Otoritas Moneter Hong Kong (Hong Kong Monetary Authority atau HKMA) resmi memperluas proyek percontohan Project Ensemble guna memungkinkan penyelesaian (settlement) transaksi aset tertokenisasi secara non-stop selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7). Kebijakan strategis yang diumumkan pada pembukaan Hong Kong FinTech Week pada Senin (2/11/2026) ini menandai babak baru modernisasi sistem keuangan terdesentralisasi dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Lewat pembaruan arsitektur EnsembleTX, regulator keuangan Hong Kong tersebut memfasilitasi transaksi bernilai riil lintas waktu tanpa lagi terhambat oleh jam operasional kliring perbankan konvensional.
Integrasi EnsembleTX dan Uang Digital Bank Sentral 24/7
Melalui fase EnsembleTX teranyar, HKMA menempatkan uang digital bank sentral tingkat grosir (wholesale CBDC) sebagai lapisan pondasi utama infrastruktur perbankan modern. Arsitektur ini dirancang untuk memberikan likuiditas likuid seketika bagi perbankan komersial serta nasabah korporat dalam mengelola investasi tertokenisasi, perpindahan dana lintas yurisdiksi global, hingga operasional perbendaharaan (treasury) di luar jam kerja pasar konvensional. Sebelumnya, transaksi percontohan pada November 2025 masih bergantung pada sistem penyelesaian dolar Hong Kong tradisional yang memiliki jendela waktu terbatas.
Chief Executive HKMA, Eddie Yue, menegaskan bahwa penerapan uang bank sentral tertokenisasi merupakan langkah mutlak untuk menjamin efisiensi transfer nilai skala besar. "Kami memperkenalkan uang bank sentral tertokenisasi sebagai lapisan fondasi bagi penyelesaian 24/7. Berbagai instrumen pasar seperti obligasi tertokenisasi, reksa dana pasar uang, dan deposito bank digital telah aktif bertransaksi dalam ekosistem ini," ujar Eddie Yue dalam pidatonya di hadapan para delegasi FinTech Week. Dengan infrastruktur baru ini, risiko penyelesaian transaksi (settlement risk) antarlapisan keuangan dapat ditekan mendekati nol.
Uji Coba Sekunder Surat Utang Negara dan Penetrasi Stablecoin
Selain mematangkan lapisan grosir, HKMA mengonfirmasi bahwa dealer terakreditasi telah sukses merampungkan uji coba transaksi pasar sekunder untuk Exchange Fund Bills tertokenisasi, yaitu instrumen utang jangka pendek yang diterbitkan langsung oleh regulator moneter tersebut. Keberhasilan penyelesaian sekunder ini membuka jalan bagi integrasi stablecoin yang teregulasi penuh ke dalam sistem pasar surat utang pemerintah, menciptakan jembatan likuiditas yang mulus antara pasar modal tradisional dan ekosistem aset digital institusional.
Rencana integrasi stablecoin ke instrumen negara ini berjalan beriringan dengan kerangka regulasi penerbit stablecoin yang dirilis Hong Kong sepanjang 2026. Dengan mengikutsertakan stablecoin dalam settlement surat berharga, HKMA menargetkan pasar sekunder obligasi dapat beroperasi secara otomatis via smart contract (atomic settlement), mengeliminasi friksi perantara dan mempercepat perputaran modal hingga tingkat harian secara penuh.
Adopsi Retail Melejit: RedCoin HSBC Capai 50.000 Pengguna
Di sektor perbankan swasta, adopsi aset tertokenisasi mencatatkan momentum signifikan lewat kinerja stablecoin besutan HSBC, RedCoin. Group CEO HSBC, Georges Elhedery, mengungkapkan di panggung yang sama bahwa RedCoin berhasil menghimpun 50.000 pengguna aktif hanya dalam kurun waktu sepuluh hari pasca peluncuran perdananya di Hong Kong. Instrumen stablecoin berdenominasi dolar Hong Kong ini dirancang untuk menghubungkan transaksi ritel sehari-hari dengan sistem pembayaran instan modern.
"Kami telah menjangkau 50.000 pengguna dalam waktu singkat, dan target kami selanjutnya adalah memperluas akses hingga ke jutaan pengguna," kata Elhedery. Ia menambahkan bahwa HSBC secara paralel juga memperluas layanan deposito tertokenisasi (tokenized deposits) bagi nasabah wholesale di Hong Kong serta enam yurisdiksi global lainnya. Langkah ekspansif ini mempertegas posisi Hong Kong sebagai episentrum inovasi RWA dunia yang mampu mengawinkan kepatuhan regulasi ketat dengan likuiditas terdesentralisasi 24/7.



