Keamanan

Swell Selidiki Pembobolan Kunci Oracle, 2.513 ETH Sempat Terancam

Swell Selidiki Pembobolan Kunci Oracle, 2.513 ETH Sempat Terancam

Key Takeaways

Protokol restaking Swell menyelidiki pembobolan kunci bot oracle swETH dan rswETH usai manipulasi kurs terdeteksi. Sekitar 2.513 ETH dilaporkan belum hilang.

Protokol restaking dan liquid staking Swell Network mengonfirmasi penyelidikan aktif terkait aktivitas mencurigakan pada kontrak pintar swETH dan rswETH pada Kamis, 22 Oktober 2026. Insiden keamanan ini mencuat setelah pihak penyerang tak dikenal diduga berhasil menguasai hot key operasional Swell DAO, termasuk bot oracle pengatur kurs penukaran token. Kendati sebanyak 2.513 Ether (ETH) senilai lebih dari $6,5 juta sempat berada dalam posisi rentan, tim pengembang memastikan belum ada dana yang berhasil ditarik keluar dari kontrak deposit maupun penarikan protokol.

Manipulasi Kurs Oracle swETH dan rswETH

Peneliti keamanan on-chain Spreek (@spreekaway) pertama kali mengungkap indikasi pelanggaran keamanan ini, mencatat bahwa pihak penyerang telah memegang kendali atas kunci operasional sejak 21 Oktober pukul 14:25 UTC. Setelah mendapatkan akses administratif tersebut, pelaku mulai mendongkrak kurs tukar swETH dan rswETH secara bertahap menggunakan batas maksimum yang diizinkan oleh sistem, yakni sebesar 1% per jam. Inflasi nilai tukar artifisial ini dilakukan tanpa adanya setoran modal ETH riil yang masuk untuk mendukung nilai fundamental token tersebut.

Akibat manipulasi kurs yang berlangsung tanpa agunan tambahan, nilai tukar swETH di atas kertas sempat melonjak sekitar 3,0% di atas patokan normal 1,133254 ETH. Pada saat yang sama, kurs penukaran rswETH terkerek naik sekitar 2,0% melampaui level acuan 1,082464 ETH. Praktik penggembungan kurs sintetis ini berpotensi merusak mekanisme arbitrasi di bursa terdesentralisasi (DEX) serta membahayakan kolam likuiditas lending protocol yang mengintegrasikan token staking cair milik Swell sebagai agunan pinjaman.

Penyebaran Kontrak Upgrade dan Kaitan dengan Insiden Railway

Analisis forensik on-chain lebih lanjut menunjukkan bahwa pelaku telah men-deploy empat kontrak upgrade berbahaya (malicious upgrade contracts) ke jaringan. Menurut pemaparan Spreek, apabila kontrak upgrade tersebut berhasil dieksekusi melalui modul timelock Swell DAO, pelaku berpotensi menyapu bersih cadangan sekitar 2.513 ETH dari berbagai brankas protokol. Namun, mekanisme penguncian waktu (timelock delay) protokol berhasil menahan eksekusi otomatis kontrak tersebut sehingga serangan peretasan belum menghasilkan kerugian dana riil bagi para pengguna.

Insiden pembobolan kunci operasional Swell ini diduga kuat berkaitan dengan kebocoran kredensial infrastruktur cloud deployment Railway yang diidentifikasi oleh peneliti forensik siber Tay pada 21 Oktober. Dalam gelombang serangan tersebut, pelaku memanfaatkan private key yang tersimpan di lingkungan cloud untuk menguras dana sekitar $371.000 dari sejumlah dompet kripto sebelum akhirnya menyasar bot oracle Swell. Eksploitasi ini kembali menyoroti risiko fatal penyimpanan kredensial bernilai tinggi pada server perantara tanpa proteksi modul perangkat keras (HSM).

Respons Pengembang Swell dan Pengamanan Dana Pengguna

Menanggapi temuan komunitas keamanan, tim inti Swell Network segera merilis pernyataan resmi bahwa mereka telah berkoordinasi erat dengan berbagai mitra audit dan keamanan Web3 untuk memitigasi dampak insiden. Pengembang menegaskan bahwa status arus keluar dana (outflow) dari seluruh kontrak yang terdampak saat ini masih berada di angka nol. Protokol juga memastikan bahwa seluruh sistem deposit dan penarikan tetap berjalan normal di bawah pengawasan ketat, serta mengimbau para pengguna bahwa tidak ada tindakan darurat yang perlu diambil secara mandiri.

Swell kini tengah mengisolasi kunci administratif yang terekspos dan bersiap membatalkan antrean kontrak upgrade berbahaya sebelum masa jeda timelock berakhir. Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi ekosistem DeFi dan liquid restaking yang mengelola likuiditas bernilai ratusan juta dolar. Ketergantungan bot oracle otomatis terhadap hot key server eksternal menuntut pemisahan wewenang multisig yang lebih ketat, desentralisasi pembaruan kurs feed, serta implementasi jeda keamanan on-chain yang mampu membatalkan transaksi anomali sebelum agunan protokol terkuras.

Sumber: TokenPost

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar