Latar Belakang Rally
Bitcoin (BTC) melesat 23% dalam beberapa hari terakhir, menembus level $79.000 dan mencatat rally terkuat sejak Mei 2026. Lonjakan ini didorong oleh kekhawatiran makroekonomi terkait kebijakan utang AS, yang menurut Ray Dalio bisa memicu krisis utang dalam tiga tahun.
Katalis: Kebijakan "Not-QE" Treasury AS
Menurut laporan CoinTelegraph, kebijakan pembelian obligasi Treasury oleh Pemerintah AS — yang dijuluki "Not-QE" — telah menarik yield obligasi jangka panjang dari puncak 19 tahun. Hal ini memicu short squeeze masif di pasar Bitcoin yang sudah terlalu bearish, mendorong harga naik tajam.
Ray Dalio: Overweight Bitcoin dan Emas
Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates dengan net worth $15 miliar, merekomendasikan investor untuk overweight Bitcoin dan emas dibanding obligas. "AS mungkin menghadapi krisis utang dalam tiga tahun," ujar Dalio, menambah narasi bullish bagi BTC sebagai hedge.
On-Chain: BTC Sentuh Level 100 Hari Tertinggi
Data on-chain menunjukkan Bitcoin baru saja menyentuh level tertinggi 100 hari, bergerak seiring emas yang juga mendekati puncak tiga bulan. Korelasi BTC-emas memperkuat narasi safe-haven di tengah ketidakpastian fiskal.
Saham Kripto Ikut Merespons Positif
Sektor saham kripto ikut merespons. Penambang seperti Canaan dan perusahaan treasury seperti Metaplanet mencatat kenaikan dua digit. Strive, manajer aset berbasis Bitcoin, juga melihat aliran dana masuk signifikan.
Outlook: Hati-Hati Jangka Panjang
Namun, CEO Bitget Gracy Chen tetap bersikap hati-hati. Ia memprediksi Bitcoin akan bergerak di rentang $10.000–$20.000 dari level saat ini hingga akhir tahun, dan skeptis soal kemungkinan pembelian BTC oleh Pemerintah AS dalam dua tahun mendatang.
Level Kunci yang Perlu Diperhatikan
Analis tersplit: sebagian melihat ini sebagai awal bull run baru, sementara yang lain memperingatkan volatilitas tinggi berlanjut. Level support kunci sekarang ada di $77.000; breakout di atas $80.000 bisa membuka jalan ke ATH baru.



