Raksasa perbankan investasi Morgan Stanley resmi meluncurkan layanan perdagangan aset kripto spot di platform E*TRADE miliknya pada Kamis (16/7), memungkinkan jutaan nasabah ritel untuk membeli, menjual, dan menyimpan Bitcoin, Ethereum, dan Solana langsung dari akun investasi mereka. Langkah ini menandai titik balik penting dalam adopsi aset digital oleh institusi keuangan tradisional Amerika Serikat.
Detail Layanan dan Kemitraan Strategis
Peluncuran ini merupakan hasil kemitraan strategis antara Morgan Stanley dan Zero Hash, penyedia infrastruktur aset digital terkemuka yang akan menangani eksekusi perdagangan dan penyimpanan (custody) aset kripto. Dengan biaya transaksi kompetitif sebesar 50 basis poin (0,5%), E*TRADE kini memungkinkan investor untuk melihat kepemilikan kripto mereka berdampingan dengan saham, obligasi, dan instrumen investasi tradisional lainnya dalam satu dasbor terpadu.
E*TRADE, yang melayani sekitar 8,6 juta rumah tangga dengan total aset klien mencapai $1,56 triliun per 31 Maret 2026, menjadi salah satu platform broker terbesar yang menawarkan perdagangan kripto spot langsung. Chad Turner, Head of Morgan Stanley Wealth Management Platforms, menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari strategi aset digital perusahaan yang lebih luas. "Dengan peluncuran trading kripto di E*TRADE, kami memajukan strategi aset digital dan menghadirkan kapabilitas baru kepada klien secara terintegrasi," ujarnya.
Ekspansi Kripto Morgan Stanley sepanjang 2026
Inisiatif ini bukanlah langkah pertama Morgan Stanley di dunia kripto. Sepanjang tahun 2026, bank investasi berusia 90 tahun ini telah menunjukkan komitmen serius terhadap aset digital. Pada Januari, mereka mendaftarkan proposal ETF Bitcoin dan Solana spot ke SEC. Di bulan April, Morgan Stanley meluncurkan ETF Bitcoin spot dengan biaya manajemen terendah di pasar AS saat itu โ hanya 0,14% โ yang kini telah mengumpulkan sekitar $385 juta dalam aliran masuk bersih kumulatif. Di bulan yang sama, mereka juga memperkenalkan produk money market fund untuk penerbit stablecoin melalui divisi wealth management.
Selain perdagangan spot, Morgan Stanley juga mengumumkan rencana untuk mentransisikan layanan aset digital ke Morgan Stanley Digital Trust, sebuah bank trust nasional yang sedang dalam proses pendirian. Langkah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan dan kerangka regulasi yang lebih kuat bagi nasabah kripto E*TRADE. Untuk saat ini, aset digital disimpan dalam akun Zero Hash terpisah yang tidak dilindungi oleh asuransi FDIC atau SIPC โ sebuah detail penting yang perlu diperhatikan investor.
Dampak dan Analisis
Dampak dari peluncuran ini sangat signifikan bagi ekosistem kripto global. Dengan basis nasabah yang luas dan reputasi sebagai salah satu institusi keuangan paling berpengaruh di dunia, masuknya Morgan Stanley ke perdagangan kripto spot berpotensi membuka pintu bagi gelombang baru investor ritel dan institusional. Ini juga menempatkan tekanan kompetitif pada platform seperti Coinbase, Robinhood, dan bursa kripto lainnya yang selama ini mendominasi pasar ritel AS.
Pengamat industri menilai langkah Morgan Stanley sebagai validasi lebih lanjut bahwa aset kripto telah menjadi kelas aset yang tidak bisa diabaikan oleh institusi keuangan arus utama. Dengan tiga aset โ Bitcoin, Ethereum, dan Solana โ sebagai trio pembuka, tidak menutup kemungkinan E*TRADE akan memperluas dukungan ke lebih banyak token di masa mendatang, terutama jika permintaan nasabah terus meningkat.
Sumber: Cointelegraph, Decrypt, Morgan Stanley Press Release (16 Juli 2026).



