Perusahaan intelijen blockchain Elliptic merilis laporan forensik on-chain terbaru yang mengidentifikasi sekitar $3,24 miliar aset kripto hasil pembobolan bursa terpusat Binance masih tersimpan di ribuan alamat dompet aktif per 2 November 2026 pukul 07.30 UTC. Sebagian besar kepemilikan dana curian tersebut terkonsentrasi dalam denominasi Ether (ETH) dan Bitcoin (BTC). Pada saat yang sama, koordinasi intensif aparat penegak hukum global bersama tim keamanan bursa berhasil membekukan serta menyita dana sebesar $2,85 miliar. Investigasi mendalam ini membeberkan kompleksitas manuver sindikat peretas dalam memecah jejak transaksi di tengah pengetatan pengawasan regulator internasional.
Pemetaan Aliran Dana Lintas 11 Blockchain dan 12.000 Dompet
Dalam kurun waktu kurang dari empat hari sejak insiden peretasan masif terjadi, sindikat penyerang telah menggelar operasi pencucian uang terstruktur yang melintasi 11 jaringan blockchain berbeda. Analisis forensik Elliptic mencatat perpindahan dana tersebut telah melibatkan sekitar 12.000 alamat dompet perantara serta melahirkan lebih dari 40.000 transaksi terfragmentasi. Strategi penyebaran kilat ini dirancang khusus untuk membebani sistem pelacakan otomatis bursa terpusat dan protokol keuangan terdesentralisasi.
Sebagian besar volume transfer awal terpantau bergerak melalui jaringan lapis-1 utama sebelum didistribusikan ke berbagai kontrak pintar dan jembatan lintas rantai (cross-chain bridges). Kendati volume transaksi melonjak drastis dalam tempo singkat, Elliptic menegaskan bahwa likuidasi ke mata uang fiat masih berada di level yang sangat minim. Hambatan konversi tunai ini terjadi akibat respons cepat bursa global yang langsung memasukkan ribuan alamat klaster penyerang ke dalam daftar hitam kepatuhan transaksi, sehingga upaya deposit langsung ke bursa sentral langsung tertolak.
Aktivitas Pencucian via CoinJoin dan Status Dana Sitaan
Laporan pemantauan Elliptic juga menyoroti pemanfaatan protokol privasi berbasis pencampuran transaksi (mixing) guna memutus rekam jejak transfer. Pada 2 November 2026 pukul 06.02 UTC, analis mendeteksi perpindahan sekitar 28 Bitcoin yang dialirkan secara bertahap melalui 18 transaksi CoinJoin terpisah. Penggunaan teknik pengaburan transaksi ini membuktikan upaya sistematis pelaku untuk memutus riwayat kepemilikan UTXO sebelum mencoba melarikan aset ke pasar sekunder yang kurang teregulasi.
Kendati pelaku terus berupaya mengaburkan jejak transaksi, koordinasi lintas industri antara aparat penegak hukum federal, penerbit stablecoin, dan bursa mitra berhasil mengamankan sekitar $2,85 miliar. Angka pembekuan tersebut mencakup aset likuid di dompet kontrak pintar yang diputus hak aksesnya serta saldo stablecoin terpusat yang dibekukan langsung oleh pihak penerbit. Keberhasilan mitigasi protektif ini membatasi ruang gerak sindikat untuk mencairkan hasil kejahatan dalam skala besar, memaksa mereka menyimpan sebagian besar jarahan dalam bentuk aset kripto murni.
Evaluasi Keterlibatan Agen AI dan Mitigasi Ekosistem
Di tengah maraknya spekulasi industri mengenai otomatisasi serangan siber berskala besar, investigasi Elliptic secara tegas menyatakan tidak menemukan bukti adanya keterlibatan agen kecerdasan buatan (AI agents) dalam pengambilan keputusan pergerakan aset. Pola perutean dana dinilai masih mengikuti panduan manual peretas berpengalaman yang memanfaatkan kerentanan likuiditas protokol jembatan dan celah batas waktu konfirmasi blok pada jaringan terdesentralisasi.
Langkah penelusuran forensik kini difokuskan pada pemantauan pergerakan saldo tersisa sebesar $3,24 miliar yang masih mengendap di dompet-dompet penampung akhir. Industri kripto global diimbau untuk memperketat integrasi sistem pemantauan Know-Your-Transaction (KYT) dan segera menolak segala bentuk deposit yang terhubung dengan 12.000 alamat yang telah diidentifikasi. Temuan ini menjadi referensi krusial bagi upaya pemulihan cadangan bursa serta penguatan ketahanan infrastruktur ekosistem kripto internasional ke depan.
Sumber: TokenPost



