Gnosis Pay mengungkap akses ilegal ke sistem lama yang mendukung kartu debit kripto bermerek perusahaan. Insiden yang terdeteksi pada 3 November 2026 itu mengekspos sebagian informasi pelanggan, tetapi perusahaan menyatakan dana pengguna tidak terdampak. Dalam pengumuman pada 6 November, penyedia kartu tersebut menyatakan telah mengganti kredensial yang dikompromikan dan memperbaiki celah yang digunakan penyerang. Gnosis Pay juga memperingatkan pelanggan tentang risiko pesan penipuan yang memanfaatkan informasi pribadi, sembari mewajibkan verifikasi tambahan untuk seluruh pembayaran kartu daring.
Akses Ilegal Menyasar Sistem Kartu Konsumen
Menurut laporan Decrypt dan The Block, sistem pemantauan Gnosis Pay mendeteksi akses tanpa izin pada 3 November. Perusahaan menyatakan tindakan pembatasan insiden dimulai dalam waktu dua jam. Sistem yang terdampak mendukung kartu bermerek Gnosis Pay untuk konsumen, bukan platform perusahaan yang menyediakan program kartu berlabel mitra bagi fintech, dompet, dan neobank.
Gnosis Pay menyatakan platform konsumen tersebut sebelumnya memang dijadwalkan berhenti pada 20 Desember 2026. Perusahaan belum mengungkap jumlah pelanggan terdampak atau rincian kategori data yang diakses secara keseluruhan. Namun, menurut penjelasannya, setiap pelanggan yang terdampak menerima email berisi rincian informasi yang diambil dari akun masing-masing. Belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa semua pelanggan terkena dampak.
Kredensial Diganti dan Verifikasi 3D Secure Diwajibkan
Gnosis Pay mengatakan kredensial keamanan yang dikompromikan telah diganti dan kerentanan terkait telah diperbaiki. Perusahaan juga meningkatkan pemantauan aktivitas kartu dan dompet guna mendeteksi indikasi penipuan. Hingga platform konsumen dihentikan, seluruh pembayaran kartu secara daring diwajibkan menggunakan 3D Secure, yaitu langkah verifikasi tambahan saat transaksi.
Perusahaan telah melaporkan kebocoran kepada mitra, penerbit kartu, dan otoritas perlindungan data. Gnosis Pay juga menyiapkan pemantauan oleh pihak spesialis untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan informasi. Pernyataan bahwa dana tidak terdampak merupakan keterangan perusahaan; hal itu tidak berarti informasi pribadi yang terpapar tidak memiliki risiko bagi pelanggan.
Risiko Phishing Setelah Data Pelanggan Terpapar
Pelanggan diminta mewaspadai pesan mendadak tentang kartu, termasuk pesan yang mencantumkan data pribadi atau riwayat pembelian yang benar. Informasi yang akurat dapat dipakai untuk membuat penyamaran terlihat meyakinkan. Pengguna sebaiknya memeriksa pemberitahuan langsung melalui kanal resmi, bukan mengikuti tautan atau instruksi dalam pesan yang tidak terduga.
Gnosis Pay menegaskan tidak akan meminta seed phrase, PIN, nomor kartu lengkap, atau meminta pengguna memindahkan dana. Perusahaan juga meminta pelanggan berhati-hati saat membagikan alamat maupun rincian kepemilikan kripto, baik secara daring maupun luring. Langkah ini penting karena kebocoran informasi pribadi dan pencurian dana merupakan dua risiko berbeda: saldo yang dinyatakan aman hari ini tetap perlu dilindungi dari upaya rekayasa sosial berikutnya.
Sumber: [The Block](https://www.theblock.co/news/defi/2026-11-06-gnosis-pay-data-breach-legacy-debit-card-system-435934) dan [Decrypt](https://decrypt.co/382718/crypto-card-provider-gnosis-pay-hackers-customer-data).



