Keamanan

Asuransi Kripto Soter Raih $66 Juta dari Standard Chartered dan SBI

Asuransi Kripto Soter Raih $66 Juta dari Standard Chartered dan SBI

Key Takeaways

Standard Chartered dan SBI suntik dana ke asuransi kripto Soter hingga total $66 juta, sediakan perlindungan pencurian aset digital dalam Bitcoin dan Ether.

Perusahaan asuransi aset digital Soter Insure resmi mengantongi suntikan modal baru dari SC Ventures, lengan modal ventura milik Standard Chartered, serta konglomerat keuangan asal Jepang SBI Group pada Kamis (5/11/2026). Partisipasi dua raksasa perbankan global ini melengkapi putaran pendanaan Seri B Soter hingga mencapai total nilai komitmen sekitar US$66 juta (sekitar Rp1,05 triliun). Langkah strategis ini hadir di tengah tingginya kekhawatiran institusi keuangan terhadap risiko peretasan berskala masif di pasar kripto global.

Pendanaan Seri B US$66 Juta dan Dukungan Aset Asli Kripto

Putaran pendanaan yang dipimpin oleh Galaxy Digital ini mencakup injeksi modal tunai sebesar US$23,5 juta, serta tambahan aset kripto langsung berupa 500 Bitcoin (BTC) senilai US$38,4 juta dan 2.000 Ether (ETH) senilai US$4,5 juta berdasarkan harga pasar saat ini. Sebelumnya, investor ventura terkemuka seperti Coinbase Ventures, Franklin Templeton, dan Brevan Howard Digital telah lebih dulu menanamkan modal pada tahap awal Seri B Soter.

Pendiri sekaligus CEO Soter Insure, Henson Orser, menegaskan bahwa seluruh modal berupa Bitcoin dan Ether tidak akan dialokasikan sebagai modal kerja operasional perusahaan. Skema penjaminan langsung dalam BTC dan ETH ini memungkinkan pembayaran klaim korban peretasan dilakukan menggunakan aset identik tanpa terpapar risiko konversi nilai tukar fiat. Orser menjelaskan bahwa setiap aset BTC atau ETH yang dihimpun sepenuhnya digunakan untuk mendanai program penjaminan asuransi dalam denominasi mata uang kripto asli, bukan sebagai modal kerja pada rekening operasional umum.

Kapasitas Polis Mandiri dan Pengawasan Lisensi Global

Soter saat ini memiliki kemampuan menanggung kerugian mandiri hingga batas US$5 juta, 200 BTC, atau 2.000 ETH menggunakan neraca internalnya sendiri. Untuk polis asuransi bernilai lebih besar, Soter membentuk sindikasi bersama reasuradur konvensional guna membagi porsi risiko eksposur. Seluruh cadangan aset penjaminan tersebut disimpan secara terpisah dalam dompet cold storage pada kustodian teregulasi ketat guna memastikan solvabilitas dana klaim sewaktu-waktu.

Berpusat di Abu Dhabi, Soter beroperasi di bawah payung lisensi asuransi Bermuda yang memberi izin underwriting risiko aset kripto maupun mata uang konvensional. Selain itu, Soter juga telah memperoleh izin penuh dari Dubai Financial Services Authority (DFSA), memperluas jangkauan operasionalnya di kawasan Timur Tengah dan Eropa melalui kantor perwakilan di London, New York, dan Dubai. Ekspansi regulasi ini menjadi fondasi penting bagi bank komersial yang ingin memperbesar neraca aset digital mereka secara sah.

Desakan Perlindungan Institusi Pasca Rentetan Eksploitasi Kripto

Peningkatan minat perbankan global terhadap asuransi kripto dipicu oleh rentetan insiden peretasan institusional baru-baru ini, termasuk pembobolan bursa kripto Binance senilai US$6,3 miliar pada akhir Oktober serta pencurian kripto senilai US$133 juta yang menyeret bank Prancis Credit Mutuel Arkea. Henson Orser mengakui adanya pengetatan tarif premi asuransi kejahatan siber pasca insiden tersebut, sembari menekankan bahwa institusi perbankan tidak dapat berkembang di ranah aset digital tanpa jaminan manajemen risiko yang setara dengan sektor keuangan tradisional.

Selain peretasan konvensional, industri asuransi kini tengah menghadapi tantangan baru terkait penjaminan transaksi yang dieksekusi oleh agen kecerdasan buatan (AI agents). Soter mencatat bahwa pasar belum memiliki konsensus baku apakah insiden yang dipicu oleh kegagalan sistem agen AI otonom dapat dikategorikan sebagai klaim kerugian yang sah atau justru dikecualikan sebagai kelalaian operator. Tambahan modal dari Standard Chartered dan SBI ini akan difokuskan untuk mempertebal kapasitas polis serta memperluas penetrasi proteksi institusi di kawasan Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Serikat.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar