Manajer aset global asal Inggris, Schroders, resmi meluncurkan strategi tokenisasi reksa dana obligasi pasar berkembang (emerging market bond fund) pada jaringan blockchain Solana (SOL) melalui kemitraan strategis dengan protokol Centrifuge. Pengumuman resmi dari institusi keuangan terkemuka yang mengelola aset (AUM) senilai 1,1 triliun dolar AS (sekitar 867,8 miliar poundsterling per Juni 2026) ini menandai tonggak sejarah baru dalam ekspansi aset dunia nyata (real-world asset/RWA). Langkah terobosan ini mentransformasikan strategi kredit aktif konvensional ke dalam infrastruktur terdesentralisasi, sekaligus membuka akses instrumen investasi institusional berkualitas tinggi di luar instrumen pasar uang berjangka pendek.
Struktur Feeder Fund SISF dan Mekanisme Onchain Centrifuge
Strategi investasi yang dihadirkan ke blockchain ini berbasis pada Schroder International Selection Fund Emerging Market Bonds (SISF). Secara hukum dan struktural, portofolio ini beroperasi sebagai feeder fund onchain dengan kepemilikan saham ter-tokenisasi. Investor institusional memegang token representasi saham pada feeder fund yang melacak langsung Nilai Aktiva Bersih (NAV) dari dana induk obligasi Schroders. Strategi ini secara aktif menargetkan instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan korporasi di negara-negara berkembang, memberikan peluang imbal hasil serta diversifikasi portofolio lintas mata uang di luar yurisdiksi Amerika Serikat dan Eropa Barat.
Infrastruktur teknis penerbitan dan tata kelola aset onchain difasilitasi oleh Centrifuge, platform tokenisasi yang kini mengelola lebih dari 750 juta dolar AS aset ter-tokenisasi. Anil Sood, Chief Strategy and Growth Officer di Centrifuge, menjelaskan bahwa inisiatif ini memperluas batasan instrumen pendapatan tetap digital. Menurut Sood, sebagian besar fixed income onchain hingga kini hanya berputar pada instrumen kas dan sekuritas pemerintah jangka pendek, sedangkan utang pasar berkembang memperkenalkan profil risiko dan imbal hasil yang secara fundamental berbeda bagi ekosistem terdesentralisasi.
Schroders sendiri tercatat telah mengelola portofolio utang pasar berkembang selama lebih dari 50 tahun dengan dukungan lebih dari 40 analis dan manajer investasi berdedikasi. John Mensack, Senior Investment Director of Fixed Income di Schroders, menegaskan komitmen perusahaannya untuk menyelaraskan produk investasi konvensional dengan infrastruktur masa depan. Mensack menyatakan bahwa seiring pesatnya perkembangan ekosistem finansial digital, Schroders memandang pentingnya membawa peluang utang pasar berkembang ke dalam rel blockchain agar kelas aset ini semakin mudah diakses dan relevan secara global.
Lonjakan Pasar RWA $39 Miliar dan Transisi Menuju Kredit Aktif
Berdasarkan data analitik dari platform intelijen RWA.xyz, total kapitalisasi pasar aset dunia nyata yang telah ditokenisasi di berbagai jaringan blockchain kini telah menyentuh angka 39 miliar dolar AS. Dari total nilai tersebut, instrumen setara kas seperti Surat Utang Negara AS (Treasury) dan reksa dana pasar uang masih memegang porsi dominan dengan nilai agregat mencapai 14 miliar dolar AS. Dominasi instrumen pasar uang tersebut sebelumnya dipicu oleh tingginya permintaan entitas kripto dan protokol DeFi terhadap aset bebas risiko dengan imbal hasil stabil di tengah ketidakpastian pasar makroekonomi.
Kehadiran produk obligasi pasar berkembang dari Schroders menandai fase transisi penting dari sekadar tokenisasi kas pasif menuju pengelolaan kredit aktif berimbal hasil dinamis. Imbal hasil dari utang pasar berkembang bergerak mengikuti fundamental kelayakan kredit debitur, dinamika nilai tukar mata uang lokal, serta pertumbuhan ekonomi riil di kawasan Asia, Amerika Latin, dan Eropa Timur. Dengan demikian, investor onchain kini memperoleh instrumen diversifikasi berbobot institusional yang tidak lagi berkorelasi penuh dengan kebijakan suku bunga bank sentral negara maju.
Langkah ini juga membuktikan bahwa platform tokenisasi semakin matang dalam menangani instrumen finansial yang kompleks. Centrifuge dan Schroders merancang arsitektur kontrak pintar yang menjamin kepatuhan terhadap regulasi sekuritas lintas yurisdiksi, memastikan bahwa verifikasi identitas investor (KYC/AML) tetap berjalan ketat tanpa mengorbankan kecepatan penyelesaian transaksi serta transparansi kepemilikan aset di buku besar publik.
Babak Baru Adopsi Institusional Solana dan Gelombang TradFi
Bagi Solana, peluncuran strategi investasi SISF ini menandai debut perdana produk investasi Schroders di jaringan tersebut. Pencapaian ini kian melengkapi rekam jejak tokenisasi Schroders setelah sebelumnya mengantongi persetujuan regulasi di Irlandia pada Agustus 2026 untuk share class ter-tokenisasi dari reksa dana pasar uang dolar AS, Schroders Onchain Active Returns (SOAR). Pemilihan Solana menegaskan pengakuan institusi keuangan tradisional terhadap skalabilitas tinggi, biaya transaksi rendah, serta keandalan throughput jaringan blockchain Layer-1 tersebut dalam memproses transaksi aset institusional berskala besar.
Nick Ducoff, Head of Institutional Growth di Solana Foundation, menyambut hangat integrasi bersejarah ini. Ducoff menekankan bahwa kehadiran manajer aset global sekelas Schroders menjadi bukti bahwa pasar modal onchain telah memasuki tahapan baru. Ekosistem blockchain kini tidak lagi terbatas pada produk kas sederhana, melainkan telah berkembang menjadi pasar modal matang tempat strategi aktif yang canggih dapat diterbitkan, didistribusikan, dan diintegrasikan secara mulus ke dalam infrastruktur blockchain publik.
Gelombang tokenisasi aset oleh institusi keuangan raksasa Wall Street diproyeksikan akan terus berakselerasi dalam beberapa tahun mendatang. Sebelum Schroders, manajer investasi Federated Hermes yang mengelola dana 911 miliar dolar AS telah mengumumkan rencana peluncuran saham reksa dana onchain pada awal 2027. Sementara itu, divisi manajemen aset New York Life dengan kelolaan lebih dari 800 miliar dolar AS juga telah meluncurkan strategi obligasi korporasi berimbal hasil tinggi bersama Centrifuge. Sinergi antara raksasa TradFi dan ekosistem Solana ini kian mengukuhkan posisi blockchain sebagai fondasi masa depan industri manajemen investasi global.



