Saham emiten teknologi terdaftar Nasdaq, Datavault AI Inc. (NASDAQ: DVLT), anjlok hingga 48 persen menyentuh level 0,07 dolar AS per lembar setelah manajemen secara resmi mengumumkan kegagalan menarik cadangan Bitcoin (BTC) miliknya dari bursa kripto pihak ketiga, Biconomy. Keterbukaan informasi mendesak ini diungkapkan melalui dokumen Formulir 8-K yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada akhir Oktober 2026. Manajemen mengungkapkan bahwa permohonan penarikan ratusan koin Bitcoin perusahaan telah diabaikan dan tidak kunjung diproses oleh pihak bursa selama lebih dari empat bulan sejak Juni 2026. Insiden ini mengguncang kepercayaan pasar modal dan memicu krisis tata kelola perbendaharaan digital korporasi.
Kronologi Pembekuan Bitcoin 150 Juta Dolar di Biconomy
Akar permasalahan bermula dari transaksi pembelian ekuitas bernilai jumbo pada September 2025 antara Datavault AI dan Scilex Holding Company (NASDAQ: SCLX). Dalam kesepakatan senilai 150 juta dolar AS tersebut, Scilex setuju menyerahkan pembayaran berupa Bitcoin sebagai imbalan atas penerbitan saham dan waran Datavault AI. Berdasarkan perjanjian penyelesaian, sebanyak 1.309,04 BTC dikreditkan ke dompet Datavault di bursa kripto Biconomy melalui mekanisme transfer internal off-chain.
Dalam perjalanannya, Datavault sempat merealisasikan likuiditas dengan menjual kembali sebagian cadangan sebanyak 491,431 BTC kepada Scilex senilai sekitar 40,5 juta dolar AS secara tunai. Namun, sisa saldo cadangan sekitar 817,6 BTC yang bernilai puluhan juta dolar AS tetap disimpan di platform Biconomy. Masalah serius mulai mencuat pada Juni 2026 ketika pengajuan penarikan resmi Datavault untuk memindahkan sisa aset kripto tersebut ke infrastruktur kustodi mandiri tidak pernah dieksekusi oleh pihak bursa, tanpa adanya kejelasan maupun akses pemulihan dana.
Pembatalan Laporan Keuangan Empat Kuartal di Nasdaq
Dampak dari ketidakmampuan mengakses Bitcoin tersebut menghantam struktur pelaporan keuangan Datavault AI secara fundamental. Dalam pengajuan Formulir 8-K kepada regulator SEC, dewan direksi Datavault menyatakan bahwa laporan keuangan perseroan untuk empat periode berurutan—mencakup kuartal ketiga 2025 (Q3 2025), laporan tahunan penuh 2025, kuartal pertama 2026 (Q1 2026), hingga kuartal kedua 2026 (Q2 2026)—resmi ditarik dan tidak dapat lagi diandalkan (non-reliance) oleh para pemegang saham serta pelaku pasar.
Hasil evaluasi audit internal menyimpulkan bahwa kepemilikan Bitcoin yang tertahan di Biconomy tidak lagi memenuhi kriteria pengakuan akuntansi sebagai aset digital (digital assets) yang berada di bawah kendali penuh entitas. Akibatnya, manajemen terpaksa mereklasifikasi nilai Bitcoin tersebut sebagai piutang modal saham (*subscription receivable*), yakni klaim kewajiban pembayaran saham yang belum diselesaikan pihak pembeli. Reklasifikasi akuntansi drastis ini seketika menyusutkan total nilai aset pada neraca perseroan di seluruh periode pelaporan historis tersebut.
Risiko Kustodi Bursa dan Sorotan Hukum Terhadap DVLT
Kejatuhan harga saham Datavault AI menegaskan risiko fatal counterparty risk dan ketergantungan pada kustodi terpusat (*custodial risk*) bagi korporasi publik yang mengadopsi strategi perbendaharaan kripto. Berbeda dengan pendekatan self-custody on-chain atau kustodian teregulasi Tier-1 yang menerapkan pemisahan akun tersegregasi (*bankruptcy-remote*), menyimpan aset cadangan di dompet bursa lepas pantai terbukti rentan terhadap gagal bayar, pembekuan likuiditas sepihak, dan malfungsi operasional.
Krisis ini kini menyeret Datavault AI ke dalam pusaran sengketa hukum dan investigasi potensi penipuan sekuritas (*securities fraud*). Sejumlah firma hukum hak pemegang saham global, termasuk Rosen Law Firm di New York, telah membuka panggilan partisipasi gugatan kelompok (*class action*) terhadap emiten atas dugaan misrepresentasi kondisi keuangan dan kelalaian pengungkapan risiko material kepada investor publik. Kasus ini menjadi preseden peringatan keras bagi seluruh emiten bursa saham global mengenai perbedaan mutlak antara mencatat Bitcoin di atas kertas neraca dan memegang kendali kunci privat secara riil.
Sumber: TokenPost



