025. Volume perdagangan kumulatif xStocks telah melampaui $25 miliar dalam waktu sekitar delapan bulan sejak peluncuran, membuktikan bahwa permintaan untuk produk saham tokenisasi sangat nyata dan berkelanjutan.
Momentum Wall Street di Sektor RWA
Kabar ATH ini datang di tengah momentum positif sektor tokenisasi aset dunia nyata (RWA). DTCC baru saja memindahkan sekuritas tokenisasi ke dalam perdagangan live, sementara Cantor Fitzgerald dan Securitize berkolaborasi dalam pengembangan IPO berbasis blockchain. Langkah-langkah ini menandakan bahwa Wall Street semakin serius mengadopsi infrastruktur blockchain untuk produk keuangan tradisional.
Meski mencetak rekor, saham tokenisasi masih merupakan bagian kecil dari pasar RWA secara keseluruhan, hanya sekitar 5,5% dari total kapitalisasi pasar RWA sebesar $34 miliar. Pasar RWA sendiri melonjak 589% dari awal 2025 hingga Juni 2026, dipimpin oleh obligasi pemerintah dan dana pasar uang. Tokenisasi logam mulia juga menarik sekitar $1,5 miliar dalam nilai, naik 39% dalam periode yang sama.
Prospek dan Prediksi Pasar
Utang Treasury AS yang ditokenisasi senilai sekitar $15 miliar tetap mewakili segmen terbesar yakni 44% dari seluruh pasar RWA. Namun, laju pertumbuhan saham tokenisasi yang kini mencapai ATH menunjukkan bahwa diversifikasi produk RWA terus berakselerasi dengan cepat.
Pencapaian ATH ini terjadi di tengah koreksi pasar kripto yang lebih luas, dengan Bitcoin sempat menyentuh level terendah 21 bulan pada Juni lalu. Ketahanan sektor saham tokenisasi di tengah tekanan pasar menunjukkan bahwa minat institusional terhadap produk keuangan tradisional di jalur blockchain bersifat struktural dan berkelanjutan, tidak semata-mata didorong oleh sentimen pasar kripto jangka pendek.
Dengan semakin banyaknya institusi keuangan besar yang memasuki ruang tokenisasi dan dukungan regulasi yang mulai terbentuk, para analis memperkirakan pasar saham tokenisasi berpotensi melampaui $5 miliar pada akhir tahun 2026. Jika momentum ini berlanjut, 2026 bisa menjadi tahun di mana saham tokenisasi bertransformasi dari produk niche menjadi kelas aset mainstream di ekosistem keuangan global.



