Regulasi

Parlemen Eropa Dorong Regulasi Baru untuk DeFi, Staking & NFT

Parlemen Eropa Dorong Regulasi Baru untuk DeFi, Staking & NFT

Key Takeaways

Komite Parlemen Eropa mendesak kajian perluasan MiCA ke DeFi, staking, dan NFT. Laporan ECON sambut stablecoin euro dan desak keseragaman aturan kripto.

Parlemen Eropa Ambil Langkah Strategis

Komite Urusan Ekonomi dan Moneter (ECON) Parlemen Eropa resmi mendorong Komisi Eropa untuk mengkaji apakah aktivitas kripto seperti decentralized finance (DeFi), staking, dan non-fungible token (NFT) perlu diatur dalam kerangka regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA). Rekomendasi ini tertuang dalam laporan strategis yang diajukan pada Jumat (27/6) untuk pemungutan suara pleno, menandai babak baru yang signifikan dalam evolusi regulasi aset digital di Uni Eropa.

Laporan yang disusun oleh anggota Parlemen Eropa asal Belgia, Johan Van Overtveldt, merupakan resolusi inisiatif sendiri dari Komite ECON yang memiliki pengaruh politik besar. Dokumen setebal puluhan halaman ini menguraikan rekomendasi kebijakan komprehensif untuk Komisi Eropa tentang arah regulasi aset digital ke depan, termasuk promosi tokenisasi di seluruh layanan keuangan dan dorongan terhadap adopsi stablecoin berdenominasi euro.

Jika diadopsi, resolusi ini akan menjadi posisi resmi Parlemen tentang kebijakan aset digital. Namun penting dicatat, laporan ini tidak akan secara langsung mengamendemen MiCA maupun menciptakan kewajiban hukum baru. Fungsinya lebih sebagai sinyal politik dan peta jalan bagi Komisi Eropa untuk menyusun legislasi lanjutan yang lebih detail.

Tenggat MiCA dan Momentum Perluasan Regulasi

Parlemen dijadwalkan menggelar voting pleno pada 7 Juli 2026, hanya berselang satu minggu setelah masa transisi MiCA berakhir pada 1 Juli. Mulai tanggal tersebut, seluruh penyedia layanan aset kripto wajib memiliki otorisasi resmi MiCA untuk melanjutkan operasi di seluruh wilayah Uni Eropa. Tenggat ini sangat krusial karena pertukaran kripto besar seperti Binance masih belum memperoleh lisensi penuh di UE.

Laporan ECON ini muncul di tengah momentum perluasan cakupan MiCA yang sudah bergulir. Pada Mei lalu, Komisi Eropa telah meluncurkan konsultasi publik berskala luas untuk menjaring masukan dari pelaku industri, investor, dan masyarakat sipil tentang apakah kerangka regulasi perlu diperluas ke area yang belum tersentuh seperti DeFi, staking, lending, NFT, dan aset keuangan yang ditokenisasi. Konsultasi ini juga membuka kembali perdebatan hangat tentang larangan stablecoin berbunga dalam MiCA.

Stablecoin Euro Dapat Dukungan Politik

Salah satu poin paling menonjol dalam laporan ECON adalah dukungan eksplisit terhadap pengembangan stablecoin berdenominasi euro. Laporan ini secara resmi menyambut baik kemunculan stablecoin euro yang telah terdaftar di bawah kerangka MiCA dan secara aktif mendorong pengembangannya untuk memperkuat sektor pembayaran digital di kawasan Eropa. Ini mencerminkan pergeseran pandangan signifikan di kalangan pembuat kebijakan tinggi Eropa.

Yang menarik, mantan manajer umum Bank for International Settlements (BIS) sekaligus kritikus lama kripto, Agustín Carstens, baru-baru ini melunakkan sikapnya terhadap stablecoin. Ia menyatakan bahwa stablecoin dapat hidup berdampingan dengan mata uang fiat tradisional, sebuah perubahan retorika yang mengejutkan dari figur yang sebelumnya dikenal sangat skeptis terhadap aset digital.

Laporan berargumen bahwa stablecoin euro berpotensi melengkapi deposito bank komersial yang ditokenisasi dan Central Bank Digital Currency (CBDC) grosir, sekaligus memungkinkan pembayaran lintas batas yang lebih cepat, murah, dan efisien dibandingkan sistem perbankan tradisional. Adopsi yang lebih luas juga diyakini mampu memperkuat daya saing pasar keuangan UE secara global dan memperkokoh peran internasional euro.

Posisi ini sejalan dengan visi ECON yang lebih luas tentang ekosistem uang digital Eropa yang terintegrasi. Pada Selasa lalu, komite yang sama mendukung penuh legislasi untuk euro digital, dengan argumen fundamental bahwa bentuk uang digital publik dan privat seharusnya hidup berdampingan secara harmonis, bukan saling bersaing atau menegasikan satu sama lain.

Perubahan Dramatis Sikap Politisi Eropa

Namun, menarik untuk melihat rekam jejak Van Overtveldt sendiri. Pada 2023, ia pernah secara kontroversial menyamakan cryptocurrency dengan narkoba dan menyerukan pembatasan yang lebih ketat pasca krisis perbankan yang melumpuhkan Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan Silvergate Bank. Saat itu, stablecoin USDC sempat kehilangan pasaknya terhadap dolar AS karena Circle, penerbit USDC, menyimpan sekitar USD 3,3 miliar cadangannya di Silicon Valley Bank yang kolaps. Perubahan nada dari figur seperti Van Overtveldt menunjukkan bagaimana lanskap politik kripto di Eropa telah berevolusi secara fundamental.

Laporan ini juga dengan tegas menekankan pentingnya penerapan MiCA yang konsisten dan seragam di seluruh negara anggota UE untuk menjaga level playing field bagi perusahaan kripto. Komite ECON secara eksplisit memperingatkan agar negara-negara anggota tidak memberlakukan persyaratan nasional tambahan di luar MiCA yang berpotensi memecah-belah dan melemahkan industri aset digital Eropa secara keseluruhan.

Dampak Global dan Implikasi untuk Indonesia

Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal penting yang tidak bisa diabaikan. UE sering menjadi tolok ukur global dalam regulasi teknologi keuangan dan sering kali diikuti oleh yurisdiksi lain. Perluasan MiCA ke DeFi dan NFT kemungkinan besar akan memengaruhi arah pendekatan regulator di Asia Tenggara, termasuk OJK dan Bappebti yang saat ini tengah mematangkan kerangka regulasi aset kripto domestik. Para pelaku industri kripto Indonesia perlu mencermati dinamika ini dengan saksama karena implikasinya bisa bersifat jangka panjang.

Dengan voting pleno Parlemen Eropa kurang dari dua minggu lagi, nasib perluasan MiCA akan segera ditentukan. Jika Parlemen mengadopsi resolusi ini dengan suara mayoritas, tekanan politik terhadap Komisi Eropa untuk bertindak akan semakin besar dan tidak bisa diabaikan. Gelombang regulasi kripto berikutnya mungkin baru saja dimulai di Brussel, dan riaknya akan terasa hingga ke Jakarta.

Sumber: Cointelegraph, European Parliament

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar