CryptoQuant mendesak Strategy (sebelumnya MicroStrategy) untuk menghentikan akumulasi Bitcoin dan membangun kembali cadangan kas yang kini hanya cukup untuk 14 bulan dividen.
Perusahaan analitik on-chain terkemuka, CryptoQuant, mengeluarkan rekomendasi mengejutkan pada Rabu (24/6): Strategy (sebelumnya bernama MicroStrategy) harus segera menghentikan pembelian Bitcoin dan fokus membangun kembali cadangan kas perusahaan. Peringatan ini muncul setelah saham preferen andalan Strategy, STRC, anjlok hingga 17,5% di bawah level par $100.
STRC Anjlok, Alarm Bahaya Berbunyi
Bagi komunitas kripto, Strategy selama ini dipandang sebagai benteng korporasi paling agresif dalam mengakumulasi Bitcoin. Di bawah komando Michael Saylor, perusahaan telah mengumpulkan sekitar 847.000 BTC. Namun, obsesi akumulasi ini kini mulai menunjukkan keretakan serius di struktur keuangan perusahaan.
STRC, saham preferen andalan Strategy yang dirancang untuk diperdagangkan di sekitar level $100, merosot tajam ke level $82,50 pada pekan lalu โ sebuah rekor penurunan yang mengindikasikan kekhawatiran investor terhadap kesehatan keuangan perusahaan.
Tiga Tekanan yang Bergerak Bersamaan
CryptoQuant mengidentifikasi tiga tekanan yang bergerak bersamaan. Pertama, cadangan dolar AS Strategy telah menyusut 38% sejak awal 2026. Kedua, kewajiban dividen tahunan melonjak hampir empat kali lipat โ dari sekitar $300 juta menjadi $1,2 miliar โ hanya dalam waktu kurang dari enam bulan. Ketiga, cakupan dividen (dividend coverage), yakni ukuran berapa lama cadangan kas dapat terus membayar dividen, runtuh drastis dari lebih tujuh tahun menjadi hanya 14 bulan.
Penyebab utama penyusutan ini adalah keputusan Strategy pada Mei lalu menghabiskan $1,5 miliar untuk membeli kembali (buyback) obligasi konversi. Langkah ini menguras bantalan likuiditas yang selama ini menopang stabilitas STRC. Per Juni, perusahaan hanya memiliki cadangan sekitar $1,1 miliar โ jauh di bawah rekomendasi CryptoQuant sebesar $2,8 miliar atau setara 24 bulan cakupan dividen.
Kerugian Kertas $10,6 Miliar Membayangi
Yang lebih mengkhawatirkan, semua Bitcoin yang dibeli Strategy pada periode 2024, 2025, dan 2026 kini berada dalam posisi underwater โ nilai belinya lebih tinggi dari harga pasar saat ini. CryptoQuant mencatat kerugian belum terealisasi sebesar $10,6 miliar. "Setiap penjualan paksa BTC pada harga saat ini akan mengkristalisasi kerugian besar dan menghancurkan nilai pemegang saham," tegas laporan tersebut.
Meski demikian, penjualan paksa Bitcoin dalam waktu dekat dinilai tidak mungkin terjadi. Strategy tidak diwajibkan menjual BTC untuk mempertahankan STRC. Perusahaan masih memiliki opsi lain: menaikkan dividen, menerbitkan saham baru, atau melanjutkan strategi akumulasi yang sudah menjadi identitas korporasinya. STRC sendiri bersifat kumulatif โ setiap pembayaran dividen yang terlewat tetap harus dilunasi di kemudian hari โ sehingga Strategy tidak bisa begitu saja menghentikan pembayaran tanpa merusak kredibilitasnya di mata pemegang saham preferen.
Rekomendasi CryptoQuant vs Benchmark
Rekomendasi CryptoQuant ini lebih tajam dibandingkan analisis Benchmark-StoneX yang dirilis sehari sebelumnya. Analis Benchmark, Mark Palmer, menolak perbandingan antara STRC dan stablecoin Terra yang kolaps, serta menilai mesin pendanaan Strategy hanya menjadi "kurang efisien" โ bukan rusak total.
Namun, CryptoQuant menuntut perubahan fundamental: Strategy harus berhenti membeli Bitcoin, membangun kembali cadangan kas, dan baru melanjutkan akumulasi secara lebih disiplin โ hanya pada waktu yang tepat, bukan setiap kali berhasil menghimpun modal. Permintaan ini akan menjadi ujian terberat bagi filosofi relentless accumulation yang telah menjadi DNA Strategy dan Michael Saylor selama bertahun-tahun.
Apa Selanjutnya untuk Strategy?
Ketika artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $62.600, turun sekitar 5% dalam sepekan terakhir di tengah aksi jual saham chip global. Tekanan pasar ini hanya memperburuk posisi Strategy yang saat ini tercatat memiliki kerugian kertas terbesar di antara pemegang Bitcoin korporasi.
Bagi investor, laporan CryptoQuant menjadi pengingat penting: bahkan strategi akumulasi paling agresif sekalipun memiliki batasnya. Pertanyaan besarnya kini adalah apakah Michael Saylor โ sosok yang membangun reputasinya di atas keyakinan mutlak terhadap Bitcoin โ akan mendengarkan peringatan ini atau tetap melanjutkan pembelian tanpa henti.
Sumber: CoinDesk โ CryptoQuant Says Michael Saylor's Strategy Should Halt Its Bitcoin Buying
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.