Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) melalui Divisi Keuangan Korporasi (Division of Corporation Finance) resmi menerbitkan surat keringanan penegakan hukum (no-action letter) yang mengklasifikasikan Canton Coin (CC) sebagai komoditas digital (digital commodity). Keputusan bersejarah yang diumumkan pada Selasa (3/11/2026) ini menegaskan bahwa staf pengawas federal tidak akan merekomendasikan tindakan penegakan hukum atas penerbitan dan pencetakan (minting) token secara programatik tanpa pendaftaran efek di bawah Bagian 5 Securities Act 1933 atau Bagian 12(g) Securities Exchange Act 1934. Langkah ini memberikan kepastian hukum langsung bagi ekosistem jaringan privasi institusional Canton Network yang dikembangkan oleh Digital Asset Holdings.
Pengawasan Tanpa Pihak Terpusat dan Uji Howey
Dalam surat tanggapan resmi yang ditandatangani oleh Wakil Kepala Penasihat Hukum Divisi Keuangan Korporasi SEC, Jonathan Ingram, regulator menyatakan bahwa nilai ekonomi Canton Coin terbentuk dari pengoperasian terprogram jaringan secara independen serta mekanisme pasar penawaran dan permintaan. Evaluasi staf menyimpulkan bahwa pemegang token tidak memiliki ekspektasi keuntungan yang bergantung semata pada upaya manajerial penting pihak lain (essential managerial efforts of others), sehingga instrumen utilitas ini tidak memenuhi kualifikasi kontrak investasi di bawah uji Howey klasik.
Selain itu, SEC menilai tata kelola operasional Global Synchronizer Canton Network telah terdesentralisasi secara memadai tanpa keberadaan entitas terpusat (no central party) yang dominan. Infrastruktur konsensus jaringan saat ini ditopang oleh sekitar 60 Super Validator yang dikelompokkan ke dalam 13 operator node independen, di mana setiap operator hanya memegang satu hak suara setara. Seluruh pembaruan kode dan perubahan protokol mewajibkan persetujuan kuorum minimal dua pertiga suara, sementara Digital Asset Holdings tercatat hanya mengoperasikan dua node dan tidak memiliki wewenang untuk memaksakan keputusan sepihak.
Desain Tokenomik Burn-and-Mint Tanpa Alokasi Dividen
Faktor krusial lain yang melandasi pandangan SEC adalah arsitektur ekonomi token berbasis mekanisme bakar dan cetak (burn-and-mint model). Setiap biaya transaksi di jaringan Canton dipatok dalam denominasi dolar AS dan seluruh koin yang dibayarkan untuk biaya tersebut langsung dimusnahkan secara permanen oleh protokol. Tidak ada bagian dari biaya transaksi yang dialirkan sebagai dividen, imbal hasil pasif, maupun pendapatan kepada pengembang, yayasan, ataupun pemegang token, sehingga memutus karakteristik instrumen sekuritas yang menjanjikan imbalan modal.
Canton Coin juga diterbitkan secara organik tanpa melalui mekanisme penawaran koin perdana (ICO), tanpa pencetakan awal (pre-mine), dan tanpa penjualan privat sebelum peluncuran resmi mainnet pada Juni 2024. Koin baru dicetak secara bertahap dengan kurva emisi yang menyusut selama sepuluh tahun untuk memberi insentif kepada lebih dari 700 validator operasional dan sekitar 120 penyedia aplikasi terdesentralisasi. Skema insentif ini mensyaratkan periode penguncian (lock-up) modal yang ketat guna mencegah spekulasi jangka pendek.
Percepatan Tokenisasi RWA dan Sinyal Positif Wall Street
Penetapan no-action letter ini membuka jalan lebar bagi institusi keuangan raksasa Wall Street yang selama ini membangun infrastruktur aset dunia nyata (RWA) di atas Canton Network. Konsorsium terkemuka termasuk Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) dan Euroclear yang bertindak sebagai ketua bersama (co-chair) di Canton Foundation kini dapat memperluas penyelesaian transaksi obligasi, pasar uang, dan agunan institusional bernilai puluhan triliun dolar tanpa bayang-bayang tuntutan pelanggaran regulasi sekuritas.
Langkah progresif ini juga dinilai para pengamat sebagai preseden penting penerapan kerangka interpretasi aset kripto SEC Maret 2026 pada jaringan blockchain produksi skala penuh. Kendati relief ini terbatas pada fakta-fakta spesifik permohonan Digital Asset Holdings dan bukan merupakan persetujuan otomatis bagi pengajuan exchange-traded fund (ETF) spot Canton yang diajukan oleh manajer aset seperti Grayscale dan 21Shares, kepastian ini menghilangkan friksi kepatuhan bagi perbankan global seperti Société Générale, BNP Paribas, dan Goldman Sachs yang aktif bertransaksi di ekosistem tersebut.
Sumber: The Block



