Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada empat individu dan 41 entitas yang disebut mendukung jaringan bisnis Prince Group, dalam langkah terbaru untuk membatasi dugaan penipuan investasi aset digital dan pencucian uang. Pengumuman Kantor Pengawasan Aset Asing AS (OFAC) pada 5 November 2026 menyasar infrastruktur perusahaan yang menurut otoritas membantu jaringan itu tetap beroperasi setelah sanksi sebelumnya. Prince Group membantah tuduhan tersebut, menurut laporan Decrypt.
Sasaran Baru dalam Jaringan Prince Group
Menurut [pengumuman Departemen Keuangan AS](https://home.treasury.gov/news/press-releases/sb0683), tindakan terbaru menargetkan empat orang dan 41 entitas yang mendukung jaringan bisnis kelompok yang sebelumnya sudah dikenai sanksi AS. OFAC menuduh mereka membantu pengelolaan struktur perusahaan lepas pantai, menyembunyikan kepemilikan sebenarnya, serta menyediakan layanan administratif dan keuangan bagi para eksekutif kelompok tersebut. Tuduhan itu merupakan klaim otoritas AS, bukan putusan pengadilan yang menetapkan kesalahan setiap pihak.
Tindakan ini melanjutkan penetapan sanksi pada 14 Oktober 2025 dan 23 Juni 2026. Departemen Keuangan menyatakan langkah sebelumnya menyasar pimpinan, perusahaan terafiliasi, dan pihak yang memfasilitasi keuangan. Kali ini, fokusnya juga mencakup struktur korporasi yang diduga memungkinkan akses berlanjut ke sistem keuangan internasional. [Decrypt melaporkan](https://decrypt.co/382730/us-sanctions-45-more-targets-tied-to-alleged-crypto-scam-empire-prince-group) bahwa Prince Group membantah tuduhan terhadapnya.
Dugaan Modus Penipuan dan Perbedaan Jumlah Sasaran
Otoritas AS menuduh pihak yang berafiliasi dengan kelompok tersebut menggunakan penipuan investasi aset digital, penipuan berkedok hubungan romantis, dan bentuk penipuan daring lainnya untuk membujuk korban mengirim dana atau aset digital. Departemen Keuangan menyatakan aktivitas itu menghasilkan miliaran dolar dan sebagian operasinya terkait kompleks penipuan di Asia Tenggara yang menggunakan pekerja korban perdagangan orang atau paksaan. Angka tersebut adalah estimasi yang disampaikan pemerintah AS, bukan jumlah kerugian yang telah diverifikasi secara independen dalam laporan ini.
Jumlah sasaran dalam pengumuman perlu dibedakan. Sebanyak 45 pihakāempat individu dan 41 entitasādikaitkan OFAC dengan jaringan Prince Group. Secara terpisah, OFAC juga menetapkan sanksi terhadap seorang warga Malaysia yang dituduh mengelola jaringan penipu berbasis di Afrika. Dengan demikian, pengumuman itu mencakup 46 sasaran secara keseluruhan; sasaran tambahan tersebut tidak boleh dihitung sebagai bagian dari 45 pihak terkait Prince Group.
Dampak Sanksi bagi Transaksi dan Pemeriksaan Risiko
Penetapan OFAC penting bagi lembaga keuangan dan penyedia layanan aset digital karena dapat memengaruhi kemampuan pihak yang masuk daftar untuk menggunakan jalur pembayaran yang bersinggungan dengan yurisdiksi AS. Penerapannya bergantung pada rincian penetapan, kepemilikan, lokasi aset, dan aturan yang berlaku. Masuknya suatu nama dalam pengumuman tidak otomatis membuktikan bahwa setiap transaksi sebelumnya bersifat ilegal, dan tidak ada dasar dalam pengumuman untuk menyimpulkan dampak langsung terhadap harga aset kripto tertentu.
Bagi pengguna, kasus ini menegaskan risiko penawaran investasi yang mengandalkan kedekatan personal atau menjanjikan keuntungan untuk mendorong pengiriman dana. Pemeriksaan identitas penyedia dan legalitas platform tetap relevan, tetapi tidak menjamin suatu transaksi aman. Perkembangan selanjutnya bergantung pada penegakan sanksi dan tanggapan pihak-pihak yang ditetapkan; laporan ini membedakan tuduhan pemerintah dari bantahan kelompok dan tidak menyimpulkan bahwa proses hukum telah selesai.



