Pengembang perangkat lunak Solana, Anza, bersama tim hubungan validator Solana Foundation menerbitkan peringatan teknis bertajuk Action Required kepada seluruh operator validator jaringan utama (mainnet-beta). Peringatan darurat ini menuntut operator node yang menjalankan sistem operasi Ubuntu untuk segera menerapkan mitigasi konfigurasi jaringan sementara. Langkah preventif ini diambil menyusul temuan celah keamanan berkategori kritis pada kernel Linux dengan kode CVE-2026-98432 yang belum memiliki paket pembaruan resmi dari pengembang Ubuntu. Celah ini mengancam keutuhan server validator karena memungkinkan eksekusi kode jarak jauh tanpa otentikasi.
Ancaman Celah CVE-2026-98432 dan Eksploitasi Root
Celah keamanan CVE-2026-98432 mengantongi skor keparahan Common Vulnerability Scoring System (CVSS) versi 3.1 sebesar 9,8 atau tingkat kritis. Kerentanan ini berakar dari cacat alokasi memori berjenis use-after-free saat inisiasi koneksi TCP berbasis IPv4 berlangsung di lapisan kernel. Ketika proses konfigurasi jaringan berjalan, sistem dapat membebaskan alokasi memori opsi jaringan sebelum proses transmisi lain selesai menggunakannya, sehingga menciptakan celah injeksi memori yang sangat berbahaya.
Eksploitasi celah ini kian nyata setelah model riset Anthropic berhasil menyusun bukti konsep (proof-of-concept) serangan fungsional. Bukti tersebut membuktikan bahwa penyerang jarak jauh dapat mengeksekusi perintah tingkat root secara sewenang-wenang pada server Linux yang mengaktifkan listener Multipath TCP (MPTCP). Serangan ini dapat dilancarkan secara penuh tanpa memerlukan kredensial otentikasi maupun interaksi dari pengguna sah, sehingga penyerang berpotensi menguasai keseluruhan infrastruktur fisik server dan bukan sekadar memanipulasi aplikasi validator Solana.
Panduan Tiga Mitigasi Jaringan Darurat dari Solana
Merespons lambatnya rilis patch dari Ubuntu, Kepala Hubungan Validator Solana Foundation, Tim Garcia, merilis panduan mitigasi konfigurasi jaringan sementara bagi para operator. Garcia menegaskan bahwa kendati perbaikan kode inti telah digabungkan ke cabang stabil Linux upstream, repositori resmi Ubuntu belum mendistribusikan berkas biner kernel yang aman. Oleh karena itu, operator node validator diinstruksikan untuk segera menyaring paket masuk dan membatasi fitur TCP tingkat lanjut.
Instruksi mitigasi tersebut mencakup tiga langkah teknis utama pada subsistem jaringan Linux. Pertama, operator wajib memblokir seluruh paket TCP masuk yang memuat opsi IPv4 menggunakan aturan firewall. Kedua, validator harus menonaktifkan protokol Multipath TCP (MPTCP) pada sistem operasi guna menutup permukaan serangan. Ketiga, operator diminta mematikan fitur migrasi soket permintaan TCP (TCP request socket migration). AlmaLinux mengingatkan bahwa mematikan MPTCP hanya mencegah soket baru, sehingga operator disarankan memeriksa listener aktif via perintah ss dan me-restart layanan terkait.
Status Penambalan OS dan Perlindungan Konsensus Solana
Keterlambatan rilis keamanan dari Canonical menempatkan ekosistem validator Ubuntu dalam posisi rentan dibandingkan distribusi Linux enterprise lainnya. Pelacak keamanan Ubuntu per 1 November 2026 masih mencatat status paket kernel untuk rilis Ubuntu 22.04 LTS, 24.04 LTS, 26.04 LTS, hingga 26.10 sebagai vulnerable work in progress. Sebaliknya, vendor lain seperti Red Hat (RHEL 8, 9, dan 10), Debian (Bookworm dan Trixie), serta Amazon Linux telah menerbitkan pembaruan kernel resmi yang memerlukan reboot sistem.
Penerapan mitigasi konfigurasi jaringan ini sangat krusial bagi keberlangsungan konsensus jaringan Proof-of-Stake Solana. Mayoritas validator independen di jaringan Solana memanfaatkan Ubuntu sebagai sistem operasi server utama karena kemudahan instalasi dan dukungan komunitas yang luas. Jika node validator disusupi peretas via kontrol root, risiko pencurian kunci privat penandatanganan konsensus (voting key) dan penghentian produksi blok validator dapat mengancam stabilitas desentralisasi jaringan sebelum rilis patch resmi Ubuntu diluncurkan secara global.
Sumber: TokenPost



