Pasar aset kripto global kembali mengalami tekanan aksi jual signifikan pada sesi perdagangan Kamis (24/9/2026), dipicu oleh lonjakan tajam imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) ke tingkat tertinggi sejak tahun 2007. Memecoin Dogecoin (DOGE) memimpin pelemahan pasar dengan anjlok lebih dari 8% hingga menyentuh kisaran level 9 sen dolar AS, sementara aset kripto berkapitalisasi terbesar Bitcoin (BTC) tergelincir lebih dari 2% dan tertekan di bawah ambang psikologis $84.000 setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di $87.300. Tekanan jual tersebut merefleksikan sensitivitas tinggi pasar risiko terhadap pengetatan biaya likuiditas makroekonomi di pasar modal AS.
Tekanan Makroekonomi AS dan Lonjakan Imbal Hasil Treasury
Pemicu utama gejolak pasar keuangan global bermula dari lonjakan imbal hasil US Treasury tenor 10-tahun yang ditutup pada posisi 5,11% atau melonjak sebesar 15 basis poin dalam sehari perdagangan. Kondisi pengetatan ini dipicu oleh tiga faktor ekonomi utama yang terjadi secara simultan di Amerika Serikat, yakni pembalikan harga minyak mentah Brent yang kembali menguat di atas $104 per barel, publikasi survei aktivitas bisnis S&P Global AS yang mencatatkan ekspansi tercepat dalam lima tahun terakhir pada level indeks komposit 58,4, serta lelang surat utang lima tahun senilai $70 miliar yang mencatatkan permintaan lemah dan ditutup pada yield lelang tertinggi sejak 2006 sebesar 5,033%. Kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah tanpa risiko ini secara langsung menaikkan standar imbal hasil bagi aset non-yielding seperti kripto dan meningkatkan biaya pembiayaan posisi leverage di bursa derivatif.
Dampak Penjualan Dogecoin dan Risiko Kedaluwarsa Opsi Deribit
Di jajaran aset kripto berkapitalisasi pasar besar, koreksi tajam paling parah dialami oleh Dogecoin yang terpuruk 8% hingga memicu likuidasi berantai pada instrumen kontrak berjangka, disusul penurunan koin privasi Zcash (ZEC), Ripple (XRP), serta Hyperliquid (HYPE) yang masing-masing terpangkas sebesar 5% hingga 6%. Sementara itu, Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan BNB turut terkoreksi antara 2% hingga 3%. Pelemahan harga Bitcoin di bawah level psikologis $85.000 kini menempatkan para pelaku pasar pada situasi krusial, mengingat terdapat konsentrasi kontrak call options dalam jumlah masif pada level strike tersebut menjelang peristiwa kedaluwarsa opsi kuartalan Deribit bernilai sekitar $14 miliar yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.



