Kerajaan Bhutan mencatatkan tonggak sejarah baru dalam arsitektur keuangan global setelah Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck secara resmi menandatangani dekrit kerajaan yang mengesahkan pembentukan Bank Sentral Gelephu (*Gelephu Central Bank*) dengan wewenang otonom penuh untuk menyimpan dan menginvestasikan cadangan devisa ke dalam Bitcoin (BTC) serta aset kripto. Lembaga moneter baru ini merupakan transformasi kelembagaan dari Gelephu Financial Services Office (GFSO) yang dirancang khusus untuk memimpin kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan pengelolaan cadangan devisa di kawasan administratif khusus Gelephu Mindfulness City (GMC). Langkah berani ini menjadikan Bhutan sebagai salah satu negara berdaulat pertama di dunia yang secara eksplisit memformalkan mandat investasi aset digital berdampingan dengan instrumen cadangan devisa konvensional.
Transformasi Kelembagaan GFSO Menjadi Bank Sentral Otonom
Berdasarkan siaran resmi lembaga penyiaran publik Bhutan Broadcasting Service (BBS), dekrit kerajaan tersebut memberikan mandat komprehensif kepada Bank Sentral Gelephu untuk mengintegrasikan pengawasan lembaga keuangan perbankan, pengendalian likuiditas, serta pengembangan pasar modal regional. Berbeda dari bank sentral tradisional yang bersikap skeptis terhadap instrumen terdesentralisasi, regulasi baru ini memberi fleksibilitas hukum bagi otoritas moneter GMC untuk menempatkan modal negara pada portofolio kripto yang likuid tanpa batasan kuota kaku, sembari tetap menjaga keseimbangan cadangan devisa tradisional.
Selain mengelola cadangan devisa, Bank Sentral Gelephu juga memiliki kewenangan eksklusif untuk menerbitkan mata uang berdaulat kawasan khusus, termasuk potensi pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) dengan persetujuan Raja Bhutan. Otoritas baru ini beroperasi di bawah payung hukum Financial Services Act 2025, yang menyatukan regulasi perbankan konvensional dan bisnis aset virtual (*virtual asset service providers*) dalam satu kerangka pengawasan terpadu. Untuk memperkuat operasional awal, otoritas moneter kini membuka rekrutmen lebih dari 50 posisi profesional internasional dan domestik yang mencakup divisi kepatuhan anti-pencucian uang (AML), pengawasan kripto, serta riset makroekonomi terapan.
Komitmen 10.000 Bitcoin dan Sinergi Energi Hidroelektrik Hijau
Integrasi aset digital ke dalam mandat bank sentral ini mempertegas kesinambungan strategi nasional Bhutan yang telah lama mengumpulkan Bitcoin melalui pemanfaatan energi ramah lingkungan. Tidak seperti cadangan kripto pemerintah Amerika Serikat atau negara Barat yang sebagian besar bersumber dari penyitaan kasus tindak pidana, cadangan Bitcoin Bhutan diakumulasikan secara organik dari penambangan berdaya hidroelektrik (*green hydroelectric mining*). Pada Desember 2025 lalu, Kerajaan Bhutan bahkan telah meluncurkan *Bitcoin Development Pledge* dengan komitmen alokasi hingga 10.000 BTC guna menopang pembangunan ekonomi jangka panjang kawasan Gelephu.
Strategi pengelolaan perbendaharaan digital GMC juga diperkuat oleh kemitraan kelembagaan tingkat global. Pada Juli 2026, otoritas Gelephu resmi menunjuk manajer aset digital terkemuka asal Kanada, 3iQ—anak perusahaan yang 99,8% sahamnya dimiliki oleh grup bursa terdaftar Nasdaq, Coincheck Group—untuk mengelola mandat perbendaharaan Bitcoin khusus. Chief Strategy Officer 3iQ, Matteo Dante Perruccio, menegaskan bahwa mandat fidusia mereka bertujuan melindungi nilai aset dasar sekaligus mengakumulasi cadangan tambahan demi mendanai ekspansi kota pintar Gelephu. Sejumlah entitas kustodi institusional terakreditasi seperti Matrix Gelephu, DK, Ceffu Digital, serta bursa BTSE juga telah mengantongi izin lisensi operasi resmi di kawasan tersebut.
Implikasi Geopolitik dan Lanskap Cadangan Devisa Global
Kawasan Gelephu Mindfulness City yang membentang seluas 4.046 kilometer persegi di wilayah selatan Bhutan berbatasan langsung dengan negara bagian Assam, India, dan dikelola di bawah prinsip konstitusional *One Country, Two Systems*. Dengan sistem yudisial, legislatif, dan eksekutif yang independen dari pemerintah pusat di Thimphu, GMC diposisikan sebagai pusat inovasi keuangan dan teknologi Web3 bebas hambatan regulasi usang di kawasan Asia Selatan. Kebijakan bank sentral ini membuktikan bahwa aset kripto berkapitalisasi pasar besar dan berlikuiditas tinggi seperti Bitcoin kini diakui sebagai instrumen lindung nilai moneter yang sah setara emas dan valuta asing utama.
Langkah progresif Bhutan ini diproyeksikan memicu efek domino bagi negara-negara berkembang lainnya dalam mengevaluasi ulang komposisi cadangan devisa nasional di tengah volatilitas sistem moneter fiat global. Dengan mengawinkan sumber daya energi terbarukan lokal, kepastian hukum tingkat kerajaan, dan tata kelola kustodi kelas institusi, Bhutan membuktikan bahwa adopsi Bitcoin tingkat negara bukan lagi sekadar eksperimen spekulatif, melainkan pilar diversifikasi cadangan devisa strategis yang berdaya tahan tinggi menghadapi guncangan ekonomi masa depan.
Sumber: TokenPost dan Crypto News



