Saham Circle (CRCL) terjun bebas lebih dari 13% pada perdagangan Selasa (30/6), menyentuh level terendah sejak akhir Februari 2024. Tekanan jual besar-besaran ini dipicu oleh peluncuran resmi Open USD, sebuah stablecoin baru yang didukung konsorsium lebih dari 140 perusahaan raksasa—termasuk Stripe, Coinbase, BlackRock, Mastercard, dan Visa—yang secara langsung menantang dominasi USDC milik Circle.
Konsorsium Raksasa di Balik Open USD
Konsorsium ini berada di bawah naungan Open Standard, perusahaan independen yang didirikan oleh Zach Abrams, co-founder Bridge—platform infrastruktur stablecoin yang diakuisisi Stripe pada 2024. Abrams menyatakan bahwa meskipun stablecoin yang ada memiliki kekuatan besar, bisnis membutuhkan solusi yang terbuka, berbiaya rendah, berkecepatan tinggi, dan selaras dengan kepentingan para mitra.
Model Ekonomi yang Mengancam Circle
Yang membuat Open USD berbeda dan mengancam Circle adalah model ekonominya. Tidak seperti USDC yang pendapatannya berasal dari investasi cadangan USDC di obligasi Treasury AS jangka pendek—yang sepenuhnya dikantongi Circle—Open USD akan mendistribusikan hasil bunga tersebut kepada para mitra bisnisnya. Selain itu, Open USD membebaskan biaya minting dan redemption token, dengan tata kelola yang dibagi di antara anggota alih-alih dikendalikan oleh penerbit tunggal.
Pasar Stablecoin yang Makin Kompetitif
Open USD hadir di tengah pertumbuhan eksplosif pasar stablecoin global yang kini bernilai lebih dari $300 miliar. Citi memproyeksikan pasar ini bisa mencapai $4 triliun pada 2030, mendorong bank-bank besar, perusahaan pembayaran, dan firma fintech berlomba menerbitkan dolar digital mereka sendiri.
Pendekatan ini mirip dengan Global Dollar Network (USDG) yang dipimpin Paxos, yang juga berbagi pendapatan cadangan dengan perusahaan mitra termasuk Robinhood, Kraken, dan Galaxy Digital. Di Eropa, sekelompok bank bahkan meluncurkan Qivalis, stablecoin berdenominasi euro sebagai respons terhadap dominasi dolar AS.
140+ Mitra Lintas Industri
Daftar mitra peluncuran Open USD sangat mengesankan: selain Stripe, Coinbase, Mastercard, dan Visa, terdapat BNY, Standard Chartered, DBS, U.S. Bank, Shopify, Google, IBM, Mercado Pago, Fireblocks, Anchorage Digital, MetaMask, Aave, Solana, Polygon, dan Ripple. Kolaborasi lintas industri ini menandakan pergeseran fundamental dari penerbitan token menuju penguasaan infrastruktur dan jaringan yang mendasarinya.
Dampak Terhadap Circle dan USDC
Bagi Circle, peluncuran Open USD datang di saat yang kritis. USDC saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $73 miliar, jauh di bawah Tether (USDT) yang bernilai sekitar $145 miliar. Circle telah memposisikan diri sebagai stablecoin teregulasi untuk institusi, membangun kemitraan dengan bank dan regulator di AS dan Uni Eropa. Namun, model bisnis baru Open USD yang membagi hasil bunga Treasury langsung kepada mitra berpotensi menggerus daya tarik USDC bagi perusahaan-perusahaan besar.
Jeremy Allaire, CEO Circle, mencoba meredam kekhawatiran. Dalam unggahan di X, ia menegaskan bahwa stablecoin merupakan salah satu peluang pasar terbesar di dunia dan Circle menyambut baik inovasi serta kompetisi. Ia menambahkan bahwa Circle akan tetap fokus membangun infrastruktur stablecoin terbaik dan mendorong kesuksesan pelanggan serta mitra.
Penutup: Era Baru Stablecoin Multipemain
Terlepas dari optimisme Allaire, pasar memberikan respons negatif. Saham CRCL diperdagangkan di sekitar $66 pada Selasa, level terlemah sejak akhir Februari. Sementara itu, saham Coinbase dan Strategy justru menunjukkan penguatan, menandakan investor melihat peluang di ekosistem stablecoin multipemain.
Peluncuran Open USD menandai babak baru dalam evolusi stablecoin. Dari yang semula didominasi pemain tunggal seperti Tether dan Circle, kini lanskap bergeser menuju model konsorsium terbuka dengan insentif ekonomi yang lebih merata. Pertanyaan besarnya adalah: dapatkah Circle mempertahankan relevansinya ketika raksasa-raksasa Wall Street dan Silicon Valley bersatu membangun rel pembayaran digital mereka sendiri?
Sumber: CoinDesk — "Circle slides 13% as Stripe, Coinbase and BlackRock back rival stablecoin network" (Krisztian Sandor, 30 Juni 2026)



