Gelombang Dana Masuk Rekor
ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatatkan gelombang dana masuk yang masif minggu lalu, mengakhiri bulan-bulan aliran dana yang tidak menentu. Data dari SoSoValue menunjukkan inflow bersih sebesar $1,92 miliar selama pekan berakhir Jumat (22/8), mencapai level tertinggi sejak Oktober 2025.
Loncakan permintaan ETF ini bertepatan dengan rally Bitcoin yang melonjak lebih dari 20% dalam seminggu. Harga BTC melesat dari sekitar $63.000 awal pekan ke level $79.000 pada Jumat, menurut data CoinGecko. Analis ETF Nate Geraci mencatat ETF Ether spot juga menarik sekitar $700 juta, menandakan apresiasi institusional yang lebih luas.
ETF Masih Outflow Sepanjang 2026
Meskipun angka mingguan ini menggemparkan, ETF Bitcoin spot AS tetap mencatat outflow bersih sekitar $2,91 miliar sejak awal 2026. Bulan Juni mencatat outflow bulanan tertinggi sejarah sebesar $4,51 miliar, diikuti $2,43 miliar di Mei. Bulan Agustus kini menjadi bulanan terkuat tahun ini dengan inflow kumulatif $2,38 miliar hingga Jumat.
Pola Oktober 2025 dan Pelajaran Sejarah
Pola serupa terlihat di Oktober 2025, ketika ETF menarik $3,42 miliar inflow mingguan. Namun gelombang itu didahului krach pasar kripto 10 Oktober yang memicu likuidasi $19 miliar dalam 24 jam. Sejak puncak Oktober lalu di $124.700, harga Bitcoin telah koreksi sekitar 38%.
BlackRock IBIT Jadi Lokomotif
BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi Lokomotif aliran dana minggu lalu, mengumpulkan $1,33 miliar inflow bersih dalam lima hari perdagangan berturut-turut. Data Farside Investors menunjukkan inflow harian IBIT naik dari $160,2 juta (Senin) ke $503 juta (Kamis), lalu meredam ke $239,3 juta (Jumat).
Sinyal Bullish dari Pola Flipping the Bird
Analis ETF Bloomberg Eric Balchunas menyebut pola ini "classic Flipping the Bird pattern" — sinyal bullish klasik di mana inflow mempercepat di tengah pekan lalu melambat di akhir pekan, sering kali mengindikasikan momentum berkelanjutan. Pola ini diperkuat oleh kebijakan Treasury AS yang mengejutkan pasar dengan program pembelian obligasi, melemahkan dolar dan mendorong aset risiko.
Sumber: CoinTelegraph, SoSoValue, Farside Investors, CoinGecko



