CME Group resmi menggugat CFTC atas persetujuan produk perpetual futures Bitcoin milik Kalshi. CME berargumen instrumen tanpa tanggal kedaluwarsa itu seharusnya diklasifikasikan sebagai swap, bukan futures.
CME Ambil Langkah Hukum Melawan Regulatornya Sendiri
CME Group, bursa derivatif terbesar di dunia, resmi menggugat Commodity Futures Trading Commission (CFTC) atas persetujuan yang diberikan kepada platform prediksi Kalshi untuk mencatatkan kontrak perpetual futures Bitcoin. Gugatan yang diajukan Kamis lalu (19/6) ke pengadilan federal di Washington D.C. ini menjadi langkah hukum yang jarang terjadi dari perusahaan sekaliber CME terhadap regulator utamanya sendiri.
Gugatan ini bermula dari keputusan CFTC pada akhir Mei 2026 yang menyetujui aplikasi Kalshi untuk menawarkan kontrak perpetual futures โ instrumen derivatif tanpa tanggal kedaluwarsa yang sangat populer di pasar kripto. CME berargumen CFTC tidak melakukan analisis memadai terhadap implikasi hukum produk tersebut sebelum memberikan lampu hijau.
Perpetual Futures: Futures atau Swap?
Dalam dokumen gugatan, CME mengajukan pertanyaan fundamental: apakah perpetual futures sebenarnya adalah kontrak swap sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Dodd-Frank, bukan futures dalam pengertian tradisional? Perbedaan klasifikasi ini membawa konsekuensi regulasi yang sangat berbeda.
Futures dan swap diatur oleh rezim kepatuhan yang tidak sama, mencakup persyaratan margin, pelaporan, dan aturan partisipan. CME berargumen bahwa perpetual futures tidak memenuhi syarat "future delivery" โ penyerahan di masa depan โ yang merupakan karakteristik inti kontrak futures. Tanpa tanggal kedaluwarsa, perps lebih menyerupai swap yang harus tunduk pada aturan lebih ketat di bawah Dodd-Frank.
CFTC Dituding Hanya Beri Stempel
Gugatan tersebut menyatakan dengan tegas: CFTC tidak melakukan analisis sendiri tentang apakah persetujuannya terhadap Bitcoin perpetual Kalshi sebagai futures konsisten dengan hukum. "CFTC bahkan tidak menyebutkan ketentuan Dodd-Frank yang relevan yang mendefinisikan swap. Kata 'swap' tidak muncul sama sekali dalam perintah persetujuan," bunyi gugatan. CME menuding regulator hanya memberi stempel pada aplikasi Kalshi tanpa evaluasi hukum yang layak.
CEO CME Terry Duffy, yang baru mengumumkan pengunduran dirinya tahun depan, telah memberi sinyal dalam wawancara CNBC pekan lalu bahwa perusahaannya akan menempuh jalur hukum. "Klasifikasi ini menentukan aturan main yang berbeda bagi seluruh partisipan pasar," tegasnya.
Perdebatan Hukum yang Belum Terselesaikan
Di sisi lain, mantan General Counsel Starkware, Catherine Kirkpatrick Bos, menjelaskan bahwa tidak ada preseden jelas tentang "future delivery" sebagai syarat wajib kontrak futures. "Futures tidak didefinisikan di mana pun, sementara swap didefinisikan oleh Dodd-Frank. CFTC memiliki diskresi untuk mengkategorikan produk baru yang memiliki karakteristik futures dibandingkan swap," jelasnya.
Persaingan Derivatif Kripto yang Kian Sengit
Membuat situasi semakin kompleks, pada hari yang sama CFTC menyetujui aplikasi Kalshi, regulator juga mengeluarkan surat no-action kepada Coinbase โ tampaknya membuka jalan bagi bursa kripto tersebut untuk mencatatkan perpetual futures, meskipun melalui perantara offshore. Charles Schwab juga telah mengumumkan rencana berekspansi ke pasar prediksi bersama Cboe, menandakan persaingan yang kian sengit di sektor derivatif baru ini.
Dampak dan Analisis
Gugatan ini berpotensi membentuk lanskap derivatif kripto di Amerika Serikat untuk tahun-tahun mendatang. Jika pengadilan memenangkan CME, keputusan tersebut dapat membatalkan persetujuan Kalshi dan memaksa reklasifikasi perpetual futures, berdampak luas pada Coinbase, Robinhood, Schwab, dan seluruh ekosistem yang tengah memperluas kehadiran di pasar derivatif kripto.
Sebaliknya, kemenangan CFTC akan menegaskan kewenangan regulator untuk mengkategorikan produk derivatif baru secara fleksibel โ membuka pintu bagi lebih banyak inovasi di bursa teregulasi AS. Pertarungan ini juga mencerminkan ketegangan antara institusi keuangan tradisional dan pendatang baru yang memanfaatkan celah regulasi.
CME, mendominasi pasar derivatif lebih dari satu abad, kini menghadapi ancaman dari produk yang bahkan belum memiliki definisi hukum yang jelas. Dengan sidang kongres tentang masa depan pembayaran dan investasi dijadwalkan minggu ini di Washington, serta CEO Digital Chamber Cody Carbone akan bersaksi di Komite Perbankan Senat, diskusi regulasi derivatif kripto AS memasuki babak baru yang kritis.
Sumber: CoinDesk โ Are perps swaps? A quick look at that CME suit: State of Crypto oleh Nikhilesh De (21 Juni 2026).
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.