Penerbit stablecoin Agora resmi mengeksekusi pembekuan darurat terhadap sebuah alamat dompet Ethereum yang terindikasi menampung dana hasil eksploitasi jaringan Layer-1 Initia pada Sabtu (24/10/2026). Langkah intervensi on-chain ini diambil setelah catatan transaksi publik memperlihatkan perpindahan 1,4 juta token Agora USD (AUSD) yang dilarikan peretas dari ekosistem Initia melalui jembatan lintas rantai (cross-chain bridge adapter). Kendati demikian, investigasi forensik independen mengonfirmasi bahwa tindakan pembekuan tersebut terlambat mencegah konversi aset, lantaran penyerang telah terlebih dahulu menukarkan seluruh saldo AUSD menjadi 1.135,5 Ether (ETH) sesaat sebelum fungsi pemblokiran token diaktifkan di lapisan konsensus Ethereum.
Kronologi Pembekuan Akun dan Keterlambatan Eksekusi On-Chain
Berdasarkan data pelacakan blockchain, penyerang memanfaatkan celah logika pencetakan token (mint exploit) pada modul MoveVM Initia untuk mencetak aset secara tidak sah sebelum membobol likuiditas jembatan penghubung. Setelah mencairkan dana ke jaringan utama Ethereum, peretas segera melakukan transaksi swap berskala besar melalui bursa terdesentralisasi, mengubah 1,4 juta AUSD menjadi ratusan koin Ether. Hanya berselang beberapa menit setelah pertukaran tersebut rampung dan Initia membekukan rantai Layer-1 pada ketinggian blok 23.365.925, tim keamanan Agora mengaktifkan peran administratif khusus guna membekukan alamat penampung di kontrak pintar AUSD Ethereum.
Keterlambatan waktu eksekusi ini menjadi sorotan tajam di kalangan pengamat keamanan Web3. Mengingat token AUSD telah berpindah tangan dan bertransformasi menjadi aset terdesentralisasi penuh (ETH), pembekuan yang dilakukan Agora secara teknis hanya menyasar alamat dompet yang saldonya telah dikosongkan dari token AUSD. Aliran dana curian senilai lebih dari $2,7 juta tersebut dilaporkan langsung ditransfer ke dompet sekunder lima detik pasca Initia mengumumkan penangguhan jaringan secara global, mempersulit upaya pemulihan aset secara langsung melalui mekanisme blacklist penerbit fiat-backed stablecoin.
Klarifikasi Agora Soal Kontrak Pintar dan Peran Bridge Adapter
Menanggapi insiden tersebut, manajemen Agora segera merilis pernyataan resmi untuk mengklarifikasi batasan tanggung jawab infrastruktur protokol mereka. Pihak Agora menegaskan bahwa perusahaan sama sekali tidak pernah menyebarkan (deploy) kontrak pintar resmi di jaringan Layer-1 Initia maupun ekosistem rollup Minitias yang terafiliasi. Kerentanan yang dieksploitasi oleh pelaku dipastikan berasal dari produk pihak ketiga yang mengintegrasikan token AUSD melalui adapter jembatan perantara tanpa keterlibatan langsung dari tim pengembang inti Agora.
Agora menjelaskan bahwa kontrak resmi AUSD saat ini hanya beroperasi secara native di sejumlah jaringan blockchain terverifikasi, termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, Base, Immutable, Mantle, Katana, dan Monad. Pada arsitektur smart contract resmi AUSD, Agora memang menyematkan peran kontrol akses "Freezer" yang dirancang untuk membekukan saldo pengguna dalam situasi pelanggaran hukum atau insiden peretasan masif. Namun, fungsi kontrol tersebut hanya memiliki yurisdiksi teknis pada jaringan tempat kontrak resmi beroperasi, sehingga intervensi terhadap token turunan di jaringan pihak ketiga sepenuhnya bergantung pada keandalan protokol jembatan eksternal.
Implikasi Keamanan Stablecoin dan Penelusuran Aset Curian
Peristiwa eksploitasi Initia dan pembekuan token AUSD ini kembali membuka diskursus mendalam mengenai fragmentasi keamanan jembatan lintas rantai serta batas efektivitas kontrol sentralistik penerbit stablecoin. Kendati peran "Freezer" kerap diandalkan oleh penegak hukum dan penerbit untuk membendung pencucian uang hasil kejahatan siber, kecepatan otomatisasi peretas dalam mengeksekusi swap instan via automated market maker (AMM) kerap melampaui waktu respon koordinasi manual antar-protokol. Fenomena ini membuktikan bahwa perlindungan cadangan tidak cukup hanya mengandalkan fitur pemblokiran token di tingkat penerbit aset.
Saat ini, tim forensik Initia bersama otoritas keamanan eksternal dilaporkan tengah berkoordinasi dengan bursa kripto terpusat dan protokol privasi guna memantau pergerakan 1.135,5 ETH yang kini dikuasai penyerang. Seluruh validator Initia tetap diinstruksikan untuk menahan produksi blok hingga audit menyeluruh terhadap kode MoveVM dan modul bridge adapter rampung diperbaiki. Penyelidikan bersama ini diharapkan dapat mengidentifikasi jejak digital pelaku sebelum aset hasil jarahan tersebut dilarikan melalui mixer terdesentralisasi atau protokol lintas rantai lainnya.
Sumber: TokenPost



