Perusahaan perbendaharaan aset digital publik, Evernorth Holdings Inc. (Nasdaq: XRPN), merilis rincian audit neraca cadangan kripto pada Selasa (20/10/2026) untuk mengklarifikasi struktur biaya kepemilikan 473 juta token XRP. Manajemen Evernorth menegaskan bahwa rata-rata harga beli tunai sebesar $2,54 per koin hanya berlaku untuk 84,4 juta token yang dibeli menggunakan kas perusahaan senilai $214 juta pada akhir tahun 2025. Klarifikasi resmi keterbukaan pasar modal ini menegaskan bahwa angka $2,54 bukan merupakan titik impas (break-even point) bagi total perbendaharaan 473 juta XRP perusahaan, sekaligus menepis kekhawatiran pelaku pasar mengenai risiko penjualan paksa di bursa terpusat.
Pemisahan Portofolio Kas dan Kontribusi Strategis Ripple
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, kepemilikan perbendaharaan Evernorth terbagi menjadi dua komponen utama yang terpisah secara struktural. Evernorth memegang 346,3 juta token XRP secara langsung pada neraca internalnya, yang di dalamnya sudah mencakup 84,4 juta koin hasil pembelian tunai senilai $214 juta pada akhir 2025. Sisanya sebanyak 126,8 juta token XRP disimpan melalui entitas afiliasi Pathfinder Digital Assets LLC, yang diperoleh langsung melalui kontribusi modal strategis dari pihak Ripple.
Manajemen menekankan bahwa penghitungan ganda atas koin pembelian kas ke dalam total cadangan langsung merupakan kekeliruan analisis yang sempat beredar di kalangan pelaku pasar. Koin pembelian kas tersebut tiba secara bertahap antara 31 Oktober hingga 6 November 2025 setelah transaksi resmi diumumkan ke publik pada 4 November 2025. Dengan struktur kepemilikan gabungan mencapai 473 juta XRP saat penuntasan merger bisnis pada 9 Oktober 2026, basis biaya perolehan mayoritas aset Evernorth secara efektif jauh lebih rendah dibandingkan harga spot pembelian tunai.
Evaluasi Penurunan Nilai Non-Kas dan Struktur Utang Obligasi Konversi
Dalam laporan keterbukaan neraca pasar modal, Evernorth juga membeberkan catatan penurunan nilai aset digital (digital-asset impairment charges) sebesar $233,7 juta sepanjang tahun fiskal 2025 dan tambahan $264,1 juta pada paruh pertama tahun 2026. Total beban pembukuan senilai $497,8 juta tersebut ditegaskan murni sebagai penyesuaian akuntansi non-kas (noncash accounting entries) yang sama sekali tidak memicu atau mewajibkan penjualan koin XRP dari dompet kustodi cadangan perusahaan.
Di samping evaluasi penurunan nilai, entitas emiten yang resmi melantai di bursa Nasdaq sejak 12 Oktober 2026 ini menerbitkan obligasi konversi senilai $30 juta. Surat utang dengan skema pembayaran bunga natura (payment-in-kind convertible notes) berbunga 4% tersebut jatuh tempo pada tahun 2031 mendatang. Mulai 12 Oktober 2027, pemegang obligasi memiliki hak opsi untuk mengonversi catatan utang menjadi uang tunai, saham biasa, atau kombinasi keduanya dengan batas maksimal penyelesaian kas gabungan senilai $120 juta yang saat ini belum jatuh tempo.
Klausul kontrak obligasi konversi tersebut secara eksplisit tidak memuat ketentuan batas bawah harga yang memaksa penjualan token jika harga pasar XRP terkoreksi di bawah $2,54. Apabila pemegang obligasi mengeksekusi opsi penyelesaian tunai pada masa depan dan kas operasional perusahaan tidak mencukupi, Evernorth memiliki fleksibilitas untuk menghimpun pendanaan ekuitas baru atau mengalokasikan likuidasi sebagian token secara terukur sesuai kebutuhan korporasi.
Eksekusi Kemitraan Kelembagaan dan Strategi Imbal Hasil DeFi
Untuk memaksimalkan produktivitas perbendaharaan kripto tanpa mengorbankan keamanan aset, Evernorth telah menjalin kemitraan eksekusi dengan sejumlah pemain institusional tier-1 global. Perusahaan secara resmi menggandeng Ripple, Kraken, Coinbase, dan BitGo sebagai mitra kustodi serta penyedia likuiditas utama. Aliansi strategis ini dirancang untuk memastikan tata kelola aset digital berstandar institusi pasar modal terdaftar di Amerika Serikat.
Evernorth berencana mulai mengalokasikan sebagian cadangan XRP miliknya ke dalam strategi investasi dan instrumen pembiayaan terstruktur pada kuartal keempat tahun 2026. Meskipun persentase alokasi spesifik belum diungkapkan ke publik demi menjaga mitigasi risiko pasar, langkah ini menandai transformasi emiten bursa Nasdaq dari sekadar penyimpan cadangan pasif menjadi pengelola likuiditas kripto institusional aktif yang memanfaatkan ekosistem terdesentralisasi secara terukur.
Sumber: TokenPost



