Regulasi

50 Emiten AS Tolak Tokenisasi Saham di Bursa Kripto OKX dan ICE

50 Emiten AS Tolak Tokenisasi Saham di Bursa Kripto OKX dan ICE

Key Takeaways

Sebanyak 50 emiten AS termasuk Nvidia dan Nike resmi tolak tokenisasi saham di bursa OKXICE di bawah aturan hak veto SEC menjelang peluncuran platform RWA.

Sebanyak 50 perusahaan publik terkemuka di bursa efek Amerika Serikat secara resmi mengajukan keberatan tertulis untuk menolak tokenisasi saham mereka di platform OKXICE. Entitas perdagangan tersebut merupakan usaha patungan (joint venture) berbobot imbang antara bursa kripto OKX dan Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk dari New York Stock Exchange (NYSE). Penolakan massal ini terungkap melalui pemberitahuan publik terbaru platform pada akhir Oktober 2026, yang mencatat penambahan 12 emiten raksasa dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Raksasa teknologi dan ritel global seperti Nvidia, Nike, Costco, Micron Technology, dan Reddit kini bergabung dalam barisan penentang, sehingga memangkas drastis rencana awal proyek yang semula membidik 62 emiten unggulan Wall Street.

Gelombang Penolakan Raksasa Teknologi dan Ritel Wall Street

Eskalasi penolakan emiten terhadap inisiatif tokenisasi saham pihak ketiga tanpa afiliasi (unaffiliated third-party tokenization) meningkat tajam hanya dalam hitungan hari. Berdasarkan dokumen keterbukaan publik tertanggal 30 Oktober 2026 yang dilaporkan jurnalis pasar keuangan Eleanor Terrett pada 1 November 2026, daftar penentang melonjak dari 26 perusahaan pada 26 Oktober, menjadi 38 perusahaan pada 28 Oktober, hingga menembus 50 emiten pada penutupan bulan. Gelombang penolakan terbaru mencakup nama-nama strategis lintas sektor industri, mulai dari produsen semikonduktor Nvidia dan Micron, raksasa ritel konsumen Nike dan Costco, platform komunitas daring Reddit, hingga emiten keamanan siber CrowdStrike dan Palo Alto Networks.

Selain nama-nama baru tersebut, daftar penentang juga diperkuat oleh emiten infrastruktur industri dan teknologi seperti Corning, Hewlett Packard Enterprise, Bloom Energy, penambang Bitcoin institusional IREN, serta USA Rare Earth. Mereka menyusul penolakan formal yang telah diajukan terlebih dahulu oleh deretan konglomerat teratas Wall Street, termasuk Microsoft, Alphabet, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, AMD, Intel, dan Walmart. Dari total 62 perusahaan dengan 63 simbol saham yang awalnya dipetakan OKXICE untuk ditransaksikan dalam bentuk token digital, kini lebih dari 80 persen emiten secara eksplisit memilih keluar dari sistem perdagangan terdesentralisasi tersebut.

Hak Veto Aturan SEC dan Arsitektur Likuiditas Uniswap v4

Langkah perlawanan para emiten memiliki kekuatan hukum mengikat di bawah kerangka kerja pembebasan perdagangan sementara (Temporary Innovation Exemption) yang diterbitkan Securities and Exchange Commission (SEC) pada 17 September 2026. Berdasarkan regulasi SEC tersebut, setiap platform perdagangan yang berniat mendaftarkan saham tertokenisasi yang diterbitkan oleh pihak ketiga wajib melayangkan pemberitahuan formal kepada emiten bersangkutan. Emiten diberikan jendela waktu selama 30 hari kalender untuk menyampaikan penolakan tertulis. Apabila emiten menggunakan hak veto tersebut, bursa dilarang keras menawarkan atau memfasilitasi transaksi token saham emiten tersebut di bawah fasilitas pengecualian regulasi.

Secara teknis, bursa OKXICE dioperasikan oleh OKXICE LLC, entitas berkedudukan di Texas yang dimiliki 50 persen oleh Intercontinental Exchange Holdings dan 50 persen oleh OKC USA Holding. Arsitektur perdagangan dirancang beroperasi 24 jam penuh tanpa buku pesanan konvensional (order book), melainkan memanfaatkan kolam likuiditas berizin (permissioned liquidity pools) Uniswap v4 yang digelar di atas blockchain Layer-2 XLayer milik OKX. Investor terakreditasi yang lolos verifikasi identitas dan penyaringan sanksi dapat menukarkan token saham beragunan fisik 1:1 tersebut menggunakan stablecoin pembayaran USDC atau USDG. Kendati menawarkan penyelesaian instan dan pemeliharaan hak dividen serta hak suara, regulasi SEC membatasi likuiditas harian maksimal 0,25 persen dari rata-rata volume harian bulanan untuk saham Tier 1, serta mewajibkan penghentian seketika transaksi on-chain apabila perdagangan saham induk di bursa utama terkena suspensi.

Persaingan Sengit Bursa Efek dan Model Tokenisasi Nasdaq-Kraken

Fenomena penolakan massal ini tidak terlepas dari memanasnya rivalitas antara bursa saham konvensional terbesar di dunia dalam memperebutkan kendali atas pasar aset dunia nyata tertokenisasi (Real World Assets/RWA). Muncul dugaan kuat bahwa perwakilan bursa efek Nasdaq secara aktif melobi dan mendorong emiten-emiten yang tercatat di papannya untuk menolak proyek OKXICE. Pihak Nasdaq sendiri secara terpisah menegaskan preferensinya terhadap pendekatan tokenisasi yang dipimpin langsung oleh emiten (issuer-centered model) di dalam struktur pasar modal yang sudah ada, guna menjaga integritas pengawasan pasar dan perlindungan investor institusi.

Sebagai tandingan langsung terhadap aliansi NYSE-OKX, Nasdaq tengah mematangkan infrastruktur perdagangan saham tertokenisasi resmi bekerja sama dengan bursa kripto Kraken, yang dijadwalkan meluncur pada kuartal kedua tahun 2027. Perbedaan filosofi antara model tokenisasi sepihak oleh pihak ketiga yang diusung OKXICE melawan model berbasis persetujuan penuh emiten versi Nasdaq diperkirakan akan menjadi preseden krusial bagi peta jalan regulasi Wall Street. Dengan terkikisnya daftar emiten yang bersedia berpartisipasi, operator OKXICE kini menghadapi tantangan berat untuk membuktikan viabilitas likuiditas platform sebelum jadwal peluncuran komersial diresmikan di pasar Amerika Serikat.

Sumber: TokenPost / Crypto.news

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar