Produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot yang tercatat di bursa Amerika Serikat berhasil membukukan arus masuk bersih (inflow) harian sebesar $137 juta pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Masuknya modal segar tersebut memperpanjang reli akumulasi modal institusional selama tiga hari berturut-turut, sekaligus membalikkan posisi arus kas bersih bulanan pada Oktober 2026 kembali ke zona positif sebesar $111 juta. Pemulihan ini menjadi sinyal penting ketahanan likuiditas pasar aset digital di tengah ketatnya kebijakan suku bunga global dan volatilitas harga menjelang penutupan bulan.
Reli Akumulasi Tiga Hari Balikkan Tekanan Outflow Pekan Lalu
Berdasarkan data agregasi dari platform pelacak pasar SoSoValue, total arus masuk bersih ke dalam instrumen ETF Bitcoin spot selama tiga hari perdagangan terakhir kini telah mencapai sekitar $424 juta. Tambahan modal institusional ini secara efektif memulihkan defisit arus modal setelah instrumen tersebut sempat tertekan arus keluar masif hingga $774 juta pada dua hari perdagangan terakhir pekan lalu.
Sebelum lonjakan arus masuk pada pekan ini, kinerja kumulatif ETF Bitcoin spot sepanjang Oktober 2026 sempat berada di teritori negatif hingga perdagangan Selasa lalu. Namun, konsistensi aksi beli dari para manajer investasi terkemuka seperti BlackRock, Fidelity, dan Bitwise berhasil membawa total inflow bersih bulanan berbalik surplus $111 juta, menyisakan dua sesi perdagangan aktif sebelum kalender perdagangan Oktober resmi berakhir.
Tren akumulasi ini memperlihatkan bahwa minat investor institusional terhadap eksposur langsung Bitcoin tetap solid kendati sentimen pasar ritel sempat tertekan oleh volatilitas makroekonomi global. Aliran modal ini juga memberikan bantalan likuiditas yang signifikan bagi pasar spot ketika harga aset kripto utama tersebut berfluktuasi menguji level psikologis penting.
Kebijakan Suku Bunga The Fed dan Sikap 'Wait and See' Pasar
Momentum kebangkitan arus masuk ETF Bitcoin terjadi bersamaan dengan pengumuman keputusan Federal Reserve AS yang mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75% hingga 4,00% pada pertemuan komite pasar terbuka (FOMC). Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa laju inflasi Amerika Serikat saat ini masih berada di atas target sasaran 2%, sehingga bank sentral belum memberikan indikasi pelonggaran moneter lanjutan dalam waktu dekat.
Analis pasar dari Bitget, Lewis Huang, menyoroti bahwa ketiadaan sinyal arah baru dari bank sentral AS mengalihkan fokus pelaku pasar keuangan ke indikator likuiditas sekunder. Dengan terbatasnya petunjuk arah baru dari The Fed, kinerja jangka pendek Bitcoin akan lebih banyak bergantung pada pergerakan imbal hasil obligasi Departemen Keuangan AS (US Treasury yields), dinamika indeks dolar, serta selera risiko pasar global secara umum.
Di pasar spot, harga Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $79.848 hingga $80.260 dengan penurunan tipis sekitar 1% dalam 24 jam terakhir menurut data CoinGecko. Di sisi lain, indeks sentimen Crypto Fear & Greed bertahan stabil di level 51 dengan kategori Netral selama dua hari beruntun, mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar yang menunggu katalis penentu arah tren pergerakan berikutnya.
Divergensi Tajam Arus Modal Bitcoin dan ETF Ether Spot
Di tengah pemulihan arus modal pada instrumen berbasis Bitcoin, produk ETF Ether spot justru mencatatkan performa yang sangat bertolak belakang. Pada sesi perdagangan yang sama, ETF Ether kembali menelan arus keluar bersih sebesar $21 juta, memperlebar defisit outflow kumulatif sepanjang bulan Oktober menjadi $1,35 miliar.
Tekanan jual berkelanjutan pada ETF Ether ini turut menekan harga spot ETH di bursa global. Ether diperdagangkan melemah ke level $2.310 per koin, mengalami koreksi sebesar 1,7% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Perbedaan arah arus kas ini menggarisbawahi adanya rotasi portofolio di kalangan manajer dana yang cenderung memprioritaskan aset berkapitalisasi terbesar dengan kepastian narasi likuiditas tinggi.
Divergensi yang kian melebar antara Bitcoin dan Ethereum di pasar ETF institusional menunjukkan bahwa alokasi modal institusi saat ini sangat selektif. Sementara pasar institusional terus menyerap pasokan Bitcoin di kisaran $80.000, pasar altcoin dan ekosistem smart contract generasi kedua masih harus berjuang keras memulihkan keyakinan para pemodal besar.



