Kelompok peretas di balik pembobolan bursa kripto Binance senilai $6,3 miliar dilaporkan menguasai 18.270 Bitcoin (BTC) senilai sekitar $1,4 miliar. Akumulasi aset curian ini menempatkan saldo penyerang melampaui kepemilikan cadangan kas korporasi raksasa seperti Tesla dan Coinbase, sekaligus lebih dari dua kali lipat total cadangan Bitcoin nasional yang dikumpulkan oleh pemerintah El Salvador. Temuan forensik blockchain tersebut menyoroti skala eksploitasi terbesar dalam sejarah industri aset digital yang kini memicu pengawasan ketat regulator global.
Akumulasi 18.270 BTC Terpencar di Belasan Dompet
Firma analitik blockchain Bitquery mengonfirmasi bahwa 18.270 BTC hasil retasan Binance telah dipecah dan didistribusikan ke dalam 19 alamat dompet digital yang berbeda. Berdasarkan data penelusuran on-chain, sebanyak 17 dompet masing-masing menampung tepat 1.000 BTC, sementara sisa koin berada di dua dompet lainnya. Seluruh saldo Bitcoin ini dicuri langsung dari dompet panas (hot wallet) Binance dalam insiden penetrasi siber terkoordinasi yang melanda sembilan jaringan blockchain berbeda dalam kurun waktu kurang dari empat jam pada Kamis lalu.
Pemisahan saldo ke belasan dompet mandiri tersebut dinilai sebagai taktik mitigasi peretas untuk menghindari pembekuan mendadak di tingkat konsensus atau bursa terpusat. Berbeda dengan token berbasis smart contract seperti stablecoin USDT atau USDC yang memiliki fungsi daftar hitam (blacklist) bawaan dari pihak penerbit, transaksi Bitcoin pada lapisan dasar (Layer-1) tidak dapat dibekukan secara sepihak oleh validator node. Hal ini memberi penyerang kendali penuh atas aset kripto murni tersebut sembari menunggu peluang likuidasi ke pasar gelap atau konversi lintas rantai.
Salip Kas Tesla, Coinbase, hingga Cadangan Negara El Salvador
Besaran jarahan 18.270 BTC yang dikuasai peretas menempatkan entitas penyerang di posisi yang mengejutkan dalam peta kepemilikan Bitcoin global. Berdasarkan data BitcoinTreasuries.net, perolehan ini telah melampaui seluruh cadangan kas korporasi Tesla pimpinan Elon Musk yang tercatat memiliki sekitar 11.509 BTC senilai ratusan juta dolar. Akumulasi tersebut juga mengungguli kepemilikan kas investasi dan operasional bursa publik Amerika Serikat Coinbase, yang per 30 September melaporkan kepemilikan gabungan sebesar 18.071 BTC (terdiri dari 17.954 BTC investasi dan 117 BTC operasional) dengan selisih 199 koin lebih banyak di tangan peretas.
Skala jarahan ini kian mencengangkan bila disandingkan dengan kepemilikan tingkat negara berdaulat. Total 18.270 BTC tersebut tercatat lebih dari dua kali lipat dari cadangan devisa strategis El Salvador yang memegang sekitar 6.154 BTC di bawah kepemimpinan Presiden Nayib Bukele. Tak hanya itu, total koin curian ini hanya terpaut 442 BTC di bawah portofolio Bitcoin perusahaan kedirgantaraan SpaceX yang memiliki sekitar 18.712 BTC. Di pasar sekunder, total koin yang dicuri mewakili sekitar 0,09 persen dari seluruh pasokan Bitcoin yang saat ini beredar di dunia.
Konversi Masif ke Ethereum dan Jejak Kelompok TraderTraitor
Selain mengamankan belasan ribu Bitcoin, peretas juga terdeteksi mengakumulasi saldo Ethereum dalam jumlah masif. Bitquery mencatat dompet yang terafiliasi dengan pelaku kini mengendalikan 508.621 ETH senilai lebih dari $1,1 miliar. Dari jumlah tersebut, pelaku awalnya meretas 200.630 ETH dari cadangan awal Binance, lalu melipatgandakan saldo dengan menukar (swap) stablecoin dan berbagai token alternatif curian lainnya ke dalam jaringan Ethereum. Kepemilikan ETH peretas ini bahkan telah melampaui The Ether Machine yang menduduki peringkat ketiga pemegang korporasi terbesar dengan 495.362 ETH.
Firma intelijen blockchain TRM Labs dan Chainalysis secara independen mengaitkan serangan dahsyat ini dengan sindikat siber Korea Utara yang dikenal sebagai TraderTraitor atau bagian dari Lazarus Group. Manajemen Binance telah mengonfirmasi terjadinya peretasan senilai total $6,3 miliar dan menegaskan komitmen penuh untuk mengganti seluruh kerugian pengguna. Meskipun sekitar $3 miliar aset curian berhasil dibekukan berkat kerja sama cepat dengan validator dan penerbit stablecoin, pergerakan 18.270 BTC dan 508.621 ETH membuktikan bahwa tantangan pemulihan aset industri kripto masih sangat kompleks.
Sumber: CoinDesk



