Bitcoin

ETF Bitcoin dan Ethereum AS Catat Outflow $799 Juta dalam Sehari

ETF Bitcoin dan Ethereum AS Catat Outflow $799 Juta dalam Sehari

Key Takeaways

ETF spot Bitcoin dan Ethereum AS membukukan arus keluar $799 juta pada 30 Oktober 2026, memutus reli inflow empat hari beruntun akibat aksi jual BlackRock IBIT.

Produk dana kelolaan bursa (ETF) spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat mencatatkan gelombang arus kas keluar (net outflow) gabungan sebesar $799 juta pada sesi perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Data pasar resmi menunjukkan penarikan dana terbesar dialami oleh instrumen ETF Bitcoin spot dengan nilai mencapai $643,33 juta, sementara ETF spot Ethereum menyumbang arus keluar senilai $155,85 juta. Penjualan masif ini seketika menghentikan tren positif inflow empat hari berturut-turut yang sempat menghimpun ratusan juta dolar modal institusional di pasar modal Wall Street.

BlackRock IBIT dan Fidelity FBTC Pimpin Arus Keluar ETF Bitcoin

Aksi pelepasan aset pada ETF Bitcoin spot dipimpin langsung oleh dua emiten pengelola dana terbesar di pasar institusional, yakni BlackRock dan Fidelity. Instrumen iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock membukukan arus kas keluar harian sebesar $234 juta, menjadikannya penarikan terbesar dari satu entitas produk dalam penutupan perdagangan akhir bulan. Langkah serupa terjadi pada Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) besutan Fidelity yang tertekan penarikan modal investor sekitar $201 juta.

Tekanan likuiditas pada sesi 30 Oktober tersebut secara agresif melenyapkan seluruh perolehan modal yang berhasil dikumpulkan sepanjang reli empat hari perdagangan sebelumnya sejak 26 hingga 29 Oktober 2026. Akumulasi arus masuk modal pada periode empat hari tersebut diperkirakan hanya berkisar antara $424 juta hingga $441 juta. Penarikan dalam satu hari yang menembus $643 juta memperlihatkan sikap defensif para pengelola portofolio institusi di tengah koreksi harga kripto global.

Meskipun mengalami tekanan harian yang cukup tajam, neraca akumulasi aset ETF Bitcoin spot AS secara keseluruhan masih tergolong solid. Total nilai aset bersih (net assets) dari seluruh produk ETF spot Bitcoin yang diperdagangkan di bursa efek AS bertahan di kisaran $98,14 miliar hingga $104 miliar. Sejak pertama kali diluncurkan secara resmi oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) pada Januari 2024, ETF Bitcoin spot tercatat telah berhasil menghimpun total arus kas masuk kumulatif mencapai $57 miliar.

ETF Ethereum Tertekan Outflow Beruntun Dipicu Aksi Ambil Untung ETHA

Dinamika pelemahan arus modal juga terjadi secara serentak pada instrumen ETF spot Ethereum yang memperpanjang tren penarikan harian menjadi lima hari perdagangan berturut-turut. Dari total 11 produk ETF Ethereum yang aktif diperdagangkan di bursa AS, sebanyak enam reksa dana membukukan saldo negatif pada penutupan pekan ini. Total nilai arus kas keluar harian yang mencapai $155,85 juta mencerminkan kehati-hatian investor institusional terhadap pergerakan aset kripto lapis-1 tersebut.

Kontributor utama dari penurunan modal ETF Ethereum adalah iShares Ethereum Trust (ETHA) milik BlackRock yang menyumbang penarikan sebesar $76,64 juta, atau hampir separuh dari total outflow harian kelas aset Ethereum. Sejumlah emiten lain turut mencatatkan arus modal keluar yang konsisten, dipicu oleh penyesuaian bobot portofolio dan aksi lindung nilai (hedging) menghadapi gejolak pasar derivatif yang meningkat menjelang pergantian bulan kalender.

Secara kumulatif, produk ETF Ethereum spot saat ini mengelola total aset bersih di rentang $13 miliar hingga $14 miliar di pasar modal AS. Kendati tertinggal cukup jauh dari skala adopsi Bitcoin, instrumen berbasis kontrak pintar ini telah mengamankan modal masuk kumulatif sekitar $12 miliar sejak debut perdananya di bursa saham New York. Para analis menilai divergensi arus modal antara Bitcoin dan Ethereum tetap dipengaruhi oleh utilitas staking yang belum terintegrasi ke dalam struktur produk ETF teregulasi di AS.

Implikasi Likuiditas Institusional dan Sentimen Pasar Menjelang November

Gelombang penarikan modal hampir $800 juta dalam sehari ini memicu tekanan psikologis bagi para pelaku pasar aset kripto spot dan derivatif. Analis pasar modal mencatat bahwa aksi jual institusional sering kali berkorelasi erat dengan penutupan pembukuan bulanan (monthly rebalancing) serta likuidasi posisi berleverage tinggi di bursa perdagangan berjangka. Ketika manajer investasi TradFi mengurangi eksposur risiko secara serentak, likuiditas order book di pasar spot cenderung menipis sehingga memperlebar rentang volatilitas harga.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh eskalasi pengawasan regulasi dan ketidakpastian kondisi makroekonomi global menjelang keputusan kebijakan moneter terbaru. Investor cenderung mengamankan keuntungan jangka pendek setelah reli harga beberapa pekan terakhir, sembari memantau stabilitas cadangan bursa terpusat pasca serangkaian insiden keamanan industri. Penurunan cadangan kas di instrumen ETF ini dinilai sebagai respons taktis jangka pendek dan bukan pembalikan fundamental struktural dari tren adopsi jangka panjang.

Ke depan, para pengamat industri memproyeksikan arus kas ETF spot AS akan kembali mencari titik keseimbangan baru pada pembukaan perdagangan awal November 2026. Dukungan infrastruktur kliring perbankan kustodian global dan keterlibatan market maker utama Wall Street tetap menjadi fondasi kuat yang menopang daya serap likuiditas aset digital di masa mendatang.

Sumber: TokenPost

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar