Bitcoin

BREAKING: Bitcoin Melonjak ke $65.000 Usai Inflasi AS Mereda

BREAKING: Bitcoin Melonjak ke $65.000 Usai Inflasi AS Mereda

Key Takeaways

Bitcoin melonjak ke level tertinggi tiga pekan di $65.000 menyusul data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi, meskipun dua kelompok investor justru menjual di tengah reli.

Inflasi AS Melandai, Bitcoin Cetak Harga Tertinggi Tiga Pekan

Harga Bitcoin melonjak tajam ke level $65.000 pada Kamis dini hari, mencatatkan level tertinggi dalam tiga pekan terakhir sejak 22 Juni 2026. Reli ini dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat bulan Juni yang secara mengejutkan berada di bawah konsensus pasar, meredakan kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Konsumen (CPI) utama naik hanya 3,5% year-over-year (YoY) pada Juni, jauh di bawah ekspektasi konsensus sebesar 3,8%. Sementara itu, CPI inti โ€” yang mengecualikan komponen pangan dan energi yang volatil โ€” tercatat 2,6% YoY dengan pembacaan flat month-over-month. Tak hanya itu, Indeks Harga Produsen (PPI) Juni yang dirilis keesokan harinya juga menunjukkan pendinginan inflasi di tingkat produsen.

Kedua laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan ini langsung memicu reli di pasar keuangan global. Indeks dolar AS (DXY) terpantau turun setengah persen ke level 100,48, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yield) ikut menurun. Pelemahan dolar secara historis menjadi katalis positif bagi aset berisiko seperti Bitcoin dan cryptocurrency secara umum.

Dua Kelompok Investor Justru Ambil Untung di Tengah Reli

Namun, data on-chain dari Glassnode mengungkapkan dinamika yang lebih kompleks di balik kenaikan harga ini. Dua kelompok investor utama justru memanfaatkan momentum reli untuk menjual kepemilikan mereka, menciptakan tekanan jual yang berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut.

Kelompok pertama adalah pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH) โ€” alamat yang telah menyimpan Bitcoin setidaknya selama lima bulan. Para LTH yang membeli di dekat puncak harga tahun lalu kini menggunakan reli ini sebagai kesempatan untuk keluar (capitulate), menjual koin mereka dengan kerugian lebih kecil dibandingkan jika dijual saat BTC berada di bawah $60.000. Pola ini konsisten dengan karakteristik pemegang jangka panjang yang kehabisan keyakinan terhadap keberlanjutan reli.

Kelompok kedua adalah pemegang jangka pendek (short-term holders/STH) yang baru membeli Bitcoin di sekitar level terendah baru-baru ini. Data menunjukkan STH merealisasikan keuntungan dengan volume lebih dari $4 juta per hari, gelombang aksi ambil untung yang mengingatkan pada pola serupa di bulan Mei lalu ketika BTC sempat menyentuh rata-rata pergerakan 200-harinya di atas $82.000.

Kombinasi aksi jual simultan dari kedua kelompok ini menciptakan apa yang disebut analis sebagai overhead supply โ€” pasokan jual yang membebani pergerakan harga tepat ketika pasar berusaha menembus level resistance kunci.

Analis Peringatkan Risiko Geopolitik dan Data Inflasi Kedaluwarsa

Sejumlah analis dan pelaku pasar juga menyuarakan skeptisisme terhadap keberlanjutan reli yang dipicu data inflasi ini. Ryan Lee, kepala analis di bursa kripto Bitget, mengingatkan bahwa penurunan CPI sebagian besar didorong oleh anjloknya harga bensin sebesar 10% sepanjang Juni โ€” sebuah tren yang sudah berbalik sebelum laporan bahkan dipublikasikan, dengan harga minyak Brent kini berada di level tertinggi satu bulan di tengah eskalasi ketegangan di Selat Hormuz.

"Pasar sedang merayakan foto kondisi Juni, sementara Juli berkembang dengan sangat berbeda. Data inflasi Juli nantinya akan menjadi yang pertama membawa premi perang," ujar Lee melalui email.

Jasper De Maere, trader OTC di Wintermute, juga menyerukan kehati-hatian. "Meskipun data inflasi benar-benar konstruktif dan headline positif sangat menyegarkan, perlu dicatat bahwa latar belakang belum bersih โ€” serangan AS ke Iran memasuki hari keempat berturut-turut, dan Fear & Greed Index hanya bergerak dari 22 ke 25, masih di zona Extreme Fear," jelasnya.

Volume Perdagangan Meningkat, Minat Institusional Tetap Kuat

Terlepas dari dinamika tersebut, reli Bitcoin ke $65.000 menandai kenaikan sekitar 5,7% dari level $61.500 di awal pekan. Volume perdagangan di bursa terpusat (CEX) juga meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan di Juni, dengan perdagangan spot naik 15,3% menjadi $1,11 triliun, menunjukkan bahwa minat institusional terhadap aset kripto tetap kuat di tengah ketidakpastian makroekonomi global. Sentimen pasar secara bertahap mulai membaik meskipun masih berada dalam zona ketakutan, memberikan harapan bagi kelanjutan tren positif jika tekanan geopolitik mereda dalam beberapa pekan mendatang.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar