Bitcoin

BIP-110: Proposal Kontroversial yang Memecah Komunitas Bitcoin

BIP-110: Proposal Kontroversial yang Memecah Komunitas Bitcoin

Key Takeaways

Proposal BIP-110 yang membatasi data non-finansial di blockchain Bitcoin memicu perpecahan di kalangan developer, miner, dan tokoh industri menjelang batas waktu aktivasi Agustus mendatang.

Komunitas Bitcoin kembali bergolak. Sebuah proposal bernama Bitcoin Improvement Proposal 110 atau BIP-110 telah memicu salah satu perdebatan governance terbesar sejak Blocksize War yang legendaris. Proposal ini mengusulkan pembatasan ketat terhadap penyimpanan data non-finansial di blockchain Bitcoin, dan kini menjadi titik panas yang mempertemukan nama-nama besar seperti Michael Saylor, Adam Back, hingga Luke Dashjr.

Akar Masalah: Dari Ordinals hingga BIP-110

Perdebatan ini bukanlah hal baru. Akarnya bisa ditelusuri hingga kemunculan protokol Ordinals pada awal 2023. Protokol ciptaan developer Casey Rodarmor ini memungkinkan gambar, teks, video, dan konten digital lainnya diinskripsi langsung ke satoshi โ€” unit terkecil Bitcoin. Menggunakan fitur dari upgrade SegWit dan Taproot, Ordinals menciptakan aset mirip NFT langsung di atas blockchain Bitcoin.

Seiring popularitas Ordinals dan token BRC-20 melonjak, permintaan terhadap ruang blok Bitcoin meningkat drastis, mendorong biaya transaksi ke level yang lebih tinggi. Para pendukung berargumen bahwa biaya ini menghasilkan pendapatan tambahan bagi miner dan memperkuat keamanan jangka panjang jaringan. Namun pihak kontra, termasuk Luke Dashjr, menyebut inskripsi ini sebagai spam yang mengeksploitasi jaringan Bitcoin dan bukan transaksi keuangan yang sah.

Apa yang Akan Diubah oleh BIP-110?

BIP-110 hadir sebagai respons terhadap kekhawatiran tersebut. Sebagai soft fork, proposal ini akan memperketat aturan konsensus Bitcoin dengan beberapa pembatasan teknis. Pertama, membatasi output transaksi baru hingga 34 byte. Kedua, mengembalikan batas 83 byte untuk output OP_RETURN. Ketiga, membatasi elemen witness tertentu hingga 256 byte. Keempat, membatasi sementara sejumlah fitur Taproot yang umum digunakan untuk inskripsi.

Periode sinyal wajib BIP-110 dimulai pada Agustus mendatang, namun sejauh ini hanya 1% miner yang menunjukkan dukungan berdasarkan dashboard monitoring resmi proposal tersebut. Angka ini mencerminkan resistensi kuat dari ekosistem penambangan terhadap perubahan konsensus yang dianggap terlalu drastis.

Tokoh Kunci dan Sikap Mereka

Tokoh-tokoh besar Bitcoin telah menyatakan sikap tegas terhadap BIP-110. Michael Saylor, Executive Chairman Strategy, menulis di X bahwa ada 110 hal yang lebih berbahaya bagi Bitcoin daripada spam. Ia menekankan bahwa BIP-110 mengubah sengketa spam menjadi perubahan konsensus yang akan membatalkan transaksi valid yang membayar biaya โ€” dan preseden itulah bahaya sesungguhnya.

Jameson Lopp, Chief Security Officer Casa, dalam sebuah blog post Februari lalu berargumen bahwa BIP-110 akan melemahkan dua properti utama Bitcoin: ketahanan terhadap sensor dan prediktabilitas. "Kekuatan Bitcoin terletak pada sifatnya yang tahan sensor dan dapat diprediksi," tulis Lopp. "BIP-110 memberi sinyal bahwa protokol dapat diubah untuk menyensor transaksi yang dianggap tidak diinginkan secara subjektif, mengikis citra Bitcoin sebagai uang terprogram tanpa izin."

Sementara itu, CEO Blockstream Adam Back mengambil posisi berbeda. Ia menegaskan bahwa desain terdesentralisasi Bitcoin mencegah pengguna memaksakan preferensi mereka kepada pihak lain, dan proses konsensus teknis Bitcoin sengaja dirancang agar sulit diubah. Jika pendukung perubahan ingin fork sendiri, mereka bebas melakukannya โ€” tetapi Bitcoin tidak akan bergabung.

Samson Mow, mantan CSO Blockstream, dalam esai panjang berjudul The Bitcoin Alliance mengajak komunitas untuk melihat diri mereka sebagai aliansi ketimbang sekadar komunitas. Ia mengingatkan kembali pelajaran dari Blocksize War 2015-2017 โ€” ketika kubu small block dan big block bertarung memperebutkan batas ukuran blok 1 MB yang akhirnya berujung pada lahirnya Bitcoin Cash dan Bitcoin SV.

Dampak dan Analisis

Mow mengaku khawatir terhadap spam blockchain namun menolak BIP-110 karena perubahan protokol memerlukan konsensus luas. Ia juga mengkritik developer Bitcoin Core atas penanganan perubahan kebijakan OP_RETURN baru-baru ini yang dinilai penuh kesalahan, mulai dari memblokir pengguna di GitHub hingga penggunaan "ninja ACK" yang kontroversial. "Orang menyimpan waktu dan nilai mereka dalam Bitcoin. Apapun yang tampak mengancam itu akan membuat semua orang bangkit dan bersiap," tulisnya.

Dengan dukungan miner yang sangat minim dan perpecahan opini di kalangan tokoh kunci, masa depan BIP-110 masih sangat tidak pasti. Yang jelas, proposal ini telah membuka kembali pertanyaan fundamental: siapa yang berhak menentukan arah evolusi Bitcoin, dan dengan cara apa keputusan itu diambil?

Sumber: Decrypt - "What Is BIP-110 and Why Is It Dividing the Bitcoin Community?" (15 Juli 2026)

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar