Perusahaan manajemen investasi global, Capital Research and Management Company (Capital Research), resmi meningkatkan porsi kepemilikan hak suaranya di emiten perbendaharaan Bitcoin terkemuka Asia, Metaplanet Inc., hingga mencapai 11,11%. Berdasarkan keterbukaan informasi kepemilikan efek terbaru per 16 Oktober 2026, kepemilikan saham pengelola dana institusional tersebut kini melampaui ambang batas psikologis 10% pemegang saham utama. Lonjakan persentase hak suara ini didorong oleh aksi akumulasi langsung sebanyak 17.845.264 lembar saham baru yang beriringan dengan eksekusi pembelian kembali saham (share buyback) besar-besaran oleh manajemen Metaplanet di Bursa Efek Tokyo (TSE), yang secara efektif menyusutkan basis total hak suara emiten perbendaharaan kripto murni tersebut.
Akumulasi Saham dan Struktur Portofolio Efek Capital Research
Laporan resmi pemegang saham membeberkan bahwa portofolio kepemilikan Capital Research di Metaplanet kini membengkak menjadi 143.301.084 lembar saham biasa. Angka kepemilikan masif ini mencerminkan peningkatan bersih sebanyak 17.845.264 lembar saham dari posisi kepemilikan sebelumnya yang tercatat sebesar 125.455.820 lembar pada 8 September 2026. Dengan penambahan kepemilikan tersebut, porsi hak suara institusi keuangan asal Amerika Serikat ini melonjak signifikan dari 9,32% menjadi 11,11%, sekaligus mengukuhkan posisinya di peringkat pertama sebagai pemegang saham terbesar dan pengendali hak suara institusional di Metaplanet.
Selain hak suara saham biasa, pengajuan regulasi Capital Research mencantumkan rasio kepemilikan efek terpisah sebesar 10,90% berdasarkan total 149.203.584 instrumen efek setara saham (share-equivalent securities). Portofolio efek komprehensif ini mencakup 5.902.500 lembar saham preferen Seri B tanpa hak suara (nonvoting Class B preferred shares) serta 2.762.600 lembar tanda terima penitipan efek Amerika (American depositary receipts atau ADR) yang dihitung dengan rasio satu banding satu terhadap saham biasa. Manajemen Metaplanet menegaskan bahwa tujuan investasi Capital Research diklasifikasikan sebagai investasi murni (pure investment) untuk portofolio dana investasi asing para kliennya, tanpa adanya agenda proposal atau aktivitas material terkait intervensi manajemen.
Mekanisme Buyback Saham dan Penyusutan Basis Hak Suara Metaplanet
Kenaikan persentase kepemilikan Capital Research ke atas 11% turut dipicu oleh dinamika korporasi internal Metaplanet yang secara agresif menggelar pembelian kembali saham biasa di pasar modal. Pada 14 Oktober 2026, Metaplanet mengeksekusi pembelian kembali sebanyak 73.981.400 lembar saham biasa dengan total transaksi mencapai ¥19.309.145.400 (sekitar ¥19,31 miliar) pada tingkat harga rata-rata ¥261 per lembar saham. Transaksi buyback skala besar ini secara langsung mengurangi jumlah saham yang beredar di publik dan merevisi basis penghitungan hak suara emiten.
Pasca-penuntasan buyback tersebut, Metaplanet mengalkulasi basis hak suaranya menyusut drastis menjadi 12.894.494 hak suara, dibandingkan 13.634.308 hak suara yang tercatat per 30 September 2026. Basis efek yang semakin ramping ini secara matematis mengerek persentase kepemilikan investor yang tetap memegang sahamnya, mempercepat konsolidasi hak suara Capital Research ke level 11,11%. Manajemen perseroan menjelaskan bahwa program pembelian kembali saham ini dirancang secara terintegrasi dengan penjualan obligasi korporasi guna mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan di pasar modal domestik maupun regional.
Efisiensi Modal, Obligasi Konversi 2031, dan Strategi Cadangan Bitcoin
Langkah korporasi Metaplanet mempertegas komitmennya dalam memperkuat strategi perbendaharaan digital murni (pure-play corporate treasury). Per 30 September 2026, Metaplanet telah membukukan akumulasi cadangan perbendaharaan sebesar 44.000 Bitcoin (BTC). Manajemen perseroan secara terbuka menyatakan bahwa pelaksanaan buyback saham senilai puluhan miliar yen tersebut ditujukan khusus untuk meningkatkan efisiensi modal serta mendongkrak rasio kepemilikan Bitcoin per lembar saham (BTC yield per share) yang dinikmati oleh para pemegang saham publik.
Selain optimalisasi perbendaharaan, eksekusi buyback ini berfungsi sebagai peredam volatilitas suplai dan permintaan saham jangka pendek menjelang penerbitan obligasi konversi tahun 2031 (2031 convertible-bond issuance). Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis perseroan, obligasi konversi baru tersebut dijadwalkan meluncur pada Kamis, 29 Oktober 2026 mendatang. Penerbitan instrumen utang ini diharapkan dapat membuka akses pendanaan institusional baru berbiaya rendah untuk melanjutkan ekspansi akuisisi cadangan Bitcoin Metaplanet, sekaligus memperkokoh posisinya sebagai emiten perbendaharaan kripto paling likuid dan dominan di kawasan Asia Pasifik.
Sumber: TokenPost



