Regulasi

BREAKING: Senat AS Tolak Bulat Grasi Pendiri FTX Sam Bankman-Fried

BREAKING: Senat AS Tolak Bulat Grasi Pendiri FTX Sam Bankman-Fried

Key Takeaways

Senat Amerika Serikat secara bulat menyetujui resolusi yang menyatakan bahwa pendiri FTX Sam Bankman-Fried tidak boleh menerima pengampunan presiden dalam keadaan apa pun, dipimpin oleh Senator Cynthia Lummis.

Senat Amerika Serikat pada hari Rabu secara bulat menyetujui sebuah resolusi yang menyatakan bahwa pendiri bursa kripto FTX, Sam Bankman-Fried, tidak boleh menerima grasi atau pengampunan presiden dalam keadaan apa pun. Resolusi bipartisan yang dipimpin oleh Senator Cynthia Lummis dari Wyoming dan Ruben Gallego dari Arizona ini menegaskan pandangan tegas Kongres terhadap salah satu kasus penipuan keuangan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Resolusi Tanpa Perlawanan di Senat

Resolusi tersebut disahkan melalui prosedur unanimous consent, sebuah mekanisme di Senat yang memungkinkan suatu resolusi lolos tanpa pemungutan suara formal selama tidak ada satu pun senator yang mengajukan keberatan. Fakta bahwa tidak ada satu pun senator dari kedua partai yang menolak resolusi ini menunjukkan betapa kuatnya konsensus politik bahwa Bankman-Fried tidak pantas mendapatkan keringanan hukuman.

Senator Cynthia Lummis, yang dikenal sebagai pendukung paling vokal industri kripto di Kongres dan telah menghabiskan bertahun-tahun merancang regulasi yang diinginkan industri, justru menjadi tokoh utama di balik upaya untuk memastikan salah satu figur paling kontroversial di industri ini tetap berada di balik jeruji besi. "Dia sudah mendapat hari pengadilannya," tegas Lummis saat memperkenalkan resolusi tersebut pada 17 Juni lalu. Senator Gallego menambahkan dengan empat kata tegas: "Keep him locked up."

Skandal FTX: Penipuan Senilai $8 Miliar

Sam Bankman-Fried divonis bersalah pada November 2023 atas tujuh dakwaan terkait keruntuhan FTX, yang oleh jaksa disebut sebagai salah satu penipuan keuangan terbesar dalam sejarah AS. Lebih dari 150.000 nasabah Amerika kehilangan dana lebih dari $8 miliar (sekitar Rp128 triliun) akibat skema yang dijalankan Bankman-Fried melalui dua perusahaannya, FTX dan Alameda Research.

Modus operandinya melibatkan pemindahan miliaran dolar deposit nasabah FTX ke Alameda Research, perusahaan trading miliknya sendiri, yang kemudian menghabiskan dana tersebut untuk perdagangan berisiko, investasi ventura, donasi politik, dan pembelian properti mewah di Bahama. Perangkat lunak FTX secara khusus mengecualikan Alameda dari aturan yang seharusnya memaksa perusahaan itu menutupi kerugiannya seperti pedagang lainnya.

Skandal ini terbongkar setelah CoinDesk memperoleh neraca keuangan Alameda pada November 2022 dan menemukan bahwa sebagian besar aset perusahaan tersebut adalah token FTT—sebuah token yang diciptakan sendiri oleh FTX dan bisa diterbitkan sesuka hati. Jaminan yang menopang Alameda pada dasarnya adalah sesuatu yang diciptakan oleh perusahaan saudaranya sendiri.

Keretakan semakin melebar setelah Binance, bursa kripto terkemuka, mengumumkan akan menjual seluruh kepemilikan FTT-nya beberapa hari kemudian, memicu keruntuhan harga FTT yang cepat. Nasabah bergegas menarik deposit mereka, dan FTX tidak bisa mengembalikan uang tersebut karena dana itu sudah tidak ada. Bursa ini mengajukan kebangkrutan pada 11 November 2022, hanya sekitar seminggu setelah laporan CoinDesk terbit.

Konteks Politik dan Regulasi

Bankman-Fried saat ini tidak memenuhi syarat untuk dibebaskan hingga sekitar tahun 2044. Presiden Donald Trump sebelumnya telah menyatakan pada Januari lalu bahwa ia tidak memiliki rencana untuk memberikan grasi kepada Bankman-Fried, meskipun Trump telah membersihkan nama pendiri Binance Changpeng Zhao dan kreator Silk Road Ross Ulbricht, bersama dengan pelaku kejahatan kerah putih lainnya.

Resolusi Senat ini muncul di tengah dinamika politik yang lebih luas, di mana Trump dijadwalkan bertemu dengan beberapa senator pada hari Kamis untuk membahas rancangan undang-undang CLARITY Act yang mengatur kerangka regulasi aset digital di Amerika Serikat. Pertemuan tersebut bertujuan menyelesaikan bagian etika dari RUU tersebut sebelum reses Senat pada Agustus mendatang.

Langkah Senat ini juga terjadi bersamaan dengan sidang konfirmasi Todd Blanche, calon Jaksa Agung pilihan Trump, yang mendapat kritik tajam dari Komite Kehakiman Senat atas pendekatannya terhadap penegakan hukum kripto dan pengampunan yang diberikan Trump kepada Changpeng Zhao. Senator dari Partai Demokrat mempertanyakan pembubaran unit kripto di Departemen Kehakiman yang sebelumnya menangani kasus-kasus seperti FTX.

Dengan disahkannya resolusi ini, Kongres Amerika Serikat mengirimkan pesan yang jelas bahwa era impunitas bagi penipuan berskala besar di industri kripto telah berakhir. Bagi komunitas kripto global, keputusan Senat AS ini menjadi preseden penting dalam upaya membangun legitimasi industri aset digital melalui penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan keuangan.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar