Keamanan

Entitas Uni Eropa Bobol $106 Juta di CEX, ZachXBT Lacak Jejak Dana

Entitas Uni Eropa Bobol $106 Juta di CEX, ZachXBT Lacak Jejak Dana

Key Takeaways

Entitas anonim di Uni Eropa kehilangan lebih dari $106 juta dari akun CEX pada Minggu. Penyelidik on-chain ZachXBT melacak pencucian dana via swap ETH dan XMR.

Sebuah entitas anonim yang berbasis di Uni Eropa dilaporkan kehilangan aset kripto senilai lebih dari $106 juta atau setara Rp1,7 triliun dari sejumlah akun bursa terpusat (centralized exchange/CEX) pada Minggu (1/11/2026). Temuan peretasan berskala masif sembilan digit ini diungkapkan secara langsung oleh penyelidik on-chain independen terkemuka, ZachXBT, melalui pembaruan investigasi di kanal resmi Telegram pribadinya pada Senin (2/11/2026). Insiden pencurian besar ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah industri kripto diguncang aksi peretasan terbesar sepanjang sejarah pada bursa Binance, memperpanjang deretan kerentanan fatal yang melanda platform perdagangan aset digital global.

Modus Pencucian Kilat dan Penukaran ke Monero

Menurut analisis forensik on-chain yang dipaparkan ZachXBT, pelaku kejahatan siber yang belum teridentifikasi tersebut awalnya berhasil menarik dana korban dari bursa dalam bentuk stablecoin likuid, yakni USD Coin (USDC) dan Tether (USDT). Menyadari bahwa penerbit stablecoin seperti Circle dan Tether memiliki kapabilitas teknis untuk membekukan alamat dompet penampung secara cepat atas permintaan aparat penegak hukum, penyerang bergerak sangat agresif dalam rentang waktu kurang dari 24 jam untuk memutus jejak transaksi perbankan on-chain.

Pelaku segera menukarkan saldo USDC dalam jumlah besar ke dalam aset dasar Ether (ETH) guna menghindari mekanisme blacklist smart contract. Tak berhenti di situ, pelaku mengalirkan dana curian tersebut melalui berbagai platform instant exchange atau swap tanpa kewajiban verifikasi identitas (KYC) yang ketat, termasuk layanan WellWallet dan Kyrrex. Sebagian modal kemudian dikonversi menjadi koin privasi Monero (XMR) melalui protokol swap Wagyu, memanfaatkan fitur kriptografi zero-knowledge Monero yang secara efektif mengaburkan identitas pengirim, penerima, dan nominal transaksi. ZachXBT berhasil mengidentifikasi serta merilis 11 alamat dompet Ethereum utama yang terafiliasi langsung dengan alur pencucian dana tersebut.

Perbedaan Karakteristik dari Lazarus Group

Dalam laporan analisanya, ZachXBT menegaskan bahwa dirinya meyakini dengan tingkat keyakinan yang sangat tinggi bahwa serangan sembilan digit ini bukan didalangi oleh Lazarus Group, kelompok peretas yang disokong oleh rezim militer Korea Utara. Kesimpulan ini ditarik berdasarkan evaluasi mendalam terhadap indikator pencucian uang (laundering indicators), rute transfer, dan pemilihan infrastruktur protokol jembatan lintas rantai (cross-chain bridge) yang sangat kontras jika dibandingkan dengan prosedur operasi standar kelompok peretas Pyongyang.

Sebagai perbandingan, pada kasus peretasan Binance senilai $6,3 miliar yang diatribusikan Biro Investigasi Federal AS (FBI) kepada unit TraderTraitor terafiliasi Lazarus, pola pergerakan dana ditandai dengan dispersi sistematis ke lebih dari 12.000 dompet terpecah serta upaya perlintasan melalui protokol likuiditas cross-chain seperti THORChain dan Relay. Sementara itu, pelaku pembobolan entitas Uni Eropa ini lebih mengandalkan platform pertukaran instan semi-sentralistis dan rute koin privasi langsung. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi apakah sebagian dari aset curian $106 juta tersebut telah berhasil dibekukan oleh pihak bursa maupun otoritas yurisdiksi Eropa.

Eskalasi Krisis Keamanan Kripto Pasca Pembobolan Binance

Insiden pencurian dana yang menimpa entitas Uni Eropa ini kian memperparah krisis keamanan siber industri aset digital dalam sepekan terakhir. Sebelum pengungkapan kasus ini, bursa terkemuka asal Brasil, Mercado Bitcoin, juga terpaksa menghentikan sementara seluruh layanan penarikan aset pengguna setelah mengalami pembobolan keamanan senilai $40 juta. Pada hari yang sama, pengembang infrastruktur pembayaran open-source BTCPay Server menerbitkan peringatan darurat yang meminta seluruh merchant untuk mematikan server mereka menyusul laporan serangan terarah terhadap hot wallet.

Rangkaian pembobolan bertubi-tubi terhadap akun bursa terpusat dan infrastruktur kustodi ini memicu desakan luas dari para pelaku industri agar seluruh operator pertukaran global memperketat koordinasi sistem otentikasi kriptografi multi-pihak (MPC) dan pemantauan penarikan dana berskala besar. Para analis memperingatkan bahwa selama bursa sentralistis dan korporasi pemegang aset institusional tidak mereformasi manajemen risiko kunci privat dan kebijakan penarikan darurat, ekosistem kripto akan terus menjadi sasaran empuk eksploitasi berskala ratusan juta dolar.

Sumber: Decrypt, CoinTelegraph

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar