Raksasa otomotif global Hyundai mencatat tonggak sejarah baru dengan menjadi perusahaan besar pertama di Korea Selatan yang mengadopsi stablecoin untuk transfer treasury lintas negara. Langkah ini menempatkan Hyundai di garis depan adopsi teknologi blockchain oleh korporasi global untuk kebutuhan operasional nyata โ bukan sekadar eksperimen.
Transfer perdana dilakukan dari Hyundai Motor America ke Hyundai Motor Mexico senilai $20.000 menggunakan USDT โ stablecoin terbesar di dunia yang diterbitkan oleh Tether. Dana dikonversi dari dolar AS menjadi USDT, kemudian kembali dikonversi ke dolar di sisi penerima. Seluruh proses berjalan di atas blockchain Avalanche, yang dikenal dengan kecepatan dan biaya rendah.
Hasil Nyata: 7 Menit vs 4 Jam
Hasilnya sangat mengesankan. Proses yang biasanya memakan waktu tiga hingga empat jam melalui jaringan perbankan tradisional kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu rata-rata tujuh menit. Justin Kim, Head of APAC di Ava Labs โ pengembang di balik blockchain Avalanche โ menegaskan bahwa ini bukan sekadar uji coba di sandbox, melainkan sudah menjadi kasus penggunaan manajemen treasury nyata.
Inisiatif ini dipimpin oleh Hyundai Card, unit kartu kredit dari konglomerat otomotif tersebut. Hyundai merupakan produsen mobil terbesar ketiga di dunia berdasarkan volume penjualan, menjadikan langkah ini sinyal sangat kuat bagi adopsi stablecoin di kalangan korporasi besar Asia.
Tren Adopsi Stablecoin di Kalangan Korporasi Global
Adopsi stablecoin oleh perusahaan besar bukanlah fenomena yang tiba-tiba muncul. Pada Consensus Miami bulan Mei lalu, Lindsey Einhaus yang memimpin strategi dan operasi di Bridge โ perusahaan infrastruktur stablecoin โ menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan besar semakin giat menguji teknologi ini untuk mentransfer dana antar anak perusahaan, menyelesaikan pembayaran lintas negara, serta mengurangi biaya dan waktu yang terkait dengan sistem perbankan tradisional.
Fase berikutnya dari proyek ini akan mengeksplorasi jalur pembayaran lintas negara tambahan dan mata uang lokal. Hyundai berencana mengevaluasi bagaimana sistem ini dapat diskalakan untuk lebih banyak kasus penggunaan korporat. Pilot kedua yang melibatkan anak perusahaan Hyundai di Eropa dijadwalkan dimulai akhir bulan ini, bekerja sama dengan Circle โ penerbit stablecoin USDC โ dan Visa. Pilot ini akan menguji transfer dalam mata uang lokal serta mengevaluasi biaya konversi valuta asing.
Momentum Regulasi dan Dampak Industri
Langkah Hyundai ini memperkuat momentum adopsi stablecoin yang sedang meningkat pesat. Circle baru saja menerima persetujuan final dari OCC untuk mendirikan bank trust nasional di AS, sementara berbagai yurisdiksi dari Uni Eropa hingga Asia Pasifik terus mengembangkan kerangka regulasi yang mendukung. Stablecoin kini tidak lagi sekadar alat trading kripto, melainkan infrastruktur keuangan yang semakin diadopsi oleh korporasi dan institusi global.
Bagi dunia kripto dan blockchain, adopsi oleh perusahaan sebesar Hyundai adalah validasi bahwa teknologi ini telah melampaui fase hype. Ini adalah sinyal bahwa stablecoin kini memasuki arus utama operasional korporasi global โ dan kemungkinan akan semakin banyak perusahaan yang mengikuti jejak serupa dalam waktu dekat.
Sumber: CoinDesk โ "Hyundai becomes first major South Korean company to introduce internal stablecoin transfers" (10 Juli 2026)



