Dompet on-chain yang terafiliasi dengan peretasan bursa kripto Binance dilaporkan telah memindahkan sekitar 81 persen dari total aset Solana (SOL) curian dari pantauan pelacak blockchain pada Rabu (4/11/2026). Langkah pencucian dana masif ini dieksekusi tepat setelah protokol perutean likuiditas lintas rantai THORChain mengaktifkan kembali fungsi swap antarjaringan. Dari total 970.522 SOL yang berhasil dirampas pelaku saat insiden pembobolan, dompet penampung yang tersisa kini hanya menyisakan 182.443 SOL atau sekitar 18,8 persen dengan estimasi valuasi sebesar $16,9 juta. Manuver cepat para peretas ini menandai percepatan proses likuidasi aset jarahan setelah sempat terhambat penangguhan layanan jembatan terdesentralisasi beberapa hari sebelumnya.
Skema Pencucian Berlapis dari Solana Menuju Bitcoin
Data pelacakan forensik blockchain mengungkap bahwa aktor peretas menggunakan pola transaksi berlapis yang sangat terstruktur guna mengaburkan jejak audit on-chain. Pelaku mulanya memecah saldo SOL curian ke puluhan alamat dompet perantara baru sebelum mengonversinya menjadi stablecoin USD Coin (USDC) di pasar pertukaran terdesentralisasi berbasis Solana. Langkah ini diambil untuk mengamankan nilai aset dari fluktuasi pasar sekaligus menyiapkan likuiditas untuk perpindahan lintas jaringan.
Setelah menguasai USDC, dana tersebut segera dijembatani menuju ekosistem Ethereum guna memborong aset Ether (ETH) dalam jumlah besar. Tahap akhir pencucian dilakukan dengan menukarkan ETH curian tersebut menjadi Bitcoin (BTC) murni secara langsung melalui protokol THORChain. Pilihan menggunakan Bitcoin sebagai muara akhir pencucian mempertegas taktik klasik kelompok peretas institusional yang memanfaatkan sifat non-freezable jaringan Bitcoin Layer-1 agar dana tidak dapat dibekukan secara sepihak oleh otoritas maupun penerbit kontrak pintar terpusat.
Reaktivasi Jembatan THORChain Pasca Bug Reorganisasi
Percepatan pemindahan dana curian ini terjadi bersamaan dengan pemulihan operasional protokol THORChain pada hari Rabu. Layanan pertukaran lintas rantai untuk Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah jaringan utama lainnya sempat dibekukan sementara sejak Sabtu pekan lalu. Pembekuan darurat tersebut diberlakukan para operator node menyusul insiden reorganisasi blok (block reorganization) pada jaringan Ethereum yang mengekspos celah logika pengembalian dana (refund bug) pada modul kontrak pintar protokol.
Meskipun jeda teknis tersebut sempat menahan laju pelarian dana jarahan Binance selama beberapa hari, peretas langsung memanfaatkan celah jendela likuiditas begitu swap dinyatakan normal kembali. Penelusuran on-chain mencatat lonjakan volume transaksi pertukaran ETH ke BTC secara instan di pool THORChain sesaat setelah blok konsensus aktif. Situasi ini menyoroti kembali tantangan pelik yang dihadapi protokol DeFi permissionless yang kerap menjadi jalur keluar darurat (exit ramp) bagi pelaku kejahatan siber tanpa mekanisme penyaringan alamat terlarang (KYT) yang terpusat.
Modus Operandi Kredensial dan Mitigasi Keamanan Ekosistem
Eskalasi pencucian aset di ekosistem Solana ini menyusul manuver serupa pada jaringan Tron akhir pekan lalu, di mana pelaku menguras sebagian besar saldo dompet perantara mereka sebelum beralih ke Solana. Pihak manajemen Binance sebelumnya mengonfirmasi bahwa pembobolan bersejarah senilai miliaran dolar ini bermula dari kompromi perangkat internal karyawan melalui tawaran wawancara kerja palsu yang disisipi perangkat lunak berbahaya (malicious software). Serangan rekayasa sosial tingkat tinggi tersebut berhasil menembus lapisan otentikasi internal bursa sebelum menyebar ke sistem kustodi.
Insiden pemindahan cepat sisa aset SOL ini memicu kewaspadaan tinggi di kalangan bursa terpusat global dan penyedia alat intelijen blockchain untuk memperketat pemantauan alamat deposit yang menerima pecahan BTC hasil swap THORChain. Sejumlah analis keamanan mendesak bursa kripto dan kustodian institusional memperkuat protokol deteksi transaksi pencucian uang guna memutus siklus konversi kas gelap peretas.
Sumber: TokenPost



