BNB Chain secara resmi mengumumkan rencana ambisius mereka untuk membangun blockchain layer-1 baru yang dirancang khusus untuk mendukung trading frekuensi tinggi dan agen kecerdasan buatan (AI) otonom. Pengumuman ini disampaikan dalam roadmap teknis paruh kedua 2026, menandai langkah signifikan ekosistem BNB Chain dalam menghadapi era baru keuangan terdesentralisasi.
Spesifikasi dan Target Ambisius
Blockchain baru ini akan berjalan berdampingan dengan BNB Smart Chain yang sudah ada, bukan menggantikannya. Saat ini, BNB Smart Chain sendiri menampung nilai terkunci sekitar 5 miliar dolar AS. Target utamanya adalah memberikan kecepatan eksekusi yang mendekati bursa terpusat (CEX) bagi para trader yang menggunakan dompet self-custody.
Roadmap teknis yang dipublikasikan pada Rabu (8/7) mengungkap sejumlah spesifikasi ambisius. Jaringan ini menargetkan prekonfirmasi transaksi di bawah 50 milidetik, throughput lebih dari 100.000 transaksi per detik (TPS), dan finalitas blok di bawah satu detik. Sebagai perbandingan, BNB Smart Chain saat ini telah ditingkatkan ke 5.200 TPS setelah Fermi hard fork yang memangkas waktu blok dari 750 milidetik menjadi 450 milidetik pada paruh pertama 2026.
Arsitektur TxStream dan Optimasi Eksekusi
Komponen kunci dari arsitektur baru ini adalah TxStream, sistem yang menghilangkan mempool publik. Dalam blockchain konvensional, transaksi yang tertunda terlihat di mempool publik sebelum dikonfirmasi, sehingga membuka celah untuk praktik front-running. TxStream mengirimkan transaksi langsung ke pemimpin blok (block leader), memangkas latensi dan menghilangkan antrean publik yang rentan terhadap manipulasi.
David Z, Chief Technical Officer BNB Chain, menjelaskan bahwa fase pengembangan selanjutnya akan berfokus pada lapisan eksekusi, bukan konsensus. "Semua smart contract saat ini perlu optimasi langsung di lapisan eksekusi," ujarnya. "Blockchain sudah cepat dalam hal konsensus dan penyimpanan, tapi mesin eksekusi masih bekerja seperti menerjemahkan kalimat per kalimat." Jaringan baru ini akan menggunakan teknik kompilasi just-in-time (JIT) dan strength reduction untuk mengoptimalkan performa.
Infrastruktur untuk Era AI Agent
Langkah BNB Chain ini hadir di tengah tren industri yang semakin serius membangun infrastruktur untuk agen AI. Pada Juni lalu, Coinbase meluncurkan Coinbase for Agents yang memungkinkan AI melakukan trading kripto dan mengelola portofolio. Sebelumnya, Amazon Web Services berkolaborasi dengan Coinbase dan Stripe untuk Amazon Bedrock AgentCore Payments yang memungkinkan agen AI membayar menggunakan stablecoin USDC.
Selain kecepatan, roadmap juga mencakup alokasi blockspace khusus untuk layanan penting seperti oracle, likuidasi, dan jembatan lintas rantai (cross-chain bridges). Fitur-fitur lain yang direncanakan meliputi privasi native, abstraksi akun, sponsorship gas, batch transaksi, eksekusi terjadwal, dan penandatanganan passkey.
Keamanan Kuantum dan Masa Depan
BNB Chain juga secara terpisah meneliti keamanan tahan kuantum (quantum-resistant). Tim pengembang menyatakan sedang mengeksplorasi cara menambahkan perlindungan kuantum melalui abstraksi akun, sehingga pengguna dapat meningkatkan keamanan tanpa mengubah alamat dompet. "Tidak ada garis finis di sini. Komputasi kuantum akan terus berkembang, begitu pula pengujian dan penelitian kami," tulis para pengembang. Penelitian ini masih dalam tahap awal, namun menunjukkan visi jangka panjang BNB Chain menghadapi ancaman komputasi kuantum di masa depan.
Testnet dari blockchain baru ini ditargetkan meluncur pada akhir 2026, dengan mainnet direncanakan pada awal 2027. Jika berhasil direalisasikan, langkah ini berpotensi mengubah lanskap trading on-chain secara fundamental, membawa performa setara bursa saham tradisional ke dunia kripto yang terdesentralisasi.
Sumber: CoinDesk, Decrypt



