BlackRock (BLK), manajer aset terbesar dunia, melaporkan penurunan tajam pada lini bisnis aset digital mereka dalam laporan keuangan kuartal kedua 2026 yang dirilis Rabu (15/7). Total aset produk digital perusahaan anjlok 39% menjadi $48,8 miliar, dibandingkan $79,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini terjadi meskipun investor terus mengucurkan dana segar ke produk kripto BlackRock. Perusahaan mencatat arus masuk bersih (net inflows) sebesar $15,1 miliar selama 12 bulan terakhir. Namun, angka tersebut tidak mampu mengimbangi depresiasi pasar yang mencapai $45,8 miliar — menunjukkan betapa eratnya bisnis ETF kripto BlackRock dengan fluktuasi harga aset digital.
Kuartal Kedua yang Lemah
Tekanan berlanjut pada kuartal kedua 2026, di mana produk aset digital BlackRock mencatat arus keluar bersih (net outflows) sebesar $3,1 miliar. Bitcoin (BTC) turun lebih dari 14% sepanjang kuartal tersebut, sementara Ether (ETH) mengalami penurunan lebih dalam sekitar 25%.
Angka-angka ini kontras tajam dengan kinerja keseluruhan BlackRock yang justru mencetak rekor. Total aset kelolaan (AUM) perusahaan mencapai $15,3 triliun setelah menarik $192 miliar arus masuk bersih pada kuartal kedua. BlackRock juga melampaui ekspektasi Wall Street dengan laba per saham disesuaikan sebesar $13,91 dan pendapatan $7,08 miliar.
Saham BLK diperdagangkan naik 4,15% ke level £1.068 dalam perdagangan pra-pasar Rabu.
Target Ambisius 2030
Dalam earnings call, BlackRock mengungkapkan target pendapatan tahunan sebesar $500 juta dari bisnis kripto pada tahun 2030 — meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan $40 juta yang saat ini dihasilkan dari biaya dasar dan securities lending. Angka ini masih kurang dari 1% total pendapatan biaya perusahaan.
BlackRock terus memperluas jajaran ETF kripto mereka sejak meluncurkan ETF Bitcoin spot (IBIT) dan ETF Ether spot (ETHA) pada 2024. Baru-baru ini, perusahaan memperkenalkan iShares Bitcoin Income ETF (BITY), yang menghasilkan pendapatan melalui strategi covered call options pada eksposur Bitcoin.
Visi Dompet Digital
Martin Small, Chief Financial Officer BlackRock, mengungkapkan visi ambisius perusahaan dalam earnings call. Ia menyebut 5 miliar dompet kripto global sebagai kanal distribusi baru untuk produk investasi tradisional BlackRock.
"Mereka semua adalah calon pengguna baru untuk model portofolio, UKM dan managed accounts, dalam format tokenisasi. Kami ingin membangun manajer aset yang native untuk dompet digital," ujar Small.
BlackRock juga mengelola cadangan USDC Circle senilai $60 miliar, sekitar seperempat dari total pasar stablecoin $300 miliar, dan ingin menjadi manajer cadangan pilihan industri stablecoin.
Laporan ini menjadi pengingat bahwa meskipun institusi keuangan besar semakin terlibat dalam kripto, volatilitas harga aset digital tetap menjadi faktor dominan yang memengaruhi valuasi bisnis terkait.



