Emiten penambangan Bitcoin terkemuka asal Amerika Serikat, Riot Platforms, mengumumkan langkah strategis bersejarah dengan menandatangani kontrak sewa pusat data kecerdasan buatan (AI) bernilai $28 miliar atau setara Rp442 triliun. Kesepakatan berjangka 15 tahun ini mencakup penyediaan daya listrik berkapasitas 910 megawatt di fasilitas Corsicana, Texas, yang awalnya dikembangkan khusus untuk infrastruktur penambangan kripto. Demi memuluskan transisi komputasi berskala masif ini, Riot mengonfirmasi telah melikuidasi 10.599 keping Bitcoin dari neraca perbendaharaannya sepanjang kuartal ketiga 2026. Manuver agresif tersebut memicu lonjakan harga saham Riot Platforms (NASDAQ: RIOT) lebih dari 13 persen di bursa Wall Street pada perdagangan Rabu, 4 November 2026.
Kontrak 15 Tahun dengan Anthropic dan Pendapatan $38 Miliar
Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi kuartalan yang disampaikan kepada regulator pasar modal AS, pihak penyewa utama fasilitas komputasi berkapasitas tinggi tersebut diidentifikasi sebagai Anthropic, perusahaan rintisan AI terkemuka. Dalam skema kemitraan ini, Riot bertindak sebagai penyedia lahan, izin operasional, serta infrastruktur daya transmisi kelistrikan tegangan tinggi. Sebaliknya, Anthropic bertanggung jawab penuh atas penyediaan, kepemilikan, dan pengoperasian unit komputasi grafis (GPU) server beserta seluruh beban operasional fasilitas harian.
Kesepakatan monumental di Corsicana ini secara kumulatif melambungkan total nilai kontrak sewa pusat data masa depan milik Riot menjadi sekitar $38 miliar yang berasal dari tiga portofolio sewa aktif sepanjang tahun 2026. Chief Executive Officer Riot Platforms, Jason Les, menegaskan bahwa reposisi bisnis ini mentransformasi profil arus kas perseroan yang sebelumnya sangat volatil menjadi jauh lebih stabil dan dapat diprediksi dalam jangka panjang.
"Setahun yang lalu, kelangsungan arus kas perseroan kami sangat bergantung secara mutlak pada fluktuasi harga pasar Bitcoin. Namun saat ini, ketika seluruh kesepakatan yang telah ditandatangani beroperasi penuh, hampir seluruh proyeksi arus kas perseroan akan berasal dari kontrak sewa jangka panjang dengan para pemain utama di ekosistem kecerdasan buatan global," ujar Jason Les dalam paparan kinerja keuangan perseroan.
Alokasi Belanja Modal $5,5 Miliar dan Penghentian Tambang 2027
Riot memproyeksikan kebutuhan belanja modal (capital expenditure) keseluruhan untuk merampungkan proyek fasilitas AI di Corsicana mencapai angka $5,5 miliar. Manajemen berencana mendanai kebutuhan konstruksi fisik tersebut terutama melalui instrumen pembiayaan utang terstruktur yang dijamin langsung oleh arus kas piutang pembayaran sewa jangka panjang, meskipun proses finalisasi fasilitas kredit tersebut saat ini masih berjalan. Tahap awal penyerahan fasilitas dijadwalkan terlaksana pada September 2027 mendatang, dengan klausul pembayaran sewa perdana dimulai selambat-lambatnya 60 hari pasca serah terima resmi.
Pada laporan kinerja kuartal ketiga 2026, Riot membukukan total pendapatan perseroan sebesar $181,4 juta, atau hanya tumbuh tipis 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil penjualan 10.599 keping BTC selama kuartal berjalan dialokasikan secara khusus untuk menutup beban likuiditas pengembangan data center. Jason Les menambahkan bahwa aktivitas penambangan Bitcoin di fasilitas Corsicana kemungkinan akan mulai dikurangi dan dihentikan secara bertahap pada musim panas 2027 guna mengalihkan seluruh pasokan listrik ke klaster komputasi AI berdensitas tinggi.
Kontras Kinerja Hut 8 dan Tantangan Biaya Transisi Penambang
Perkembangan positif yang dialami Riot sangat bertolak belakang dengan nasib emiten penambang Bitcoin rivalnya, Hut 8 Corp, yang sahamnya anjlok lebih dari 22 persen pada hari yang sama. Tekanan jual hebat melanda Hut 8 setelah perseroan melaporkan penurunan pendapatan kuartal ketiga sebesar 15 persen secara tahunan menjadi $71,1 juta, meleset jauh dari estimasi konsensus analis pasar finansial sebesar $75,8 juta. Pembengkakan beban administrasi dan biaya transisi infrastruktur memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap profitabilitas jangka pendek operator tambang.
Chief Financial Officer Hut 8, Sean Glennan, menjelaskan bahwa pelemahan performa finansial kuartal ini dipicu oleh dampak divestasi aset tambang konvensional serta penurunan imbal hasil rata-rata per keping Bitcoin yang ditambang pasca-halving. Chief Executive Officer Hut 8, Asher Genoot, turut menyoroti tingginya rintangan teknis dan biaya pembangunan fasilitas pusat data komputasi kecerdasan buatan generasi baru yang memerlukan modal teramat besar.
"Sebagian besar proyek pusat data kecerdasan buatan saat ini menyerupai program peluncuran roket NASA. Proyek-proyek tersebut memiliki rekayasa teknologi luar biasa, tetapi proses eksekusinya sangat kompleks, teramat mahal, dan membutuhkan waktu penyelesaian yang lambat," papar Asher Genoot menanggapi tantangan transisi industri penambangan aset digital.
Sumber: CoinTelegraph



