Keamanan

Mantan Agen FBI Akui Curi Kripto Hampir US$2,5 Juta

Mantan Agen FBI Akui Curi Kripto Hampir US$2,5 Juta

Key Takeaways

Mantan agen FBI Patrick Yaroch mengaku mencuri kripto hampir US$2,5 juta dari dompet terkait penyelidikan. Sidang vonis dijadwalkan pada Maret 2027.

Mantan agen kontraintelijen FBI Patrick Steven Yaroch mengaku bersalah atas penipuan elektronik dan pencucian uang setelah mencuri aset kripto senilai hampir US$2,5 juta dari dompet terkait penyelidikan. Menurut laporan Cointelegraph pada 7 November 2026 yang mengutip jaksa federal di Virginia Timur, ia menggunakan akses pekerjaannya untuk melakukan transfer tanpa izin dan menyamarkan asal dana. Kasus ini menyoroti risiko penyalahgunaan akses internal dalam penanganan aset digital oleh aparat.

Akses penyelidikan dipakai untuk transfer tanpa izin

Yaroch, berusia 37 tahun, menggunakan posisinya dan akses ke sistem FBI untuk mengambil aset digital dari dompet yang sedang diselidiki, menurut laporan tersebut. Dana kemudian ditukar dan dipindahkan melalui transaksi keuangan untuk menyembunyikan sumber serta kepemilikannya. Dompet yang disebut berkaitan dengan negara lawan dan penyelidikan tidak diidentifikasi secara rinci dalam laporan Cointelegraph.

Jaksa menyebut sekitar 100 transfer curang berkaitan dengan 35 penyelidikan FBI. Yaroch juga mengakui tindakannya mengganggu penyelidikan yang melibatkan kelompok kriminal dan negara lawan. Jumlah transfer itu menunjukkan skala tindakan yang diuraikan jaksa, tetapi tidak berarti terdapat 100 korban yang berbeda. Rincian identitas pemilik dompet maupun kerugian per penyelidikan tidak dijabarkan dalam laporan tersebut.

Nilai pencurian dan jadwal sidang vonis

Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Timur Virginia menyebut hasil yang diperoleh mencapai US$2.474.380,66. Angka itu lebih besar daripada sekitar US$1 juta dalam aset digital yang sebelumnya dikaitkan dengan transfer tanpa izin dalam pemberitaan Agustus. Keduanya merujuk pada tahap pelaporan kasus yang sama, bukan dua pencurian terpisah yang dapat dijumlahkan.

Menurut Cointelegraph, Yaroch menggunakan sebagian hasilnya untuk melunasi utang dan berniat membiayai kehidupan baru di Portugal, termasuk membeli kebun anggur. Ia menghadapi ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara, sedangkan sidang penetapan hukuman dijadwalkan pada 4 Maret 2027. Ancaman maksimum tersebut bukan vonis: lamanya hukuman baru akan ditentukan pengadilan.

Risiko akses internal dalam penyimpanan aset digital

Kasus ini memperlihatkan bahwa risiko keamanan aset digital tidak hanya berasal dari peretas di luar organisasi. Akses yang sah untuk keperluan investigasi dapat disalahgunakan apabila seseorang mampu memindahkan aset tanpa pengawasan yang memadai. Namun, laporan yang tersedia tidak menjelaskan secara lengkap kontrol internal FBI atau mekanisme teknis yang digunakan, sehingga tidak cukup bukti untuk menyimpulkan bagaimana setiap pengaman dilewati.

Bagi lembaga yang menangani dompet investigasi maupun perusahaan penyimpan aset, pemisahan kewenangan, persetujuan lebih dari satu pihak dan audit transfer merupakan langkah pengendalian yang relevan. Kasus ini bukan bukti adanya gangguan pada jaringan blockchain tertentu atau penurunan harga aset tertentu. Dampak yang telah disebutkan secara spesifik adalah kerugian dana dan terganggunya penyelidikan; perkembangan hukum berikutnya bergantung pada putusan pengadilan.

Sumber: [Cointelegraph](https://cointelegraph.com/news/ex-fbi-counterintelligence-agent-stole-almost-25m-in-crypto).

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar