Bitcoin

BREAKING: Strategy Jual 3.588 BTC Senilai $216 Juta, Pertama Kali dalam Sejarah

BREAKING: Strategy Jual 3.588 BTC Senilai $216 Juta, Pertama Kali dalam Sejarah

Key Takeaways

Strategy (MicroStrategy) untuk pertama kalinya menjual 3.588 BTC senilai $216 juta. Lyn Alden sebut sentimen Bitcoin di level terendah, sementara analis melihat sinyal textbook bottom.

Strategy Jual Bitcoin Pertama Kali

Untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan, Strategy (sebelumnya MicroStrategy) menjual sebagian kepemilikan Bitcoin-nya. Berdasarkan laporan 8-K mingguan yang dirilis Senin lalu, perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini melepas 3.588 BTC senilai sekitar $216 juta dolar AS.

Penjualan ini menjadi momen bersejarah karena Strategy selama ini dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia yang tidak pernah menjual aset kripto utamanya. Langkah ini mengejutkan pasar dan memicu diskusi luas tentang kondisi pasar kripto saat ini.

Bitcoin Harus Bertahan Sendiri

Lyn Alden, seorang macroeconomist yang fokus pada Bitcoin, menanggapi penjualan ini dalam wawancara dengan jurnalis Natalie Brunell pada Selasa lalu. Alden menyatakan bahwa Bitcoin harus bisa bertahan atas dasar fundamentalnya sendiri.

"Saya tidak berpikir ada yang akan datang untuk menyelamatkan Bitcoin. Aset ini harus bertahan berdasarkan kemampuannya sendiri," ujar Alden. Ia menekankan pentingnya sifat dasar Bitcoin sebagai penyimpan nilai yang likuid dan tanpa izin, alih-alih bergantung pada katalis eksternal atau pembeli institusional besar.

Namun di balik penjualan ini, Grayscale melihat sisi positif. Dalam analisis terbarunya, Grayscale menyebutkan bahwa penjualan Bitcoin Strategy justru bisa memberikan "durable bottom" atau dasar harga yang lebih kokoh bagi BTC.

Sentimen Bitcoin di Level Terendah

Alden juga mengungkapkan bahwa sentimen pasar Bitcoin saat ini berada di level terendah yang pernah ia saksikan. "Ini adalah sentimen terendah yang secara pribadi pernah saya lihat pada Bitcoin," katanya, merujuk pada kombinasi narasi yang memudar dan kekecewaan di kalangan investor.

Sementara itu, analis kuantitatif Bitcoin dengan nama samaran Frank menyebut bahwa Bitcoin sedang membentuk "textbook bottom" atau titik dasar yang mengikuti pola historis. Indikator 200-week Simple Moving Average (SMA) menunjukkan bahwa harga BTC kini berada di zona pembalikan yang sama seperti yang terjadi pada akhir pasar bearish 2022 dan crash COVID-19 Maret 2020.

Sinyal Bullish dari STH-SOPR

Frank juga mencatat bahwa Short-Term Holder Spent Output Profit Ratio (STH-SOPR), metrik yang mengukur apakah pemegang jangka pendek menjual dalam kondisi untung atau rugi, kini berbalik positif. "Pasar yang memperlakukan pemegang jangka pendek dengan baik adalah karakteristik pasar bullish," tulisnya.

Meski demikian, platform analitik on-chain CryptoQuant memberikan peringatan bahwa STH-SOPR mungkin belum menunjukkan sinyal kapitulasi penuh. Kontributor Trader Germini mencatat bahwa metrik ini biasanya turun lebih dalam pada zona pembalikan yang lebih kuat, dan saat ini belum mencapai level kapitulasi yang terlihat di sekitar 0,93.

Tekanan Geopolitik Iran

Tekanan juga datang dari ketegangan geopolitik. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir setelah kedua negara saling melancarkan serangan udara. Harga minyak melonjak dan pasar saham serta kripto ikut tertekan. Bitcoin sempat turun ke level $62.000 pada Rabu pagi waktu AS.

Alden menyatakan bahwa skenario dasarnya adalah Bitcoin tidak akan mencapai all-time high baru tahun ini, meskipun ia mengakui volatilitas aset ini masih membuka kemungkinan pergerakan tajam ke atas.

Kesimpulan

Di tengah tekanan ini, saham preferen Strategy, STRC, tetap diminati. Alden mencatat bahwa STRC telah menjadi sekuritas preferen terbesar di pasar, memberikan eksposur terhadap strategi Bitcoin perusahaan tanpa volatilitas penuh BTC. Namun ia memperingatkan bahwa produk dengan imbal hasil tinggi berbasis BTC dapat mendorong investor mengambil leverage berlebihan.

Dengan sentimen di titik terendah, tekanan geopolitik yang meningkat, dan Strategy yang untuk pertama kalinya menjual Bitcoin, pasar kripto memasuki fase kritis yang akan menentukan arah pergerakan dalam beberapa bulan ke depan.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar