Chief Financial Officer (CFO) Strategy, Andrew Kang, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari jajaran pimpinan eksekutif perbendaharaan korporasi Bitcoin terbesar di dunia tersebut pada Jumat (30/10/2026). Keputusan ini disampaikan bersamaan dengan publikasi laporan keuangan kuartal ketiga yang mencatatkan rekor laba operasional bersejarah sebesar $20,91 miliar (sekitar Rp334 triliun). Lonjakan laba fantastis ini didorong sepenuhnya oleh penyesuaian nilai wajar atas kepemilikan aset kripto perusahaan yang kini telah menembus 848.517 Bitcoin. Langkah perombakan kepemimpinan mendadak ini langsung memicu reaksi tajam dari pasar keuangan global, di mana harga saham biasa Strategy (MSTR) anjlok hingga 6,4% pada sesi perdagangan pra-pasar Wall Street.
Transisi Kepemimpinan dan Pembagian Wewenang Keuangan
Andrew Kang dijadwalkan resmi meletakkan jabatannya sebagai CFO efektif per 5 November 2026 atas alasan pribadi setelah memimpin serangkaian aksi penggalangan modal raksasa selama masa jabatannya. Pihak manajemen menunjuk Reza Virasteh, yang saat ini menjabat sebagai Executive Vice President of Operations, untuk menggantikan posisi Kang mulai 1 Januari 2027 mendatang. Selama masa transisi kepemimpinan hingga akhir tahun, Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) Strategy, Phong Le, akan mengambil alih komando organisasi keuangan secara langsung sebagai co-principal financial officer guna memastikan operasional tetap stabil.
Struktur tata kelola keuangan Strategy selama fase pergantian ini akan dipecah menjadi dua pilar kendali utama. Phong Le akan memegang kendali penuh atas strategi perbendaharaan Bitcoin, transaksi pasar modal (capital markets), operasi perbendaharaan, serta hubungan investor (investor relations). Sementara itu, Reza Virasteh akan bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran operasional, administrasi keuangan internal, dan kinerja lini bisnis perangkat lunak komersial perusahaan. Pemisahan fungsi ini dirancang demi melindungi kelancaran manuver likuiditas aset digital tanpa mengorbankan stabilitas operasional unit perangkat lunak inti Strategy.
Rekor Laba Operasional $21 Miliar dan Akumulasi Cadangan Bitcoin
Laporan keuangan kuartal ketiga Strategy memperlihatkan dominasi absolut strategi cadangan kas Bitcoin terhadap neraca keuangan korporasi. Perusahaan mengantongi laba operasional sebesar $20,91 miliar, yang merupakan hasil operasional kuartalan tertinggi sepanjang sejarah berdirinya entitas teknologi tersebut. Keuntungan masif ini murni berasal dari mark-to-market atau kenaikan valuasi portofolio Bitcoin yang diadopsi perseroan. Sepanjang tahun 2026 berjalan (year-to-date), Strategy tercatat telah menghimpun modal segar sebesar $21 miliar melalui penerbitan instrumen ekuitas terikat dan obligasi konversi di pasar modal institusional.
Berdasarkan data keterbukaan per 25 Oktober 2026, total kepemilikan Bitcoin Strategy telah mencapai 848.517 BTC, mencerminkan lonjakan cadangan sebesar 26% dibandingkan posisi pada awal tahun kalender. Selama kuartal ketiga, perusahaan sempat merealisasikan pelepasan taktis sebanyak 5.552 Bitcoin untuk keperluan operasional dan manajemen likuiditas, sebelum kembali memborong secara agresif sebanyak 7.218 BTC ke dalam brankas kustodi dinginnya. Kepemilikan mendekati 850 ribu koin ini semakin mengukuhkan hegemoni Strategy sebagai entitas korporasi publik pemegang pasokan Bitcoin terbesar di tingkat global yang melampaui cadangan sebagian besar negara berdaulat.
Reaksi Pasar Modal dan Dampak Volatilitas Saham MSTR
Kendati membukukan pencapaian laba kuartalan yang spektakuler, sentimen pelaku pasar Wall Street justru dibayangi oleh ketidakpastian tata kelola pasca-keluarnya sang arsitek keuangan. Saham biasa Strategy (kode ticker: MSTR) merosot hingga 6,4% pada perdagangan pra-pasar di bursa Nasdaq, mencerminkan kekhawatiran para pengelola dana institusional atas kelanjutan eksekusi penerbitan utang berbiaya murah yang selama ini dirancang oleh Kang. Di sisi lain, saham preferen perseroan (STRC) terpantau bergerak stagnan dan bertahan di level $99,45 per lembar.
Keluarnya Andrew Kang terjadi di tengah sorotan ketat para regulator dan lembaga indeks global terhadap model bisnis perusahaan perbendaharaan kripto murni (pure-play digital asset treasury). Para pelaku pasar kini mencermati apakah kepemimpinan ganda Phong Le dan Reza Virasteh mampu mempertahankan laju akumulasi Bitcoin yang agresif sembari menjaga solvabilitas neraca korporasi dari fluktuasi harga spot kripto global. Langkah pergantian pejabat keuangan ini menjadi preseden krusial bagi ekosistem korporasi publik yang mengadopsi standar cadangan aset kripto sebagai pilar nilai pemegang saham di era modern.
Sumber: CoinDesk



