Scroll secara resmi mengajukan proposal tata kelola transformatif di forum DAO pada 3 November 2026 yang mengusulkan perombakan total arsitektur jaringannya. Pengembang inti Layer-2 berbasis zero-knowledge (zkEVM) tersebut berencana mengubah jaringan dari sistem umum tanpa izin (permissionless general-purpose L2) menjadi jaringan terizin (permissioned network) khusus untuk beban kerja kecerdasan buatan (AI) berbasis privasi. Bersamaan dengan perubahan haluan strategis ini, token tata kelola SCR diusulkan untuk dimigrasikan langsung ke Ethereum mainnet tanpa mengubah pasokan total maupun model ekonomi token yang ada. Langkah radikal ini ditempuh Scroll menyusul merosotnya margin operasional jaringan akibat sengitnya perang tarif biaya transaksi dan fragmentasi likuiditas di ekosistem Layer-2 Ethereum.
Tekanan Margin L2 dan Rasionalitas Perubahan Arsitektur
Dalam dokumen proposalnya, tim Scroll membeberkan realitas keras ekonomi ekosistem Layer-2 umum yang kian sulit mempertahankan profitabilitas jangka panjang. Menurut data analitik on-chain dari Growthepie yang dikutip dalam proposal, laba bersih on-chain Scroll anjlok sekitar 92% sepanjang setahun terakhir, hingga hanya menyisakan sekitar $42,50 per hari. Penurunan tajam ini dipicu oleh perang tarif gas yang sangat agresif antar-rollup, sementara biaya pemeliharaan infrastruktur validator dan pembuktian kriptografi zero-knowledge tetap membutuhkan alokasi sumber daya yang masif.
Scroll menilai model jaringan umum yang hanya bersaing memperebutkan aplikasi eksternal, pengguna ritel, dan likuiditas pihak ketiga terbukti rentan terhadap migrasi modal yang cepat berpindah-pindah antar-rantai. Melalui restrukturisasi ini, jaringan tidak lagi berupaya menjadi platform umum bagi sembarang protokol terdesentralisasi, melainkan fokus membangun permintaan terikat (captive demand) di sekitar infrastruktur dan aplikasi AI kepemilikan internal Scroll. Pendekatan terizin ini menuntut seluruh operator node memenuhi standar akuntabilitas ketat demi menjamin performa dan isolasi privasi data.
Arsitektur Produk AI Compass, CENO, dan Stablecoin USX
Jaringan terdesentralisasi baru Scroll akan berpusat pada integrasi tiga komponen produk kecerdasan buatan utama yang dirancang untuk mendukung interaksi agen otonom. Komponen pertama adalah Compass, sebuah antarmuka ramah pengguna bagi konsumen untuk mengakses layanan AI dan operasional harian secara mulus. Komponen kedua adalah CENO, lapisan kepercayaan berbasis zero-knowledge yang memungkinkan pembuktian kredensial dan otorisasi agen AI tanpa mengekspos data pribadi maupun kunci rahasia pengguna ke publik.
Untuk memfasilitasi transaksi ekonomi mesin, Scroll merancang USX, stablecoin berpatok dolar AS yang berfungsi sebagai alat pembayaran biaya layanan komputasi antar-agen AI. Pengguna dapat menetapkan batasan anggaran dan wewenang belanja yang ketat bagi agen mereka, di mana pembayaran dieksekusi secara otomatis oleh USX. Scroll menegaskan bahwa jaringan tidak akan menyimpan seluruh input teks (prompt) atau bobot model AI secara langsung di on-chain, melainkan bertindak sebagai lapisan koordinasi, verifikasi izin, dan penyelesaian (settlement) yang aman.
Migrasi Token SCR ke Mainnet dan Dinamika Tata Kelola DAO
Rencana pemindahan token SCR ke Ethereum mainnet ditujukan untuk memastikan akses likuiditas dan keabsahan pasokan token tidak bergantung pada nasib operasional jaringan terizin Scroll di masa depan. Tim pengembang menjamin bahwa proses migrasi ke Layer-1 tidak akan mendilusi kepemilikan investor maupun komunitas, dengan jadwal transisi teknis ditargetkan terlaksana pada akhir tahun 2026. Di ekosistem Ethereum, SCR akan tetap mempertahankan fungsi tata kelolanya, termasuk hak suara atas parameter moneter stablecoin USX, penyebaran model AI, dan aturan operasional agen.
Kendati demikian, proposal ini memicu perdebatan kritis di kalangan delegasi Scroll DAO sebelum memasuki tahap pemungutan suara resmi. Delegasi tata kelola bernama alexsotodigital menyuarakan keprihatinan terkait kepemilikan hak cipta produk AI dan mekanisme penegakan hukum tata kelola Ethereum terhadap entitas yayasan pengembang. Komunitas dijadwalkan menggelar diskusi panel terbuka bersama Raza, perwakilan kepemimpinan Scroll, guna memperjelas pembagian nilai ekonomi bagi pemegang token SCR sebelum proposal final disahkan.
Sumber: TokenPost / Scroll DAO Forum



