Bursa kripto global BitMart kembali mengalami insiden peretasan keamanan di tengah proses restrukturisasi internal yang memicu krisis jumlah staf teknis, sebagaimana dikonfirmasi oleh sang pendiri, Sheldon Xia, pada Rabu (4/11/2026). Insiden pembobolan terbaru ini terjadi ketika platform tengah berjuang mempertahankan personel kunci pasca-pengumuman rencana penutupan operasional. Temuan awal dari firma analitik on-chain Bitquery mengindikasikan bahwa sebagian dana curian dari BitMart mengalir ke alamat dompet peretas yang diduga sama dengan pelaku eksploitasi bursa kripto terbesar di Brasil, Mercado Bitcoin, yang baru saja kehilangan dana lebih dari $46 juta awal pekan ini.
Pengakuan Sheldon Xia Terkait Krisis Personel Keamanan BitMart
Melalui pernyataan resminya di media sosial X, Sheldon Xia mengungkapkan bahwa divisi keamanan siber perusahaannya saat ini berada dalam kondisi yang sangat kekurangan staf (severely understaffed). Situasi pelik ini dipicu oleh gelombang ancaman eksternal yang membidik karyawan serta dugaan aksi pembalasan dari mantan staf yang terdampak restrukturisasi organisasi. Xia menjelaskan bahwa ketegangan internal tersebut mempersulit manajemen dalam mempertahankan talenta teknis yang memegang peranan krusial dalam pertahanan infrastruktur bursa.
Xia menuturkan bahwa manajemen harus melakukan pendekatan personal yang intensif untuk mencegah eksodus tim teknis kunci. 'Dibutuhkan usaha keras dan percakapan individual yang mendalam untuk membujuk staf teknis penting agar tetap bertahan dan merawat sistem inti kami,' tulis Xia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa serangan terus berdatangan tanpa henti. 'Tim keamanan kami saat ini sangat kekurangan personel, namun kami tetap berupaya sekuat tenaga untuk melindungi seluruh data dan aset pengguna,' tambahnya. Meskipun Xia mengklaim jumlah dana yang disusupi pada hari Senin tergolong kecil, ia belum merilis rincian total kerugian finansial resmi secara terbuka.
Pelacakan Bitquery dan Keterkaitan dengan Peretasan Mercado Bitcoin
Laporan investigasi independen dari firma intelijen blockchain Bitquery berhasil mengidentifikasi transaksi mencurigakan senilai kurang lebih $391.000 yang bersumber dari dompet panas (hot wallet) BitMart di tiga jaringan blockchain utama. Transaksi tersebut dieksekusi secara terkoordinasi dan langsung dialirkan melalui serangkaian alamat perantara untuk mengaburkan jejak transaksi on-chain sebelum dipindahkan ke penyedia likuiditas terdesentralisasi.
Temuan paling mengkhawatirkan dari analisis Bitquery adalah keterkaitan erat jejak on-chain tersebut dengan peretasan Mercado Bitcoin pada Senin, 2 November 2026, yang menelan kerugian fantastis lebih dari $46 juta. Salah satu dompet penerima aliran dana dari BitMart tercatat memiliki tanda tangan digital dan riwayat interaksi identik dengan peretas bursa Brasil tersebut. Keselarasan data forensik ini memperkuat hipotesis awal Sheldon Xia bahwa kedua insiden tersebut kemungkinan besar didalangi oleh sindikat peretas terorganisir yang memanfaatkan momentum kelengahan bursa di tengah transisi sistem.
Restrukturisasi Internal dan Dampak terhadap Dana Pengguna
Kebocoran keamanan terbaru ini semakin memperkeruh masa depan BitMart yang telah diliputi ketidakpastian sejak pertengahan tahun. Sebelumnya, bursa telah resmi menghentikan seluruh aktivitas perdagangan spot dan derivatif pada 26 Agustus 2026, dengan target menghentikan operasional secara total pada Januari 2027. Namun, pasca-pengumuman tersebut, ribuan pengguna mengeluhkan keterlambatan proses penarikan dana (withdrawals) dan pembekuan akun sepihak, memicu kecemasan mendalam di kalangan komunitas investor kripto.
Sebagai langkah penyelamatan, manajemen BitMart menerbitkan proposal restrukturisasi komprehensif yang menawarkan tiga skema pemulihan saldo bagi pengguna, mencakup distribusi proporsional aset likuid yang tersisa serta opsi konversi klaim ke dalam token pemulihan khusus. Rencana restrukturisasi ini dijadwalkan bakal diajukan ke pengadilan niaga guna memperoleh pengesahan hukum pada Desember 2026 atau Januari 2027. Rentetan serangan ini kian mempertegas rapuhnya ketahanan industri, terlebih setelah pembubaran aliansi T3 Financial Crime Unit dan insiden eksploitasi raksasa pada Binance pekan sebelumnya.



