Tim inti pengembang protokol Automated Market Maker (AMM) legendaris, Balancer, resmi mengakhiri seluruh aktivitas operasional normal pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Langkah bersejarah ini menandai dimulainya fase penutupan bertahap dan likuidasi protokol secara tertib sesuai proposal tata kelola komunitas BIP-928 yang telah disahkan sebelumnya. Mantan Chief Executive Officer (CEO) Balancer Labs sekaligus kontributor inti protokol, Marcus Hardt, mengonfirmasi bahwa tanggal 31 Oktober merupakan hari kerja normal terakhir bagi tim inti pengembang setelah bertahun-tahun mengawal arsitektur likuiditas multi-aset di ekosistem terdesentralisasi Ethereum.
Kronologi Penutupan Protokol dan Penghentian Kolam Likuiditas
Proses penghentian operasional Balancer berlangsung secara terstruktur demi menjamin keamanan aset para penyedia likuiditas (liquidity provider). Mayoritas kolam likuiditas Balancer yang memiliki fungsi jeda telah dialihkan secara permanen ke mode penarikan saja (withdrawals only) sejak Jumat, 30 Oktober 2026. Bersamaan dengan perubahan status operasional kolam tersebut, program imbalan celah keamanan (bug bounty) protokol juga resmi dihentikan secara penuh pada tanggal yang sama, menandai berkurangnya lapisan pengawasan teknis aktif.
Meskipun sebagian besar kolam likuiditas telah beralih ke mode penarikan, sejumlah kecil kolam V3 yang telah memperoleh persetujuan perpanjangan khusus masih akan tetap beroperasi secara terbatas hingga 30 November 2026. Tepat pada tanggal 30 November tersebut, brankas penyimpanan inti (V3 Vault) Balancer dijadwalkan akan dibekukan sepenuhnya, mengakhiri seluruh siklus aktivitas perdagangan terdesentralisasi di jaringan tersebut. Pihak pengembang mengimbau seluruh pengguna untuk segera memeriksa posisi likuiditas mereka melalui antarmuka resmi sebelum batas waktu pembekuan brankas tiba.
Alasan Finansial dan Rincian Distribusi Perbendaharaan BIP-928
Keputusan pembubaran protokol terdesentralisasi pelopor ini dipicu oleh ketimpangan beban finansial operasional yang berkepanjangan pasca insiden eksploitasi besar pada November 2025 yang menguras sekitar $128 juta dari kolam V2. Proposal BIP-928 yang diajukan oleh Marcus Hardt mengungkapkan bahwa biaya operasional bulanan tim mencapai sekitar $150.000, berbanding terbalik dengan pemasukan protokol yang hanya berkisar $30.000 pada Agustus 2026. Defisit bulanan sebesar $120.000 tersebut dinilai tidak lagi berkelanjutan bagi kas perbendaharaan terdesentralisasi Balancer DAO.
Proposal likuidasi BIP-928 disetujui secara mutlak oleh komunitas pemegang token tata kelola dengan perolehan suara lebih dari 99% dari total sekitar 17,2 juta token BAL yang berpartisipasi. Sebaliknya, proposal tandingan BIP-929 yang diajukan oleh tim MAXYZ untuk melakukan forking protokol ditolak oleh 70% pemilih. Berdasarkan perhitungan estimasi kas perbendaharaan, dana yang dapat didistribusikan kepada pemegang token mencapai sekitar $9,96 juta untuk 63,07 juta token BAL yang dapat ditebus, atau setara dengan sekitar $0,1579 (sekitar 16 sen) per token BAL. Proses klaim penebusan kas perbendaharaan dijadwalkan akan dibuka selama enam bulan mulai Mei 2027 setelah masa penguncian veBAL berakhir.
Pemulihan Dana Mengendap dan Implikasi bagi Industri DeFi
Di tengah proses penghentian operasional yang terencana, tim kontributor Balancer berhasil mengidentifikasi dan memulihkan lebih dari $500.000 dana mengendap (dormant assets) serta imbalan likuiditas yang belum diklaim oleh pengguna dan organisasi eksternal. Temuan dana tak bertuan tersebut langsung diumumkan ke publik agar para pemilik posisi historis dapat segera menarik hak finansial mereka sebelum seluruh infrastruktur kontrak pintar ditutup secara permanen. Sebelum proses penutupan ini dimulai, gabungan kolam likuiditas V2 dan V3 Balancer masih mencatatkan total nilai terkunci (TVL) sekitar $52,4 juta.
Penutupan terencana Balancer menjadi preseden hukum dan tata kelola yang sangat krusial bagi lanskap keuangan terdesentralisasi (DeFi) global. Sebagai salah satu pelopor arsitektur weighted pools dan automated market maker paling berpengaruh sejak era awal DeFi Summer 2020, langkah Balancer membuktikan bahwa pembubaran protokol on-chain dapat dieksekusi secara bermartabat dan transparan melalui konsensus pemegang token tanpa meninggalkan kekacauan likuiditas. Komunitas kini memantau pelaksanaan fase distribusi perbendaharaan tahun 2027 sebagai tolok ukur standar likuidasi bagi proyek DAO di masa mendatang.
Sumber: TokenPost / Unchained



