Saham Securitize (SECZ), perusahaan tokenisasi aset yang didukung oleh raksasa investasi BlackRock, mengalami penurunan drastis sekitar 40% sejak menyelesaikan merger SPAC dengan Cantor Equity Partner II pekan lalu. Pada perdagangan hari Selasa (7/7) saja, saham SECZ sempat terperosok hingga 25% sebelum sedikit memangkas kerugian di sesi akhir.
Penurunan tajam ini kontras dengan antusiasme industri terhadap tokenisasi aset, yang diproyeksikan sebagai salah satu sektor blockchain dengan pertumbuhan tercepat di Wall Street. Citi memperkirakan aset yang ditokenisasi dapat mencapai 5,5 triliun dolar AS pada tahun 2030, sementara BCG dan Ripple mengestimasi pasar ini bisa mendekati 19 triliun dolar AS pada 2033.
Jeff Dorman, Chief Investment Officer di perusahaan investasi Arca, menjelaskan bahwa aksi jual ini lebih disebabkan oleh mekanisme transisi SPAC ketimbang memburuknya fundamental perusahaan. "Tidak ada katalis negatif fundamental yang signifikan yang bisa kami lihat," ujar Dorman. "Pergerakan besar seperti ini umum terjadi setelah SPAC karena seluruh basis investor berganti โ dari pembeli SPAC yang berorientasi pendapatan tetap menjadi pemegang saham ekuitas jangka panjang yang digerakkan oleh fundamental."
Mekanisme SPAC sendiri memang dikenal rentan volatilitas di masa awal perdagangan. Kendaraan investasi ini mengumpulkan dana terlebih dahulu sebelum mencari target akuisisi, memungkinkan perusahaan swasta masuk ke pasar publik melalui merger dengan perusahaan cangkang. Namun begitu kesepakatan ditutup, basis investor biasanya berotasi โ investor arbitrase SPAC dan pemegang saham yang berfokus pada redemption memberi jalan kepada investor ekuitas publik yang menimbang fundamental perusahaan. Transisi inilah yang kerap menciptakan ayunan harga tajam, terutama ketika jumlah saham beredar terbatas atau saham sudah naik signifikan sebelum merger.
IPO Kripto Bernasib Serupa
Dorman menambahkan bahwa performa buruk saham-saham kripto yang baru tercatat di bursa telah mengondisikan investor untuk bersikap hati-hati. "Mengingat betapa buruknya IPO kripto belakangan ini โ Coinbase (COIN), Bullish (BLSH), Gemini (GEMI), BitGo (BTGO), dan Circle (CRCL) โ ini tidak terlalu mengejutkan," katanya.
Sejak IPO Februari lalu, penyedia layanan aset digital dan kustodian BitGo telah anjlok 70%. Gemini, bursa kripto yang didirikan oleh Winklevoss bersaudara, turun 85% dari debut September 2025. Bullish, pemilik CoinDesk, merosot lebih dari 70% dari harga debut 90 dolar AS pada Agustus 2025 dan kini berada di bawah harga IPO 37 dolar AS. Sementara itu, saham Circle (CRCL) masih lebih dari dua kali lipat harga IPO 31 dolar AS, namun turun 77% dari puncaknya pada Juni 2025. Coinbase (COIN), yang go public melalui direct listing pada April 2021, kini diperdagangkan 56% lebih rendah dari harga pembukaan 381 dolar AS.
Penurunan pada hari Selasa juga bertepatan dengan sentimen negatif terhadap saham-saham terkait kripto secara keseluruhan, seiring indeks Nasdaq yang terpangkas 2%. Saham CRCL turun 5%, BTGO merosot lebih dari 4%, sementara Figure (FIGR), perusahaan blockchain yang didirikan mantan CEO SoFi Mike Cagney, ambles hampir 8,8%.
Terlepas dari gejolak harga saham jangka pendek ini, fundamental bisnis Securitize tetap solid. Perusahaan baru saja mengamankan dana sekitar 400 juta dolar AS pasca go public untuk ekspansi dan akuisisi. CEO Carlos Domingo menyatakan perusahaan siap memanfaatkan momentum tokenisasi yang terus berkembang di Wall Street, dengan minat institusional dari nama-nama besar seperti BlackRock, Franklin Templeton, dan JPMorgan yang terus memperluas upaya mereka membawa aset tradisional seperti obligasi pemerintah AS, dana investasi, kredit, dan ekuitas ke atas rel blockchain.



