Pasar aset kripto Amerika Serikat mencatat tekanan likuiditas institusional yang signifikan setelah dana kelolaan ETF Ether spot mencatatkan arus keluar bersih (net outflow) kumulatif menembus $1,2 miliar hingga 22 Oktober 2026. Penarikan modal tersebut menjadi rekor arus keluar bulanan terbesar sepanjang tahun 2026 untuk produk investasi spot berbasis Ethereum. Di saat bersamaan, raksasa perbendaharaan digital Bitmine Immersion Technologies secara agresif mulai memperlambat laju akumulasi koinnya seiring posisi cadangan korporasi yang kini telah menguasai 4,9% dari total pasokan beredar Ethereum di seluruh dunia.
Rekor Penarikan Dana Bulanan Terbesar ETF Ether di AS
Berdasarkan data aliran dana pasar modal hingga Kamis, 22 Oktober 2026, total dana yang ditarik dari seluruh instrumen ETF Ether spot di bursa AS melonjak dari catatan awal bulan sebesar $1,08 miliar menjadi $1,2 miliar. Tekanan jual institusional berlangsung sangat persisten, di mana produk ETF spot mencatatkan arus kas keluar bersih pada hampir seluruh hari perdagangan sepanjang Oktober, dengan pengecualian hanya pada dua sesi perdagangan yang sempat membukukan arus masuk tipis.
Perkembangan negatif ini menandai pembalikan arah drastis dibandingkan momentum masuknya modal institusional pada kuartal sebelumnya. Sebagai perbandingan, pasar ETF Ether spot AS berhasil menyerap arus masuk bersih sebesar $1,85 miliar pada bulan Agustus dan berlanjut meraup $832 juta sepanjang September 2026. Memasuki Oktober, rata-rata arus keluar mingguan tercatat mencapai $357 juta, mencerminkan sikap mitigasi risiko yang diambil para manajer aset di tengah ketidakpastian makroekonomi global.
Laju penarikan dana yang stabil ini mengikis cadangan aset kelolaan (AUM) para penerbit ETF terkemuka di Wall Street. Pelepasan posisi oleh investor institusional terjadi secara merata pada portofolio berbasis spot, sehingga menempatkan harga spot Ethereum di bawah tekanan jual berkesinambungan dan menguji level batas penopang likuiditas pasar sekunder.
Strategi Perbendaharaan Bitmine dan Batas Atas 5 Persen
Di tengah lesunya serapan modal ETF Wall Street, Bitmine Immersion Technologies yang menjadi salah satu pemegang kas Ethereum korporasi terbesar di dunia resmi mengumumkan penurunan intensitas pembeliannya. Perusahaan perbendaharaan kripto murni yang dipimpin oleh Tom Lee tersebut kini menggenggam sebanyak 6,04 juta ETH di neraca keuangannya. Angka ini setara dengan 4,9% dari seluruh suplai beredar Ethereum, menempatkan Bitmine hanya terpaut sekitar 66.000 ETH dari batas target kepemilikan yang telah ditetapkan.
Dalam keterbukaan informasi dan pertemuan investor baru-baru ini, Chairman Bitmine Tom Lee menegaskan bahwa perusahaan tidak akan lagi menambah cadangan secara masif begitu ambang batas 5% tercapai. Tom Lee secara terbuka mendeklarasikan bahwa korporasinya telah menyelesaikan siklus akumulasi agresif aset kripto lapis-1 tersebut. Langkah ini diambil guna menjaga struktur neraca yang sehat serta menghindari konsentrasi kepemilikan ekstrem yang dapat memicu sorotan tata kelola.
"Kami sudah selesai melakukan akumulasi (we're done stacking). Target 5 persen dari pasokan beredar merupakan pagu kaku (hard cap) bagi strategi perbendaharaan kami, dan kami tidak akan melakukan akumulasi melampaui batas 5 persen tersebut," tegas Tom Lee dalam paparannya di konferensi industri Web3 global Token2049.
Penurunan laju beli Bitmine tercermin nyata dalam data operasional dua pekan terakhir, di mana entitas tersebut hanya memborong sekitar 12.500 ETH per minggu, atau bernilai sekitar $30 juta. Angka belanja modal ini anjlok tajam jika disandingkan dengan periode April dan Mei 2026, ketika Bitmine tercatat empat kali melakukan aksi borong masif dengan volume melampaui 100.000 ETH hanya dalam tempo satu pekan transaksi.
Inflasi Pasokan Ethereum dan Ketimpangan Arus Likuiditas
Dinamika pasar saat ini kian menantang bagi pelaku pasar Ethereum akibat ketimpangan drastis antara kapasitas beli korporasi dan derasnya aksi lepas portofolio ETF. Dengan rata-rata penarikan mingguan ETF sebesar $357 juta, laju arus keluar modal institusional kini mencapai 12 kali lipat lebih tinggi dibandingkan nilai pembelian mingguan Bitmine yang berkisar di angka $30 juta. Kesenjangan likuiditas ini menghilangkan salah satu pilar penopang harga utama yang selama ini menyerap pasokan pasar spot.
Selain ketimpangan serapan modal, parameter teknis jaringan Ethereum turut memberikan tekanan tambahan pada keseimbangan pasar. Pasokan beredar Ethereum saat ini bertambah rata-rata sekitar 20.000 ETH per minggu, atau sekitar 87.000 ETH setiap bulannya. Kenaikan pasokan neto ini terjadi akibat rendahnya aktivitas transaksi di lapisan dasar (mainnet gas fees) sepanjang tahun 2026, yang membatasi efektivitas mekanisme pembakaran biaya dasar (fee burn) di bawah protokol EIP-1559.
Pertumbuhan pasokan beredar sebesar 87.000 ETH per bulan juga secara matematis menggeser angka absolut yang dibutuhkan Bitmine untuk mengunci 5% kepemilikan, yaitu bertambah sekitar 4.300 ETH setiap bulannya. Kendati Bitmine diproyeksikan baru akan menyentuh ambang 5% pada akhir November 2026, berhentinya aksi borong institusional tersebut diprediksi akan memperlebar ruang volatilitas harga ETH di pasar spot hingga kuartal penutup tahun ini.
Sumber: TokenPost



