Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) secara resmi memilih dua konsorsium korporasi telekomunikasi dan pembayaran terkemuka untuk membangun infrastruktur penghubung pada proyek percontohan Digital Euro. Langkah strategis ini diumumkan pada akhir Oktober 2026 guna memastikan kesiapan jalur transmisi data antara platform mata uang digital bank sentral (CBDC), para penyedia jasa pembayaran berlisensi, serta bank sentral nasional di seluruh kawasan euro. Meskipun pengujian infrastruktur dipercepat, dewan gubernur ECB menegaskan bahwa keputusan akhir terkait penerbitan mata uang publik digital tersebut masih tetap terbuka dan menanti kepastian regulasi dari lembaga legislatif Uni Eropa.
Struktur Konsorsium dan Arsitektur Komunikasi Jaringan
Dalam skema kerja sama yang diumumkan otoritas moneter Frankfurt, tim penyedia jaringan pertama menggabungkan raksasa infrastruktur pembayaran asal Italia Nexi Payments S.p.A. bersama Deutsche Telekom Business Solutions GmbH asal Jerman. Sementara itu, kelompok kedua mempertemukan kemitraan strategis antara Telefónica de España, S.A.U., Telefónica Global Solutions, S.L.U., dan penyedia solusi teknologi pertahanan serta transportasi Spanyol, Indra Soluciones Tecnologías de la Información, S.L.U.
Peran fundamental dari kedua kelompok korporasi ini adalah merutekan pesan transaksi dan instruksi pertukaran data secara aman antara platform inti Digital Euro, penyedia jasa pembayaran komersial yang berpartisipasi, serta jaringan 19 bank sentral nasional. Kontrak kerja sama pertama telah mulai berlaku efektif pada 28 September 2026 untuk mengamankan konektivitas dasar uji coba awal, sedangkan perjanjian kedua dijadwalkan menyusul pada Mei 2027. Para peserta ekosistem pembayaran nantinya diberikan fleksibilitas operasional untuk menghubungkan gerbang sistem mereka melalui salah satu dari kedua konsorsium tersebut.
Jadwal Uji Coba Terbatas H2 2027 dan Keterlibatan Institusi
Berdasarkan peta jalan teknis yang dirilis, ECB merencanakan peluncuran fase percontohan terbatas selama 12 bulan penuh yang akan dimulai pada paruh kedua tahun 2027 (H2 2027). Program pengujian berskala regional ini diproyeksikan melibatkan sebanyak 36 penyedia jasa pembayaran (Payment Service Providers/PSP) yang memegang lisensi resmi di kawasan euro, jaringan pedagang ritel terpilih, serta perwakilan personel teknis dari ECB bersama otoritas moneter di 19 negara anggota.
Seluruh entitas yang terlibat dalam program percontohan tersebut akan menguji coba operasional menggunakan versi beta dari sistem Digital Euro. Instrumen uji coba ini secara teknis memiliki sejumlah perbedaan konfigurasi dengan versi operasional penuh yang kelak dirancang dalam rancangan undang-undang resmi Uni Eropa. Daftar 36 entitas penyedia jasa pembayaran yang terpilih untuk fase beta ini telah rampung diverifikasi guna memastikan pengujian mencakup transaksi titik penjualan ritel (point-of-sale), pembayaran daring instan, serta pemulihan sistem secara waktu nyata.
Target Kesiapan 2029 dan Penegasan Karakteristik Non-DLT
Kedua konsorsium teknologi jaringan tersebut diwajibkan mencapai kesiapan infrastruktur komprehensif pada tahun 2029 demi mendukung kapabilitas penerbitan jika otoritas moneter memutuskan peluncuran penuh. Namun demikian, pihak otoritas menegaskan bahwa target kesiapan 2029 tidak serta merta menjadi tanggal peluncuran publik resmi. Penerbitan Digital Euro secara sah mensyaratkan adopsi kerangka regulasi menyeluruh oleh parlemen dan dewan Uni Eropa sebelum Dewan Gubernur (Governing Council) ECB mengambil keputusan akhir secara independen.
Dalam keterbukaan teknologinya, ECB mempertegas bahwa platform penyelesaian Digital Euro beroperasi di atas arsitektur terpusat (centralized settlement platform) dan tidak mengandalkan teknologi buku besar terdistribusi (Distributed Ledger Technology/DLT) layaknya protokol blockchain pada aset kripto publik. Desain instrumen ini diposisikan murni sebagai uang publik digital pelengkap uang kertas serta koin fiat fisik, yang memiliki kedudukan yuridis berbeda dari simpanan deposito bank komersial maupun mata uang kripto swasta. Melalui pemisahan ini, pengujian versi beta difokuskan murni pada ketahanan jaringan transmisi data tanpa mengganggu stabilitas intermediasi perbankan konvensional di Benua Biru.
Sumber: TokenPost



